Susu Jagung Manis Sebagai Alternatif Sumber Gizi

Parent Category: Artikel
Created: Tuesday, 22 January 2013 06:52
Published: Tuesday, 22 January 2013 06:52
Written by Syamsul Bahraen
Hits: 9987

Jagung berperan penting dalam perekonomian nasional dengan berkembangnya industri pangan yang ditunjang oleh teknologi budidaya dan varietas unggul. Berdasarkan statistik tahun 2012 produksi jagung skala nasional mencapai 18.961 645 ton. Selain untuk pengadaan pakan, jagung juga banyak digunakan untuk industri makanan, minuman, kimia dan farmasi. Berdasarkan komposisi kimia dan kandungan nutrisi, jagung mempunyai prospek sebagai pangan dan bahan baku industri akan memberi nilai tambah bagi usaha tani komoditas tersebut (Suarni, 2003, Suarni dan Sarasutha 2002, Suarni et al, 2005). Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 dengan luasan panen 89.307 ha, rata-rata produktivitas 51,16 Kw/Ha, produksi jagung mencapai 456.915 ton.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri, produksi jagung semakin meningkat tiap tahunnya, seiring dengan bertambahnya luasan lahan untuk budidaya jagung. Hasil panen dari tanaman budidaya jagung sebagian besar di perdagangkan antar pulau sebagai bahan baku pakan ternak. Penganekaragaman produk olahan perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani. Selain jagung rebus, kue basah dan tojin, jagung dapat diolah menjadi susu jagung, bubur susu jagung, cornghurt, yogurt, corn flakes dan lain-lain. Di Thailand, jagung manis banyak diolah menjadi corn milk (susu jagung). Susu nabati seperti susu jagung dibutuhkan terutama bagi orang yang alergi terhadap susu sapi. Sebagai minuman, susu jagung diharapkan dapat menyegarkan dan menyehatkan tubuh karena tidak mengandung kolesterol.

Tanaman jagung (Zea mays L.) berasal dari benua Amerika. Menurut Linnaeus dalam Warisno (1998), klasifikasi tanaman jagung adalah sebagai berikut :
Divisio           :           Spermathophyta
Subdivisio      :           Angiospermae
Kelas            :           Monocotyledonena
Ordo            :           Graminae
Famili            :           Graminaceae
Subfamilia     :           Ponicoidae
Genus          :           Zea
Species        :           Zea mays L.

Bunga pada tanaman jagung terdiri dari bunga jantan dan bunga betina yang letaknya terpisah, sedangkan bunga betina terdapat pada tongkol jagung. Biji jagung tersusun dalam janggel adalah tongkol yang dibentuk pada bunga betina setelah terjadi pembuahan terjadi perkembangan biji 7 hari sampai 10 hari, yang pertama perkembangannya lambat. Suhu yang dikehendaki tanaman jagung berkisar antara 21ºC – 30ºC. Akan tetapi untuk pertumbuhan yang baik tanaman jagung khususnya jagung hibrida suhu yang optimal adalah  23ºC – 27ºC. Suhu sekitar 25ºC akan mengakibatkan perkecambahan biji jagung lebih cepat dan suhu tinggi lebih dari 40ºC akan mengakibatkan kerusakan embrio sehingga tanaman tidak jadi berkecambah.

Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan. Dimasa tumbuh kembang balita yang berlangsung secara cepat dibutuhkan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat dan seimbang.

Jagung merupakan salah satu bahan makanan pokok yang memiliki kedudukan penting setelah beras bagi masyarakat Indonesia. Kandungan gizi penting pada jagung adalah karbohidrat dan lemak. Karbohidrat jagung terdiri dari pati, gula, serat kasar dan pentosan. Pati jagung terdiri dari amilosa dan amilopektin, sedangkan gulanya berupa sukrosa. Lemak jagung sebagian besar terdapat pada bagian lembaganya. Asam lemak penyusunnya terdiri dari asam lemak jenuh yang berupa palmitat dan stearat serta asam lemak tidak jenuh berupa oleat dan linoleat. Protein jagung mempunyai komposisi asam amino yang cukup baik, tetapi asam amino lisin dan triptofan terdapat dalam jumlah kecil (tabel 1).

Tabel 1. Komposisi nilai gizi jagung

Kriteria gizi

Satuan

Jumlah

β-karotin

mg/100 g

0.76

Asam Jenuh

"

1,61

Asam lemak tidak jenuh

"

5,05

Protein

"

9,01

Amilosa

"

34,55

Amilopektin

"

65,45

Lisin

"

0,2

Triptofan

"

0,04

 

Susu jagung diperoleh dengan cara penggilingan biji jagung yang telah direbus dalam air. Hasil penggilingan disaring untuk memperoleh filtrat yang kemudian dipasteurisasi dan diberi flavor untuk meningkatkan rasanya. Kandungan ekstrak karbohidrat dalam susu jagung dipengaruhi oleh varietas jagung, jumlah air yang ditambahkan, jangka waktu dan kondisi penyimpanan, kehalusan gilingan, dan perlakuan panas. Kelebihan susu jagung dibandingkan dengan susu sapi atau kedelai adalah bahan bakunya mudah didapat dengan harga tidak terlalu tinggi. Jagung tidak mengandung lactate intolerance (yang membuat susu bau amis). Susu jagung mengandung serat lebih banyak, cocok buat mereka yang diet.
Proses Pengolahan Susu Jagung :

Alat-alat

  1. Blender
  2. Pisau
  3. Baskom
  4. Sendok pengaduk
  5. Kain saring
  6. Panci stainles steel
  7. Kompor
  8. Thermometer air raksa
  9. Botol kemasan / cup plastik

Bahan

Bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi susu jagung adalah :

  1. Jagung muda/jagung manis pipil sudah direbus 1 kg
  2. Gula pasir 400 gram
  3. Air 3,5 liter ± 16 gelas
  4. Garam 10 gram (secukupnya)
  5. Maltodextrin 2 gram (0,2%)
  6. Flavor yang disukai
  7. Natrium benzoat 0,03 gram/kg bahan

Cara Pembuatan :

  1. Jagung muda disortasi terlebih dahulu supaya terhindar dari ulat serta tidak tua dan kering
  2. Jagung dikupas dan direbus sampai matang, kemudian dipipil.
  3. Timbang jagung pipilan (1 kg).
  4. Jagung pipil diblender menggunakan air kemudian disaring dengan kain saring.
  5. Filtrat yang dihasilkan ditambahkan gula, garam, dan maltodextrin serta flavor yang disukai kemudian diaduk sampai homogen.
  6. Panaskan filtrat pada suhu 700 -800 C selama 15 menit.
  7. Kemas dalam botol kemasan plastik kaku dalam keadaan panas dan tutup sesegera mungkin untuk menghindari kontaminasi mikroba.
  8. Pasang label dengan memberi keterangan komposisi, volume, produksi, dan umur simpan.
  9. Simpan pada suhu dingin (0-5ºC).

10. Untuk penyimpanan lebih lama, produk harus dikemas dalam botol kaca dengan proses sebagai berikut :

Persiapan botol kaca

  1. Botol dan tutupnya dibersihkan sampai bersih, kemudian dikukus dalam dandang selama 30 menit.
  2. Tutup botol terus terpasang sampai proses pembuatan susu jagung selesai.

Proses Pembuatan susu jagung

Proses pembuatan susu sama dengan proses poin 1 sampai 6 sebelumnya. Langkah-langkah selanjutnya adalah :

  1. Kemas dalam botol kaca.
  2. Sterilisasi dalam dandang selama 15 menit.
  3. Kemudian diangkat dari dandang dan dinginkan.
  4. Setelah dingin pres tutup botol dengan menggunakan alat pres botol.
  5. Lakukan inkubasi selama satu minggu dengan posisi botol terbalik.
  6. Pasang label.
  7. Susu jagung siap dikonsumsi
Web Analytics