Berita

Menteri Pertanian: Bima Menjadi Kawasan Sentra Produksi Bawang Merah Nasional

Pin It

Bima adalah kabupaten di ujung Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satu komoditi unggulan pada sektor pertanian di Kabupaten Bima adalah bawang merah. Pada Jumat 19/06/2015,  Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri panen raya bawang merah di Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Turut serta dalam rombongan Menteri Pertanian antara lain  Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono Kamino,Direktur Pengadaan Bulog Wahyu Suparyono, Direktur Sayuran Dwi Iswari,  dan Koordinator Program Upaya Khusus (UPSUS) padi jagung kedelai (pajale) Wilayah NTB Mei Rochjat. Beberapa jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Bima terlebih dahulu telah tiba di lokasi panen raya menyambut kedatangan rombongan Menteri Pertanian antara lain Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi NTB Mokhlis, Bupati BimaSyafrudin HM Nuh, Kepala Badan kordinasi Penyuluh Provinsi NTB  Husnanidianty Nurdin, Kepala Bulog Drive NTB Sugit Tedjo Mulyono, Kepala BPTP NTB atau pejabat yang mewakili, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima Muhammad Tayib.

Dalam sambutannya Arman Sulaiman menyampaikan bahwa Bima adalah salah satu sentra bawang merah di Indonesia dengan produksi 40 ribu ton. Sementara itu kebutuhan nasional selama Bulan Juni sebanyak 90 ribu ton. Dengan demikian Bima suah mensuplai 44% dari kebutuhan nasional.  Arman Sulaiman juga memastikan produksi bawang merah  di Kabupaten Bima musim panen ini akan langsung dibeli  oleh Perusahan Umum Badan Urusan Logistik (perum Bulog) untuk kemudian didistribusikan ke daerah lain yang harga bawang merahnya tinggiseperti Jakarta, Jawa timur dan daerah lainnya. Hal ini dilakukan untuk mempersingkat mata rantai pasar, meningkatkan harga beli di petani bawang merah dari Rp 7.000/kg menjadi Rp 8.000/kg, serta menekan harga ditingkat konsumen di Jawa yang masih cukup tinggi agar lebih stabil.

Mentri Pertanian Arman Sulaiman menambahkan pula bahwa pemerintah memberikan perhatian serius dalam mewujudkan Kabupaten Bima menjadi kota bawang. Perhatian ini akan diwujudkan dengan memfasilitasi pengembangan 1000 ha lahan untuk pertanaman bawang merah dan mengalokasikan bantuan usaha perbenihan bawang merah sebesar dua kali lipat dari luasan yang ada pada tahun sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut, Arman Sulaiman memberikan apresiasi yang tinggi kepada petani karena telah menghasilkan bawang merah berkualitas. Dalam sambutannya berkali-kali Amran menyampaikan Kabupaten Bima dan Kabupaten Brebes menjadi andalan dalam penyediaan bawang merah secara nasional.

Dalam acara panen raya tersebut, Menteri Pertanian memberikan bantuan traktor kepada kelompok tani yang ada di kecamatan Sape guna mendukung swasembada bawang merah secara nasional.  Amran Sulaiman juga menyaksikan hasil

Pendampingan Kawasan Agribisnis Bawang Merah oleh BPTP NTB dengan inovasi penggunaan Feromonexi untuk mengurangiseranganSpodopteraexigua (ulat bawang). Teknologi ini menjadi bahandiskusi khusus antara BPTP NTB dan Direktur SayuranDirjenHortikultura yang  merencanakan akan memasalkan teknologi ini. Feromonexi merupakan alat yang dapat menangkap secara masal kupu-kupu  jantan Spodopteraexigua sehingga mengacaukan proses perkawinan dan memutus siklus hidup serangga tersebut. Beberapa petani menyatakan bahwa teknologi tersebut sangat efektif karena dalam satu malam bias menangkap sekitar 100 ekor kupu-kupu jantan/satu perangkap dan dapat mengurangi biaya pengendalian hama hingga 30%. (Putu cakra, Muji Rahayu, Arie Sudarmayanti)

Web Analytics