Berita

Panen Padi Di Kelompoktani “Tampi Asih” Desa Rensing, Kabupaten Lombok Timur

Pin It

Upaya peningkatan produksi pangan, terutama padi, masih menjadi prioritas utama, baik dalam program pembangunan nasional maupun daerah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah telah mencanangkan tercapainya swasembada pangan (padi, jagung, kedelai) paling lama dalam 3 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat dari itu.

Dalam rangka itulah di kelompoktani “Tampi Asih” Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, Senin (23/03/2015) telah dilaksanakan panen raya pada demplot yang dibina langsung oleh PPL dengan pendampingan salah satu mitra swasta. Pendampingan ini menyangkut aplikasi pupuk mikro lengkap, ZPT, pupuk organic, dan pestisida. Penggunaan pupuk organic dan pupuk mikro juga mengurangi kebutuhan pupuk kimiawi.

Dengan teknik budidaya yang baik dan cara tanam jajar legowo, petani didampingi secara intensif. Jajar legowo dilakukan dengan sedikit modifikasi, yaitu jajar legowo (jarwo) 2:1 dengan jarak tanam 25 cm x 12,5 cm dan lebar lorong 40 cm.

Diluar dugaan, hasil ubinan yang dilakukan oleh para penyuluh pertanian menghasilkan 13,24 ton/ha GKP dan riil hasil untuk luasan 5 are menghasilkan 12,48 ton/ha GKP, walaupun varietas padi yang digunakan adalah IR-64. Provitas yang tinggi ini kemungkinan disebabkan karena populasi yang banyak karena modifikasi jarwo 2:1 dengan lebar lorong yang dipersempit dari seharusnya 50 cm menjadi 40 cm. idak ada serangan OPT, aplikasi pupuk mikro dan ZPT yang merangsang produksi malai yang berisi.

Wakil Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, dalam sambutannya sangat menaruh apresiasi yang setinggi-tingginya berkat bimbingan PPL, petani dapat menghasilkan hasil panen yang sangat tinggi, hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Wakil Bupati mengharapkan agar para petani terus menerus menerapkan teknologi terbaru, baik dari BPTP, mitra swasta, maupun dari PPL. Contoh cara tanam jajar legowo ini ternyata dapat meningkatkan provitas yang tinggi. Selain itu diharapkan penggunaan pupuk organik yang sangat ramah lingkungan. Terakhir Wakil Bupati meminta agar BULOG dapat membeli gabah petani apabila harga gabah di pasaran lebih rendah dari HPP, meskipun sekarang ini harga gabah cukup bagus.

Pada kesempatan berikutnya, Danrem 162 Wira Bhakti, Kol. Lalu Rudy Irham menyatakan bahwa sesuai dengan perintah Presiden RI selaku Panglima Tertinggi TNI, maka seluruh jajaran TNI-AD Korem 162 Wira Bhakti harus mendukung upaya mencapai dan mempertahankan swasembada pangan, khusunya padi, jagung, dan kedelai. Prajurit TNI-AD harus sering turun ke lapangan membantu para petani, baik itu dalam mengawal budidaya tanaman, menjaga saluran irigasi, menjaga distribusi pupuk, dan hal-hal lain terkait upaya swasembada pangan. Di tingkat lapangan Babinsa harus bersinergi dengan PPL dalam mengawal kegiatan usahatani, terutama dalam upaya mencapai swasembada pangan.

Acara panen raya ditutup dengan ungkapan pengalaman dua orang petani yang telah berhasil melaksanakan demplot usahatani padi dan menghasilkan pendapatan bersih sekitar Rp 26 juta per ha.   (Farida SM dan DPS).

Web Analytics