Berita

Mewujudkan Swasembada Pangan Melaui Jambore Penyuluhan Se-NTB

Pin It

Untuk mewujudkan swasembada pangan, penyuluh pertanian berperan penting dalam meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan melalui pengawasan dan pendampingan kepada petani.

Dalam rangka mendampingi petani, penyuluh pertanian berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya melalui pelatihan – pelatihan dan pertemuan penyuluhan pertanian. Untuk itu Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Provinsi NTB mengadakan Jambore Penyuluhan bagi penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan se-NTB selama 3 hari (21-23/10/2015) di Lembah Madani Desa Sedau Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.  Turut hadir dalam acara pembukaan jambore penyuluh pada kamis (22/10/2015) antara lain;  Gubernur NTB, Kapolda NTB, Perwakilan Korem 162 Whira Bakti, Pimpinan DPRD Provinsi NTB, SKPD Dinas/Badan yang tergabung dalam rumpun hijau lingkup Prov. NTB, Badan Penyuluhan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Kepala Pusat Pelatihan Kementan, Perwakilan Kementerian Koordianotor Perekonomian, dan BAPELUH Se-NTB.

Kepala Sekretariat Bakorluh Prov. NTB “Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM” dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan jambore penyuluhan tahun 2015 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme penyuluh melalui beberapa kegiatan antara lain ; temu profesi, temu karya, temu teknologi, temu teknis, temu usaha, dan pengabdian masyarakat.

Selain itu, kegiatan jambore ini untuk membangun kebersamaan, dan bertukar informasi dalam mewujudkan semangat penyuluh mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Sesuai dengan tema kegiatan “Melalui Jambore Penyuluh, Kita Tingkatkan Semangat dan Jiwa Korsa Untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan”,demikian Husnanidiaty melanjutkan.

Lebih jauh husnanidiaty menyebutkan peserta yang hadir dalam jambore penyuluh sejumlah 700 orang yang terdiri dari 430 penyuluh pertanian, 110 penyuluh perikanan, dan 160 penyuluh kehutanan.

Acara jambore dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB Dr. H. Zainul Majdi MA. Dalam kata sambutannya Gubernur NTB mengapresiasi dan berterimakasih kepada penyuluh di NTB, karena dengan ikhlas bekerja, semangat pantang menyerah, ilmu yang semakin bertambah maka pembangunan pertanian di NTB mengalami kemajuan.

Gubernur juga mengharapkan agar jambore dilaksanakan tiap tahun agar menjadi sarana pertukaran ilmu dan pengalaman di lapangan sehingga permasalahan pertanian dapat diselesaikan bersama.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB sebagai lembaga yang menghasilkan inovasi teknologi pertanian, ikut berpartisipasi dalam kegiatan jambore dengan memperkenalkan teknologi petak omisi, jajar legowo dalam acara temu teknologi yang disampaikan oleh penyuluh senior Lalu Wirajaswadi.  Sedangkan ayam KUB dan hasil produksi M-KRPL diperkenalkan dalam stand pameran BPTP NTB. (M.F Matenggomena, Nurul Agustini)

Web Analytics