Eksternalitas Usaha Ternak

Parent Category: Artikel
Created: Saturday, 29 December 2012 08:32
Published: Saturday, 29 December 2012 08:32
Written by Sasongko WR dan Farida Sukmawati M
Hits: 8135

Setiap usaha akan memberikan dampak yang baik (positif) atau buruk (negatif) terhadap kondisi di sekitarnya.  Dampak positif dan negatif ini dalam ilmu ekonomi dikenal dengan istilah “eksternalitas”.  Akibat yang ditimbulkan tersebut akan menjadi pertimbangan dalam kelanjutan usaha, apakah dampak positif lebih besar dari dampak negatif.  Tentu jika dampak negatif lebih besar maka seharusnya ada upaya-upaya penanggulangannya, atau usaha tersebut tidak bisa dilanjutkan.  Contohnya jika ada suatu pabrik tekstil yang didirikan di tengah areal pertanian akan memberikan dampak yang positif seperti penyerapan tenaga kerja di sekitar pabrik sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat; namun hal negatif yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana dengan pencemaran limbahnya.

Saat ini dengan jumlah populasi penduduk yang semakin meningkat, menyebabkan perkembangan pemukiman semakin luas tidak hanya di sekitar wilayah perkotaan.  Perluasan area pemukiman sudah berkembang ke wilayah-wilayah pinggiran kota bahkan di sekitar area pertanian.  Di samping itu penduduk pedesaan juga semakin banyak dan tentu membutuhkan lahan untuk menjadi tempat mereka bermukim. Perkembangan pemukiman yang semakin berkembang pesat pada akhirnya mendesak usaha-usaha pertanian dalam arti luas termasuk usaha peternakan.

Jika semula suatu lokasi masih layak untuk menjadi tempat beternak kemudian berangsur-angsur tumbuh pemukiman di sekitarnya sehingga pada akhirnya justru usaha peternakan menjadi tidak layak di wilayah itu.  Usaha peternakan dianggap memberikan eksternalitas negatif terhadap lingkungan sekitarnya, karena pencemaran yang ditimbulkan seperti bau yang menyengat, limbah sisa pakan dan limbah kotoran ternak, di samping masih ada keluhan lainnya. Sedangkan dampak positif yang ditimbulkan mungkin lebih kecil seperti penyerapan tenaga kerja, hanya beberapa orang tenaga kerja dari masyarakat sekitar yang bekerja di sana.

Bagaimana dengan pembangunan pertanian? Pertanian dalam arti luas produknya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, juga menjadi sumber pendapatan masyarakat.  Semestinya antara kepentingan untuk hidup manusia (pangan, pendapatan) dan pemukiman bisa sejalan;  untuk dinikmati dan diperoleh dalam kondisi seimbang, aman dan terkendali.  Masing-masing mestinya memiliki ruang tersendiri yang tidak saling memberikan eksternalitas negatif.  Oleh karena itu pentingnya pembangunan menyeluruh bukan hanya pada infrastruktur, sarana dan prasarana; tetapi kebijakan pengaturan tata ruang.  Saat ini pengaturan tata ruang menjadi sangat penting agar tidak terjadi bentrokan antar kepentingan dalam pembangunan pertanian.

Berbagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian dilakukan dengan pemanfaatan teknologi, namun bisa terjadi tujuan tidak tercapai karena berbagai masalah eksternal.  Dalam tulisan ini kita memfokuskan pada sektor peternakan.  Pada dasarnya usaha peternakan tidak harus membutuhkan lahan yang luas; karena melalui intensifikasi bisa diperoleh produktivitas yang baik.  Luasan lahan untuk peternakan tidak selalu berkorelasi positif terhadap produktivitas ternak, walaupun khususnya untuk hijauan  pakan produktivitasnya berkorelasi dengan luasan lahan.  Untuk efisiensi lahan bisa dengan sistem integrasi tanaman pangan dan pakan ternak.  Terkait dengan eksternalitas tadi ketika usaha ternak berada di antara lokasi pemukiman maka akan muncul dampak negatif pencemaran lingkungan, walaupun usaha ternak lebih dahulu berada di situ.  Eksternalitas negatif yang lebih besar dari nilai positifnya akan mempengaruhi keberlanjutan usaha. Usaha ternak akan terancam ditutup atau harus dipindahkan ke lokasi lain, ini akan berpengaruh terhadap pengembangan peternakan itu sendiri.

Memindahkan suatu usaha tentu tidaklah mudah, membutuhkan biaya dan investasi baru.  Oleh karena itu untuk membangun usaha ternak saat ini sudah seperlunya mempertimbangkan lokasi yang akan digunakan; memperhatikan pembangunan tata ruang atau bisa memperhitungkan lama waktu untuk tetap berada di lokasi tersebut.  Perhitungan ekonomis lainnya adalah bisa mengkalkulasi biaya yang dikeluarkan untuk mengatasi eksternalitas negatifnya.  Pembangunan kadang disertai drainase yang baik, penampung limbah yang berfungsi sebagai “recycling” dan pengolah limbah untuk menjadi bahan organik bermanfaat dan bahkan bisa “zero waste

Regulasi Pemerintah

Tata ruang yang telah disusun pemerintah sebaiknya dapat diimplementasikan dan menjadi pedoman dalam setiap program pembangunan baik pembangunan dalam aspek sosial maupun pembangunan perekonomian.  Sumber-sumber perekonomian bukan hanya di sektor perindustrian, perdagangan tetapi yang tidak kalah penting adalah sektor pertanian.  Pengaturan pemanfaatan dari setiap ruang yang sudah dialokasikan berdasarkan kepentingan bersama bisa dilakukan penerapan insentif, kompensasi dan penetapan besarnya pajak untuk setiap jenis usaha yang akan dibangun. Jika kiranya suatu usaha menghasilkan limbah dan pencemaran tertentu, semakin besar tingkat nilai negatifnya maka akan diterapkan pajak yang besar atau harus membayarkan kompensasi terhadap kerusakan yang bisa ditimbulkan.  Sebaliknya jika suatu usaha ternyata memberikan nilai positif yang besar, makin besar nilai positif maka pemerintah bisa memberikan insentif.

Web Analytics