Berita

Kunjungan Kerja Tim Balai Penelitian Ternak di NTB

Pin It

Sebagai salah satu unit kerja yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Litbang Kemtan), Balai Pengkajian Teknologi Pertanain(BPTP NTB) terus mengembangankan kerjasama dengan lembaga-lembaga penelitian lain yang berada dalam lingkup Litbang Kemtan. Salah satu kerjasama tersebut adalah dengan Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Bogor. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat atas permintaan informasi teknologi..

Pekan lalu, BPTP NTB mendapat kunjungan dari  dua orang tim peneliti Balai Penelitian Ternak Bogor, yaitu Drs. Isbandi dan Dr. Ir. Rd. Triana Susanti MSi. Kunjungan selama dua hari tersebut, Selasa s/d Rabu (7-8/07/2015), adalahdalam rangka monitoring dan evaluasi pengembangan   ayam Kampung Uunggul Badan Litbang (KUB) dan itik di NTB. NTB merupakan satu dari sepuluh provinsi yang dipilih sebagai lokasi pengembangan ayam KUB yang dilaksanakan sejak tahun 2012.  Pada hari pertama kunjungan, tim Balitnak Bogor yang didampingi oleh beberapa penyuluh pertanian BPTP NTB mengunjungi Kelompok Unggas Jaya Mandiri Desa Jago Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. . Dalam kesempatan tersebut, selain berdiskusi tentang perkembangan pemeliharaan ayam KUB tim Balitnak dan Penyuluh BPTP juga melakukan identifikasi   kebutuhan teknologi dan pelatihan yang diperlukan oleh kelompok ternak. Dari pertemuan tersebut, Triana Susanti mengungkapkan bahwa pelatihan yang dibutuhkan oleh anggota kelompok Unggas Jaya Mandiri yaitu pengolahan pakan lokal dan penanganan kesehatan ayam. Sementara itu Ketua Kelompok Unggas Jaya Mandiri, Sirajudin,  mengharapkan bantuan bibit ayam KUB yang berasal dari Balitnak Bogor untuk menjaga kemurnian genetik ayam KUB.

Pada hari kedua, rombongan  Balitnak dan BPTP NTB  mengunjungi Kelompok Itik Pade Angen, Desa Dasan Erot Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Kunjungan ke kelompok ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahui perkembangan itik unggul MA (Mojosari Alabio) yang merupakan bantuan Balitnak dari program P4MI tahun 2007. Ketua kelompok Itik Pade Angen, Zulkarnaen SH, mnyampaikan bahwa sampai saat ini populasi  itik Alabio  di kelompok sebanyak 900 ekor. Seperti kunjungan hari sebelumnya, kunjungan di kelompok ternak itik ini juga

dirangkai dengan diskusi untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan bagi peternak. Dari hasil diskusi terungkap bahwa pelatihan yang dibutuhkan oleh peternak adalah teknik pembibitan itik. Triana Susanti menambahkan bahwa itik pedaging yang direkomendasikan oleh Balitnak adalah itik pedaging PMP (Peking Mojosari putih  yang memiliki keunggulan karkas daging putih dan dapat dipanen pada umur 12 minggu. (Nurul Agustini, M.F matengomena)

Web Analytics