Berita

Sosialisasi Kalender Tanam Terpadu Musim Hujan 2015/2016 di Kabupaten Bima

Pin It

Sosialisasi Kalender Tanam Terpadu (Katam) Musim Hujan (MH) 2015/2016 telah dilaksanakan di Kabupaten Bima hari Sabtu19/09/2015 dihadiri oleh kepala BP3K dan Kepala Cabang Dinas Pertanian Kecamatan se-Kabupaten Bima. Acara Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Bima Ir. Abdullah, MM. Dalam sambutannya Kepala BP4K menyampaikan bahwa kondisi iklim di Kabupaten Bima terutama curah hujan yang semakin berkurang memerlukan acuan bagi petani maupun petugas untuk mengatur jadwal tanam yang tepat guna mengurangi resiko kegagalan panen. Oleh karena itu diucapkan  terima kasih kepada Tim Katam BPTP NTB atas kesediaan dan kepercayaannya untuk menyelenggarakan workshop Katam terpadu tersebut. Abdullah juga mengharapkan kepada para penyuluh untuk bekerjasama dengan KCD setempat untuk menyesuaikan jadwal tanam di daerah masing-masing sesuai dengan rekomendasi Katam Terpadu .

Penanggung Jawab Katam Terpadu NTB Dr. Ahmad Suriadi menjelaskan bahwa perubahan iklim merupakan gejala alam yang telah terjadi di tingkat global, regional, maupun lokal. Salah satu dampaknya adalah perubahan awal dan akhir musim tanam yang sangat berpengaruh terhadap pola tanam, luas tanam dan produksi tanaman, khususnya padi. Akibat perubahan iklim hampir setiap tahun petani berhadapan dengan pergeseran musim terkait dengan perubahan pola curah hujan. Selain itu tidak jarang pula petani berhadapan dengan kondisi iklim yang ekstrim, baik kering (El-Nino) maupun basah (La-Nina). Kondisi iklim tersebut memicu ancaman banjir, kekeringan dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berakibat pada penurunan produksi tanaman dan bahkan gagal panen. Perubahan pola curah hujan harus menjadi perhatian serius dalam mengatur pola termasuk waktu dan luas tanam, agar kesinambungan produksi dan kemandirian pangan nasional tidak terancam. Untuk itu sangat diperlukan suatu pedoman berupa “Kalender Tanam terpadu” yang didukung dengan sistem informasi berbasis Web yang handal. Jadi Katam ini lanjut Suriadi adalah pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi spasial dan tabular tentang prediksi musim, awal waktu tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan kekeringan dan banjir, potensi serangan OPT serta rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, varietas yang sesuai (pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan) berdasarkan prediksi iklim.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut juga disampaikan materi tentang pemetaan mekanisasi pertanian oleh Dr. Moh. Nazam. Menurut Nazam alat dan mesin pertanian (Alsintan) memiliki peran strategis sebagai unsur pendukung upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (PAJALE). Peran penting alsintan adalah meningkatkan kapasitas kerja, meningkatkan produksi, efisiensi dan nilai tambah produk pertanian baik produk utamamaupun limbah pertanian. Ketersediaan peta alsintan ini sangat penting sebagai dasar untuk pengambilan keputusan tentang jenis dan jumlah kebutuhan alsintan di suatu desa/kecamatan. Hasil penelitian Balitbangtan menunjukkan bahwa telah terjadi ketimpangan distribusi alsintan antara satu daerah dengan daerah lain, sehingga terjadi kondisi sangat kurang di satu daerah dan kondisi jenuh di daerah yang lain. Ketimpangan ini terjadi karena data dan informasi kebutuhan dan ketersediaan alsintan masih sangat kurang. Kebutuhan alsintan di suatu wilayah ditentukan oleh luas lahan atau areal tanam, indeks penggunaan alsintan, titik impas atau break even point (BEP), dan jumlah alsintan yang ada serta komponen keuntungan yang diinginkan. Sedangkan status kecukupan alsintan di suatu wilayah dihitung dengan membagi jumlah alsintan yang tersedia dengan jumlah alsintan yang dibutuhkan dikalikan 100 persen. Nilai yang diperoleh dikelompokkan menjadi sangat kurang (<40%); kurang (>40 - 60%), sedang (>60 - 80%), cukup (>80 - 100%), dan jenuh nilai >100%. Oleh karena itu Nazam mengharapkan bantuan para penyuluh dan KCD untuk menyampaikan data/informasi ketersediaan alsintan serta kebutuhan alsintan pada tingkat desa/kecamatan.

Pada kesempatan tersebut dilakukan diskusi dan penyerahan buku Katam Terpadu kepada Kepala BP4K Kabupaten Bima yang diserahkan oleh Dr. Moh. Nazam atas nama BPTP NTB (MN)

Web Analytics