Kebun Koleksi Sumberdaya Genetik Di BPTP NTB

Pin It

Nusa Tenggara Barat (NTB) terdiri dari gugusan dua pulau besar dan ratusan pulau kecil serta memiliki bentang alam yang luas dan terletak pada garis Wallace yaitu daerah peralihan antara Asia dan Australia. Dengan kondisi seperti itu tentu NTB memiliki keragaman sumberdaya genetik flora dan fauna yang tersebar dari puncak gunung hingga dasar lautan yang memiliki potensi tak terbatas untuk dimanfaatkan dan dikagumi.

Fenomana keragaman sumberdaya genetik khususnya sumberdaya genetik tanaman di NTB berangsur menurun. Sebagai gambaran di sekitar kita sekarang ini sangat sulit kita temukan buah dan tanaman juwet, wuni, delima, rukem,  beras bulu, beras merah, bunga jengger ayam, bunga sondo langit, namun lebih mudah kita jumpai buah dan tanaman anggur merah, strawberry, bunga violces dan lain-lain. Menurut Wilson 1988, laju kepunahan rata-rata saat ini diduga 1 dari 1000 spesies per tahun dan kepunahan itu terjadi sejak manusia mulai mengeksplotasi sumberdaya genetik yang ada. Secara harfiah manusia memang memiliki sifat bosan, hal itu yang memicu kebutuhan manusia selalu berubah. Orang Indonesia mulai menyukai buah sub-tropik, sedangkan orang Amerika dan Eropa mulai menyukai buah tropik seperti mangga, nenas, belimbing dan sebagainya. Kondisi itu tentu sangat wajar dan sangat baik jika berdampak pada meningkatnya sumber keragaman yang diusahakan di tingkat petani dan bukan sebaliknya, yang mengakibatkan sumberdaya genetik lokal semakin jarang ditemukan atau bahkan musnah dari lingkungan kita.

Sumberdaya genetik tanaman lokal memiliki sifat-sifat yang dapat diturunkan dengan baik, apakah sifat ketahanannya terhadap iklim, ketahanan terhadap serangan hama penyakit tanaman, rasa yang khas dan kuat, produksi yang tinggi dan sebagainya.  Oleh karenanya keragaman sumberdaya genetik lokal hendaknya dapat dikelola dengan baik agar masyarakat dapat memperoleh manfaatnya baik secara langsung maupun tidak langsung misalnya dipergunakan sebagai materi dalam upaya perbaikan varietas tanaman.

Berkaitan dengan upaya pengelolaan sumberdaya genetik, BPTP NTB telah mengkoleksi beberapa sumberdaya genetik lokal di dua lokasi yang memiliki kondisi iklim yang berbeda. Untuk kelompok tanaman yang toleran kekeringan di koleksi di Kebun Percobaan (KP) Sandubaya, Kabupaten Lombok Timur, sedangkan kelompok tanaman yang toleran lahan basah dikoleksi di KP. Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Beberapa jenis-jenis tanaman yang dikoleksi di KP. Sandubaya Lombok Timur adalah :

1. Kacang Tunggak (Vigna unguiculata)

Kacang tunggak atau “antap” (bahasa Sasak) dikoleksi  berdasarkan petimbangan bahwa tanaman ini cocok dikembangkan di NTB karena memiliki sifat toleran terhadap lahan kering.  Terdapat 4 aksesi kacang tunggak dikoleksi,  yaitu yang memiliki warna kulit biji coklat, belang, putih dan hitam. Potensi hasilnya cukup tinggi, mencapai 1,5-2,0 t/ha, bergantung varietas, lokasi, musim tanam, dan teknologi budidaya yang diterapkan. Karakteristik dari kacang tunggak yang dikoleksi ini adalah memiliki potensi hasil tinggi,  berumur genjah, dan tahan terhadap kekeringan.

Akses tanaman kacang tunggak ini ditemukan di beberapa lokasi di Kecamatan Pringgabaya dan Swela Kabupaten Lombok Timur.

2. Kacang Gude (Cajanus cajan)

Terdapat 2 aksesi kacang gude yang dikoleksi, yaitu yang memiliki warna kulit polong hijau mulus dan warna kulit polos hijau dengan warna bunga kuning; dan warna kulit polong semburat ungu dengan warna bunga merah. Tanaman beradaptasi sangat luas pada kondisi yang subur atau kondisi yang sangat ekstrim (kekeringan), tahan rebah dan polong tidak mudah pecah, akan tetapi peka terhadap hama khususnya perusak polong. Kacang gude termasuk tanaman kacang-kacangan yang memiliki kandungan gizi yang lengkap dan jika dibandingkan dengan jenis kacang lainnya, bahkan jika dibandingkan kedelai maka hanya kalah dari kandungan proteinnya yang sedikit lebih banyak pada tanaman kedelai.

3. Kacang Hijau (Vigna radiate)

Kacang hijau yang dikoleksi hanya varietas unggulan lokal Sampiong.  Kacang hijau ini memiliki ciri berbiji kecil dan mengkilat serta berproduksi tinggi, meskipun tanaman ini berasal dari Kabupaten Sumbawa tetapi berkembang juga di beberapa daerah di Pulau Lombok.

4. Jagung (Zea mays)

Jenis jagung yang dikoleksi adalah jagung local yang disebut pulut, jagung reket dan jagung brondong (dengan bunga merah dan hitam). Jenis jagung pulut ditemukan di Kecamatan Pringgabaya, jagung reket ditemukan di Desa Sajang, Sembalun dan Desa Sugihan Kecamatan Sambalia sedangkan jagung brondong warna bunga hitam diduga merupakan mutasi jagung brondong yang pernah didatangkan dari Maros.

5. Uwi-uwian (Dioscorea sp)

Jenis yang ditanam adalah uwi hitam, uwi putih dan gembili (2 aksesi), aksesi gembili secara fisik penampilannya sama dan hanya berbeda dari arah melilit batang tanaman ke tanaman panjatan. Tanaman ini banyak ditemukan pada kebun-kebun di Kecamatan Sikur dan Kecamatan Sambalia.

6. Pisang (Musa sp)

Terdapat 15 jenis pisang yang dikoleksi, yaitu pisang haji, pisang candi, pisang kayu, pisang ketip, pisang candi, pisang jepun, pisang emas, pisang tembaga, pisang jogang, pisang klutuk, pisang seribu, pisang tanpa jantung, pisang raja dan pisang susu burik.

Beberapa koleksi sumberdaya genetik tanaman yang dikoleksi di KP. Narmada, Kabupaten Lombok Barat antara lain :

1.  Durian (Durio zibethinus)

Terdapat 6 jenis durian yang dikoleksi , yaitu Durian tanpa duri (Gundul), Durian tanpa sekat (si gule), durian Sipayuk, durian Tong Medaya, Durian Sedapir, Durian Peseng ,

2.  Jeruk besar atau Pamelo (Citrus grandis)

Pamelo Kota Raja warna daging merah, pamelo kota raja warna daging buah putih, pamelo Taliwang Merah, Pamelo Taliwang Putih

3.  Mangga (Mangifera indica)

Mangga Darekanda dan Mangga Mataram :

4.  Duku Ruslan (Lansium domesticum)

5.  Kepundung

6.  Jambu air (Eugenia aquea)

Jenis-jenis yang dikoleksi adalah jambu air mini warna putih, jambu air mini warna pink, jambu air besar warna merah, putih dan hijau.

7.  Jambu  biji

Terdapat 2 jenis yaitu jambu biji merah dan jambu biji putih

8.  Kedondong merah (Spordius dulcis)

9.  Sawo plampang (Zapota sp)

10. Manggis Lingsar (Garcinia mangostana)

11. Rambutan Narmada (Nephelum lappaceum)

12. Padi lokal (Oryza sativa)

13. Ketan lokal (Oriza glutinesa)

14. Bawang merah lokal (Allium ascalonicum)

Terdapat 3 jenis bawang merah lokal yang dikoleksi yaitu, Ampenan dan Surabaya Lepak.

15. Uwi-uwian

Terdapat 3 jenis yaitu uwi ungu, uwi putih dan kentang gantung.

16. Sawo Manila (Manilkara zapota)

17. Nangka Prabu (Artocarpus heterophyllus)

18. Sawo Susu (Chrysophyllum cainito)

19. Cabe rawit lokal Beleke (Casicum annum)

20. Pohon pare

Web Analytics