Berita

Workshop Percepatan Diseminasi Mendorong Pengembangan Bioindustri Pertanian Di Kabupaten Lombok Tengah

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi, dan salah satu . tugas dan fungsi tersebut yaitu melaksanakan pengkajian, penelitian yang selanjutnya dibarengi dengan peran diseminasi sebagai peran transformasi tekhnologi ke masyarakat. Untuk  mengimplementasikannya dilakukan workshop di 6 kabupaten /kota se Nusa Tenggara Barat

Workshop dengan tema “Percepatan Diseminasi Mendorong Pengembangan Bioindustri Pertanian Di Nusa Tenggara Barat yang diadakan oleh BPTP NTB bekerjasama dengan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Lombok Tengah diadakan pada hari Senin  (28/09/2015) yang dihadiri oleh  50 orang peserta  .   dari berbagai unsur dan SKPD terkait antara lain dari Babinsa/Danramil se kecamatan di Lombok Tengah, Penyuluh dari BP3K se Kabupaten Lombok Tengah, Penyuluh di BP4K Kabupaten Lombok Tengah, Petani Maju , Perwakilan dari BAPPEDA Kab. Loteng, serta dari Dinas Pertanian Kab. Lombok Tengah.

Ir. Achmad Muzani yang mewakili Plh Kepala BPTP NTB dalam sambutannya menyatakan bahwa BPTP NTB dalam menunjang percepatan diseminasi telah melakukan kegiatan Gelar Teknologi di 6 (enam) BPP yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang meliputi BPP Kec. Sandubaya Kota Mataram, BPP Kec. Kuripan Kab. Lombok Barat, BPP Kec. Pringgarata Kab. Lombok Tengah, BPP Kec. Aikmel Kab. Lombok Timur, BPP Kec. Brang Rea Kab. Sumbawa Barat serta BPP Kec. Palibelo Kab. Bima Gelar teknologi untuk mendukung percepatan diseminasi tersebut bertujuan untuk melatih atau memberikan keterampilan kepada para penyuluh di tingkat kecamatan agar mempunyai bekal ilmu dan keterampilan tentang teknologi terutama teknologi sistim tanam jajar legowo. “ jangan sampai petani lebih ahli dari pada penyuluh ungkap beliau”.

Ir. Lalu Iskandar selaku Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Kab. Lombok Tengah yang sekaligus sebagai tuan rumah dalam acara workshop ini  menyatakan bahwa kegiatan workshop seperti ini merupakan sarana pendukung bagi kita sebagai penyuluh dalam melaksanakan tugas kita sehari-hari dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan. Lalu Iskandar juga menjelaskan bahwa salah satu tantangan terberat bagi penyuluh di Kab. Lombok Tengah adalah masalah petani yang belum mengiplementasikan penggunaan pupuk berimbang. Sebagai informasi  bahwa petani yang menggunakan pupuk berimbang sekitar 62.77%  dan yang mengunakan pupuk organik sekitar 25,80% ini masih sangat jauh dari harapan pemerintah yang selalu mengharpakan adanya penggunaan pupuk secara seimbang. dan ini merupakan tugas penyuluh untuk mewujudkannya. Dalam hal teknologi budidaya kedelai Kepala Badan menyatakan bahwa petani di Kab. Lombok Tengah lebih banyak menggunakan   tekhnik sebar dan masih sedikit yang menggunakan sistim tugal dan mulsa jerami. Oleh karena itu dengan adanya workshop Percepatan Diseminasi ini bisa memberikan pencerahan bagi para penyuluh maupun perangkat daerah yang terlibat di dalamnya.

Adapun materi yang disampaikan melalui workshop ini i terdiri dari  “ Penetapan Kebutuhan Pupuk dengan Petak Omisi” yang disampaikan oleh . Lalu Wirajaswadi MEd dan “Tekhnologi Produksi Benih Mendukung Swasembada Kedelai Di Nusa Tenggara Barat” oleh Ir. M. Zairin, M.Si. Dalam penyampaian materinya Lalu Wirajaswadi menyatakan bahwa betapa pupuk merupakan salah satu unsur terpenting dalam upaya peningkatan hasil selain dari air dan varietas yang ditanam. Oleh karena itu diharapkan para penyuluh biasa memberikan rekomendasi untuk pupuk berimbang. Salah satu teknologi baru yang diperkenalkan oleh Lalu Wirajaswadi adalah petak omisi yang merupakan “Final Destination” dari metode pemupukan berimbang yang ada. Penetapan kebutuhan pupuk dengan menggunakan petak omisi dapat dilaksanakan dengan mudah dan murah sehingga diharapkan para penyuluh bisa belajar cara dan pelaksanaan dari penetapan kebutuhan pupuk dengan petak omisi ini.

Sementara itu M. Zairin diawal penyampaian materinya mengatakan bahwa kedelai merupakan salah satu dari 5 (lima) komoditas prioritas yang di programkan oleh pemerintah dalam mewujudkan swaswmbada pangan. Sedangkan NTB merupakan urutan ke 3 (tiga) dari produksi nasional kedelai, sehingga diharapkan mampu memproduksi atau menyiapkan benih sumber. Dalam pemaparannya . Zairin lebih banyak menjelaskan tentang teknik-teknik budidaya kedelai dengan cara yang benar sesuai dengan teknologi anjuran.

Sebagai penutup dari acara workshop ini kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kab. Lombok Tengah mengharapkan dengan adanya materi teknologi baik itu berupa penetapan kebutuhan pupuk dengan Petak Omisi maupun Teknologi Perbenihan Kedelai ini diharapkan mampu menjawab kegelisahan para penyuluh baik dalam merekomendasikan pemupukan berimbang maupun  teknologi perbenihan kedelai di Nusa Tenggara Barat umumnya dan di Kabupaten Lombok Tengah khususnya.

Web Analytics