Memahami Pentingnya Teknologi dan Proses Adopsinya oleh Petani

Parent Category: Artikel
Created: Monday, 03 June 2013 10:51
Published: Monday, 03 June 2013 10:51
Written by Farida Sukmawati M dan Sasongko WR
Hits: 2362

Pada saat kita mendengar atau membaca kata “teknologi” maka dalam benak terbayang “produk”nya; sesuatu yang baru dengan keunggulan tertentu.  Kita  ambil contoh  “teknologi perbenihan”,  maka yang dibayangkan bisa berupa “benih baru” yang berproduksi tinggi tahan  penyakit dan sebagainya.  Namun sesungguhnya teknologi itu sendiri merupakan suatu cara atau proses yang dilakukan dengan prinsip-prinsip tertentu dan terstruktur yang selalu ada perbaikan dan penyempurnaan agar memperoleh hasil yang lebih baik, melalui berbagai percobaan dan kajian. Teknologi dapat didefinisikan dengan berbagai pendekatan dan sudut pandang, namun pada dasarnya teknologi diciptakan untuk memperbaiki atau menyempurnakan hasil yang telah dicapai sebelumnya.  Sehingga jelas tujuan dan manfaat diciptakannya suatu teknologi.

Penggunaan teknologi sangat luas di berbagai bidang dan sektor dalam kehidupan, seperti pertanian, industri, dan pendidikan. Ketika teknologi diaplikasikan maka yang diharapkan adalah hasil yang meningkat atau lebih baik dari sebelumnya; bagaimana jika yang terjadi justru sebaliknya? Tentu teknologi akan ditinggalkan. Kemampuan suatu teknologi memberikan hasil sesuai harapan, didukung oleh berbagai faktor di antaranya : manajemen, sumber daya, lingkungan  dan  finansialnya.  Faktor-faktor tersebut saling terkait dan tidak ada yang bisa diabaikan.  Itulah sebabnya dalam suatu pengkajian teknologi yang diukur adalah kemampuan adaptasinya, dengan mempelajari berbagai hal dan tidak hanya pada peningkatan produktivitasnya.

Kembali kepada para petani sebagai pengguna teknologi, dengan  berbagai variasi kondisi lingkungan dan  faktor-faktor produksi yang dimiliki; tidak menutup peluang bahwa teknologi yang sama akan memberikan hasil yang berbeda.  Teknologi akan diaplikasi pada usahatani jika mampu memberikan profit bagi petani.  Profit di sini bukan semata-mata dihasilkan akibat  adanya peningkatan produktivitas, sehingga produktivitas tidak dapat dijadikan ukuran suatu teknologi akan diadopsi oleh petani.  Teknologi  dirasakan  layak bagi petani jika dapat meningkatkan  efisiensi dan tentu saja didukung  peningkatan produktivitas.  Ini disebabkan karena teknologi tidak dapat mengantisipasi  perubahan harga baik harga output maupun harga input.

Pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) merupakan upaya untuk memperkuat daya dukung IPTEK dalam meningkatkan daya saing di dalam pergaulan Internasional. Inovasi teknologi memang telah terbukti memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap kemajuan pertanian dan ini sudah terbukti, misalkan teknologi  pemupukan, sistem pertanaman tumpang sari hingga pengembangan varietas unggul tahan hama dan penyakit, merupakan bentuk teknologi yang sudah diadopsi oleh petani.  Kita  bisa belajar dari pengalaman masa lalu, bagaimana suatu tranfer teknologi dilakukan, bimbingan dan pendampingan yang dilakukan dalam rentang waktu yang panjang dan bahkan mengarah pada pemaksaan.  Tapi disadari ketika itu tingkat pendidikan masyarakat yang rendah dan keterbatasan informasi sehingga cara itu dianggap lebih efektif. Kondisi sekarang tentu berbeda, dengan berbagai kemudahan informasi,  tersedianya berbagai teknologi yang bisa dipilih sebagai alternatif yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan petani.

Teknologi merupakan bentuk investasi yang ditanamkan dalam suatu usaha agar bisa memberikan hasil yang lebih baik.  Dalam  penerapannya ada faktor-faktor yang bisa mendorong suatu teknologi diadopsi yang kemudian  diaplikasikan dalam usahataninya. Memahami faktor-faktor yang menentukan investasi berupa teknologi merupakan implikasi yang bijak dari seorang petani.  Peran pemerintah dalam mendampingi teknologi tidak hanya sebatas memperkenalkan teknologi, atau meyakinkan dalam bentuk demplot untuk membuktikan keunggulan teknologi.   Pemahaman  yang mendalam diperlukan terhadap kondisi petani yang akan menggunakan terknologi. Studi kelayakan tidak hanya sebatas pada ukuran keberhasilan petani secara teknis yang mampu menerapkan tetapi penting artinya teknologi juga layak secara ekonomi.

Kelayakan ekonomi tidak hanya sebatas pada nilai positif yang ditunjukkan dari rasio penerimaan dan biaya yang biasa disebut rasio B/C atau rasio R/C.  Faktor finansial yang dimiliki petani juga mendukung suatu teknologi mampu diaplikasikan oleh petani.  Ini terkait dengan ragam jenis usaha yang dilakukan petani dalam rumahtangganya, seperti jenis komoditas pada on farm, off farm atau non farm (buruh bangunan, ojek, dll).  Keterbatasan pemilikan modal yang dimiliki membuat petani harus mendistribusikan uangnya untuk semua sumber pendapatannya. Pertimbangan untuk mengaplikasikan teknologi jika modal yang dimiliki memungkinkan untuk itu.

Petani bisa menolak untuk mengadopsi teknologi berdasarkan pada pertimbangan pada persoalan lain yaitu akan ketidak pastian dari hasil yang bisa diperoleh jika mereka mengaplikasikan teknologi tersebut dalam usahataninya.  Bisa berupa penundaan sampai mereka benar-benar yakin bahwa teknologi baru bisa memberikan manfaat dan keuntungan bagi mereka.  Ini dapat dilihat dari kecepatan adospi dari suatu teknologi baru. Diperlukan studi yang mampu menjelaskan mengapa petani memilih untuk menunda mengadopsi teknologi walaupun mereka tahu keunggulannya.

Hendaknya diperhatikan bagi institusi yang terkait dalam pembangunan pertanian kita, bahwa ada hal-hal yang selama ini kurang diperhatikan dalam melakukan transfer teknologi atau memperkenalkan suatu program.  Walaupun secara ilmiah telah teruji keunggulannya sehingga diharapkan dapat dipergunakan oleh masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya; namun masih dibutuhkan pendampingan, kontrol dan evaluasi.  Dalam hal ini peran penyuluhan masih sangat diperlukan tentu dengan menyesuaikan kondisi sekarang.  Kemajuan teknologi komunikasi saat ini sudah sangat memberikan kemudahan dalam penyampaian informasi, sedangkan yang perlu disesuaikan adalah sistem dan metode yang digunakan. Evaluasi merupakan salah satu bagian penting untuk mengetahui tingkat adopsi dan perbaikan-perbaikan yang mungkin harus dilakukan agar teknologi benar-benar aplikatif  spesifika lokasi.  Perbaikan  dan penyempurnaan dilakukan agar  tidak terlalu besar biaya yang harus dikeluarkan dengan sia-sia, jika suatu teknologi tidak diadopsi.

Web Analytics