Berita

BPTP NTB Melakukan Pengambilan Sampel Tanah Lahan Pertanian Yang Terkontaminasi Logam Berat di Lombok Tengah

Pin It

Pengolahan biji emas secara tradisional di Kabupaten Lombok Tengah telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang memprihatinkan akibat pencemaran logam berat dari proses pengolahan tersebut. Bila hal ini dibiarkan akan berdampak pada   gangguan kesehatan masyarakat dan penurunan produksi hasil  pertanian.

Menyikapi hal tersebut, peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB  melakukan analisa  pencemaran logam berat di lahan pertanian dengan pengambilan sampel tanah pada lahan sawah yang terkena dampak pengolahan emas di Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah – NTB. Kegiatan ini merupakan rangkaian kerjasama BPTP NTB dengan Balai Penelitian Lingkungan  Pertanian (Balingtan) Jawa Tengah. Pengambilan sampel ini  adalah tindak lanjut dari hasil Pengkajian BPTP NTB tentang Identifikasi Dampak Pengolahan Emas Secara Tradisional Terhadap Kualitas Produk Pertanian di Lahan Sawah Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat tahun 2013.

Peneliti BPTP NTB, Titin Sugiarti SP menjelaskan bahwa tujuan pengambilan sampel tersebut adalah untuk melihat kandungan bakteri yang dapat mengurai logam berat.  Lebih lanjut, Titin mengungkapkan bahwa  lahan pertanian yang terkontaminasi logam berat, banyak terdapat pada lahan olahan lapisan atas.” Tanah yang berada di lapisan ini diambil sebagai sampel untuk diteliti, jenis bakteri apa saja yang bisa mengurai atau tahan terhadap logam berat ”.demikian Titin menambahkan.

Selanjutnya tanah yang diambil sebagai sampel akan dikirim ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian di Jawa Tengah sebagai bahan uji coba. Tanah tersebut digunakan untuk menanam padi  di Laboratorium Gas Rumah Kaca Balingtan Jawa Tengah. (M.F. Matenggomena)

Web Analytics