Berita

Workshop Perencanaan Kebutuhan Benih Sumber Padi di NTB

Pin It

Benih bermutu merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam mencapai produktivitas padi yang tinggi. Oleh karena itu penyediaan benih bermutu menjadi sangat penting. Penyediaan benih bermutu ini melibatkan berbagai fihak baik pemerintah seperti Dinas Pertanian dan BPTP, maupun swasta seperti penangkar dalam kapasitasnya masing-masing. Koordinasi dan komunikasi antar fihak terkait ini akan mempengaruhi penyediaan benih. Dalam rangka koordinasi tersebut, Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BPTP NTB melaksanakan workshop perencanaan kebutuhan benih sumber padi di NTB pada Senin (9/03/2015).

Kegiatan Workshop bertujuan untuk menginventarisir kebutuhan benih di NTB dan  dihadiri oleh  28 orang peserta dari berbagai instansi diantaranya Dinas Pertanian Provinsi NTB, Bakorluh, BPSB TPH, BBI, PT Pertani, PT Sanghyang Seri, PT Pertokimia dan jajaran anggota tim Perbenihan BPTP Nusa Tenggara Barat.

Kepala BPTP NTB Dr Ir.Dwi Praptomo selaku pimpinan rapat menyampaikan bahwa koordinasi dan sinergi semua pemangku kepentingan perbenihan di NTB diperlukan dalam upaya perencanaan kebutuhan benih dan kerjasama pengembangan benih di NTB.

Workshop diawali dengan pemaparan ketersediaan dan kebutuhan benih oleh masing-masing perwakilan instansi. Perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi NTB, menyampaikan bahwa target produksi padi pada tahun 2015 sebanyak 10.000 ton. Sementara itu,  Balai Benih Induk (BBI)Provinsi NTB menyebutkan bahwa ketersediaan benih di BBI tergantung pasar. Karena banyak permintaan untuk benih varietas lama, sehingga BBI banyak memproduksi benih varietas lama seperti Cibogo, Cigeulis, Ciherang,  Cilosari, IR 66, IR  64, Mekongga , Membramo dan Situ Bagendit. Namun, BBI juga  memproduksi Varietas Unggul Baru seperti varietas Inpari-7. 10, 19, 20, 25 dan Sidenuk  serta Barumun. Ketersediaan benih di BBI pada tahun 2014 yaitu Benih Dasar sebanyak 20,890 ton dan Benih Pokok sebanyak 185,330 ton. Produksi tahun 2015 diperkirakan sama dengan produksi 2014. Sementara itu UPBS BPTP NTB dalam pemaparan selanjutnya menyebutkan siap menyediakan benih sebanyak 6000 Kg benih Kelas FS dengan varietas Inpari 22, Inpari 30, Inpari 19 pada bulan Juni mendatang dan target output benih kelas SS sebanyak 58.390 Kg.

Pada kesempatan yang sama perwakilan dari BPSB-TPH Provinsi NTB memberi tanggapan bahwa “Varietas lama selama masih belum ditarik karena itu masih bisa dilakukan sertifikasi dan terus diperbanyak”. Sementara dari pihak swasta yaitu PT. Pertani mengharapkan untuk perbenihan padi tidak hanya melihat dari segi produktivitas tetapi juga sudah mulai melihat ke rendemen padi dan rasa setelah menjadi nasi.

Kegiatan  workshop diakhiri dengan  membuat kesepakatan  bahwa semua Instansi dan lembaga harus membicarakan kebutuhan benih dan varietas spesifik lokasi. (Baiq Arie Sudarmayanti).

Web Analytics