Berita

Temu Lapang dan Panen Kedelai pada Lahan Kering Iklim Kering di Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, NTB

Pin It

Temu lapang dan panen kedelai telah dilaksanakan di Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima,pada hari Kamis,17/09/15 yang merupakan superimpose dari kegiatan Model Percepatan Pembangunan Pertanian Berbasis Inovasi di Lahan Kering Iklim Kering (MP3BI-LKIK). Temu lapang dihadiri Plt. Bupati Bima Drs. Bachrudin, MM, Kepala SKPD terkait, TNI, PPL Kecamatan Donggo dan sekitar 200 petani terdekat. Dari Badan Litbang Pertanian hadir Kepala Balai Besar Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Dr. Ir. Dedi Mursyamsi, M.Agr mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian, Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat) Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA. Pelaksana Tugas KepalaBalai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB Ir. A.A.N.B. Kamandalu, MS dan Tim Peneliti.

Kepala BPTP NTB dalam arahannya menyatakan bahwa model percepatan pembangunan pertanian berbasis inovasi lahan kering iklim kering yang berlokasi di Kabupaten Bima ini diinisiasi oleh Forum Komunikasi Professor Riset Badan Litbang Pertanian sejak tahun 2012, dan seperti kita saksikan sekarang ini telah mampu meningkatkan indeks pertanaman dari hanya satu kali tanam menjadi 2-3 kali tanam dalam setahun. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencapai kondisi tersebut diantaranya mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya air dengan membangun dam parit untuk penampungan air, kajian berbagai jenis dan varietas unggul Badan Litbang Pertanian, kajian pola tanam dan lain-lain. Satu hal yang sangat penting menjadi perhatian masyarakat disini bahwa kegiatan ini harus terintegrasi dengan pemeliharaan ternak dengan sistem kandang. Dengan sistem ini sisa biomasa tanaman dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan sebaliknya limbah ternak bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Selanjutnya Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili Kepala BBSDLP mengemukakan bahwa wilayah Kecamatan Donggo ini memiliki potensi dam parit mencapai 33 buah dan hingga saat ini baru dibangun sebanyak 4 buah, yaitu 2 buah dibiayai oleh Badan Litbang Pertanian dilengkapi jaringan pipa yang menghubungkannya ke lahan pertanian dan 2 buah dibangun atas biaya Pemda Bima yang dilengkapi jaringan irigasi tersier (JIT) menuju lahan. Jika setiap dam parit mampu mengairi lahan seluas 7-10 ha, maka potensi lahan yang dapat diari dapat mencapai 300 ha lebih. Dari informasi hasil panen kedelai 2 orang petani di sekitar ini beberapa hari yang lalu menunjukkan bahwa produktivitas kedelai varietas Burangrang yang dapat dicapai adalah 2,09 t/ha dan 1,748 t/ha atau terjadi peningkatan dari produktivitas tahun sebelumnya yang mencapai 1,3 t/ha.Sedangkan produktivitas jagung telah mencapai 6 t/ha meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai produktivitas 4 t/ha. Ini berarti dengan pola tanam padi-kedelai-kedelai atau padi-jagung-kedelai wilayah ini berpotensi menghasilkan lebih dari 500 ton kedelai  dan 1800 ton jagung dalam setahun. Menurut Dedi, jika lahan kering ini dapat dikelola dengan baik akan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan bahkan memberikan peluang bagi petani bisa naik haji dari hasil pertaniannya. Oleh karena itu Kepala Badan Litbang mengharapkan agar kegiatan ini terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh Pemda Bima.

Pelaksana Tugas Bupati Bima Bachrudin dalam sambutannya menyaampaikan terima kasih kepada para Professor Riset dan para peneliti Kementerian Pertanian yang telah berupaya maksimal dalam membantu masyarakat kami di wilayah Donggo ini. Bupati berjanji melanjutkan dan mengembangkan kegiatan ini melalui kegiatan dan pembiayaan dari SKPD terkait. Oleh karena itu Bupati  meminta SKPD terkait untuk merencanakan dan memastikan ada pembiayaan mulai TA. 2016. Bupati juga mengapresiasi semangat petani yang telah berhasil meningkatkan produktivitas lahannya dengan mengikuti petunjuk dan bimbingan teknologi dari para peneliti dan penyuluh.

Setelah sambutan selesai,  Bupati didampingi Kepala BBSDLP dan Kepala SKPD terkait melalukan panen kedelai., kemudian dilanjutkan dengan acara Temu Wicara yang dipandu oleh Sekretaris Bappeda Bima Arief Ahmad. Pada kesempatan tersebut Bupati menantang petani jika mampu meningkatkan produktivitas kedelai mencapai 2,5 t/ha akan diberikan hadiah sebesar Rp. 5 juta rupiah. Beberapa catatan penting dalam diskusi tersebut antara lain perlunya pengaturan dalam pengelolaan air agar tidak terjadi komplik, mengamankan wilayah tangkapan air (cachment area) di daerah hulu dengan penghijauan kembali hutan yang gundul dan meningkatkan pembinaan kelembagaan petani (MN).

Web Analytics