Berita

Rapat Koordinasi Dalam Rangka Mensukseskan Program UPSUS Di Kabupaten Dompu

Pin It

Dalam rangka mensukseskan program Upaya Khusus (UPSUS) untuk mencapai swasembada  padi, jagung dan kedele di provinsi Nusa Tenggara Barat, telah . dilaksanakan rapat koodinasi oleh Tim Bakorluh Propinsi NTB yang dipimpin oleh Sekretaris Bakorluh Prov. NTB Ir. Husnandiaty Nurdin MM. Rapat koordinasi dilaksanakan di aula Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) kabupaten Dompu pada hari Rabu, (25/03/15). Peserta sosialisasi berasal dari dinas instansi terkait antara lain Dinas  Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Dompu, BKP3, Danramil sekabupaten Dompu, Koordinator PPL, KCD, Kepala Bidang  di BKP3, dan PPL.

Dalam sambutannya Ir Husnandiaty Nurdin MM menyatakan bahwa program UPSUS di Nusa Tenggara Barat ini sangat penting dan harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dengan kerja keras darisemua unsur. Kegiatan UPSUS di NTB  melibatkan banyak lembaga antara lain Badan Ketahanan Pangan Propinsi NTB, Dinas Pertanian dan Hortikultura Propinsi NTB, Badan Litbang Pertanian yang didaerah dimandatkan kepada BPTP NTB, Dinas  Pekerjaan Umum, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas  Koperasi, Korem, dan Bakorluh  yang mempunyai sumberdaya manusia terutama petugas lapangan yang berhubungan langsung dengan petani. Lebih lanjut disampaikan bahwa swasembada pangan khususnya di NTB harus tercapai sesuai dengan yang ditargetkan oleh pemerintah pusat. Untuk itu semua instansi terkait yang terlibat secara langsung dalam program UPSUS harus berkerjasama secara harmonis. Kepada petugas lapang diharapkan secara rutin mengirimkan data realisasi tanam maupun panen mingguan dan harus diserahkan ke kabupaten (BKP3) paling lambat setiap hari Selasa sehingga ada kesempatan bagi BKP3 untuk mengoreksi dan menganalisis data yang telah dikirimkan untuk dikirim ke propinsi pada hari Rabunya. Pengumpulan data realisasi tanam dan panen hendaknya juga dikumpulkan bersama-sama dengan Babinsa dan KCD di kecamatan masing-masing.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura kabupaten Dompu juga menyampaikan beberapa kegiatan terkait program UPSUS  di kabupaten Dompu  diantaranya perbaikan jaringan irigasi (PJI) seluas 7000 ha yang pencanangannya dipusatkan   di desa Lune Kecamatan Pajo yang pencanangannya telah dilakukan pada tanggal 14 Februari 2015. PJI di kabupaten Dompu akan melibatkan 180 kelompok tani yang terbagi dalam 8 kecamatan dan 81 desa. Selain PJI, akan dilaksanakan optimalisasi lahan (OPLA) seluas 2000 ha melibatkan 40 kelompok tani di 8 kecamatan dan 20 desa. Untuk kegiatan optimalisasi lahan akan dilakukan pada MK I 2015 dimana calon lokasi  sedang  dalam penyusunan.

Dilain pihak,  Koramil sekabupaten Dompu dalam program UPSUS siap melaksanakan tugas yang diembankan bersama petani dan mitra kerjanya seperti Bapeluh/PPL, KCD, Dinas Pertanian, BPTP NTB dan yang lebih penting lagi adalah para distributor dan pengecer pupuk. Untuk distribusi pupuk ke tingkat petani Dan Ramil bersama Babinsa siap mengawal sampai ketingkat petani sehingga diterimadengan utuh. .

BPTP NTB dalam kegiatan UPSUS mempunyai tupoksi seperti yang tertuang dalam Permentan No. 131/Permentan/OT.140/12/2014 tanggal 12 Desember 2014  memiliki 8 tugas dan tanggung jawab diantaranya melakukan pengawalan dan pendampingan teknologi yang akan diterapkan oleh petani guna meningkatkan pemahaman dan akselerasi adopsi teknologi.  Dalam program UPSUS, BPTP akan berperan menjadi narasumber dalam pelatihan-pelatihan, menyediakan media informasi, melakukan uji adaptasi VUB, melaksanakan demplot dan supervisi penerapan teknologi.

Dalam diskusi yang dilakukan dalam rapat koordinasi tersebut, diperoleh kesepakatan-kesepakatan antara lain : dalam penerapan teknologi pada musim tanam April-September (Asep) penanaman padi harus menggunakan sistem tanam jajar legowo, penggunaan varietas padi unggul (VUB) yang bersertifikat, lebih dianjurkan menggunakan Inpari 19 atau Inpari 30, penggunaan pupuk yang berimbang, dan pengendalian OPT. Sedangkan pihak Bakorluh juga menekankan bahwa posko yang sudah ada dikecamatan BPP supaya dijadikan kantor bersama oleh KCD, Koramil/Babinsa dan PPL. Selain itu dalam rapat tersebut juga disusun jadwal pelaksanaan kegiatan secara bersama-sama, dan pendataan realisasi panen, rencana tanam padi dan kedele pada Asep serta menyusun laporan mingguan bersama-sama dan laporan berjenjang ke posko (BPP) yang dilaporkan setiap hari Selasa ke kabupaten (BKP3) (Sudarto dan Nurul Agustini)

Web Analytics