Penguatan Kelembagaan Perbenihan Padi Melalui Kerjasama Dalam Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI) Berbasis Agribisnis Di NTB

Pin It

Pendahuluan

Pendekatan Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (M-P3MI) Berbasis Usaha Agribisnis pertanian di desa Setanggor dan Tanak Rarang kecamatan Praya Barat, kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat sebagai terobosan percepatan diseminasi inovasi teknologi yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian sejak 2011. Model ini merupakan unit percontohan skala pengembangan berwawasan agribisnis terpadu. Titik ungkit dari agribisnis perdesaan melalui kegiatan M-P3MI adalah berbasis inovasi. Hendaknya model ini tidak dipandang sebagai model spasial dalam ruang hampa yang bebas dari pengaruh eksternal (Hendayana, 2011). Keberadaan kegiatan M-P3MI di perdesaan yang berbasis inovasi dan agribisnis akan menggerakan perekonomian perdesaan yang lebih dinamis melalui pengembangan jaringan komunikasi dan kerjasama dalam spektrum lebih luas.

Luas dan kedalaman konektivitas antar pelaku agribisnis perbenihan tanaman pangan melalui integrasi antara M-P3MI dengan program-program pembangunan ekonomi lainnya akan membentuk jejaring rantai nilai (value chain) yang makin lama makin luas dan membesar. Implementasi model ini menghasilkan nilai tambah ekonomi yang besar, melalui pengembangan industri perbenihan tanaman pangan yang terdiversifikasi luas, efisien, dan padu-padan dalam satu jaringan rantai pasok. Industri perbenihan dikembangkan seluas mungkin melalui diversifikasi berspektrum luas secara horisontal, vertikal, temporal dan fungsional (Hendaya, 2011).

Penguatan Kelembagaan Agribisnis Perbenihan Padi

Penguatan kelembagaan tani tidak hanya pada aspek organisasi dan norma-norma melainkan juga penguatan kelembagaan melalui peningkatan kapasitas pemahaman dan penerapan teknologi komoditas serta pengembangan wawasan agribisnis. Penguatan kelembagaan dalam usaha agribisnis perbenihan padi dilakukan melalui pengembangan jaringan komunikasi dan kerjasama. Pada MH dan MK I telah dilakukan pengembangan jaringan kerjasama agribisnis dengan stakeholder pemerintah daerah, perusahaan swasta dan BUMN serta penangkar benih padi guna meningkatkan nilai tambah bagi petani produsen. Penguatan kelembagaan tani menurut kepala BPTP NTB meliputi tiga inovasi utama, yaitu inovasi komoditas, inovasi kelembagaan dan inovasi agribisnis. Ketiga inovasi tersebut saling terkait dalam peningkatan produksi komoditas sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah bagi anggota kelompok tani.

Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (M-P3MI) di desa Setanggor dan Tanak Rarang kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat merupakan unit percontohan skala pengembangan berwawasan agribisnis terpadu. Titik ungkit dari agribisnis perdesaan melalui kegiatan MP3MI adalah berbasis inovasi. Hendaknya model ini dapat dikembangkan secara luas oleh pemerintah daerah dan perusahaan swasta sebagai pelaku agribisnis perbenihan padi.

Kegiatan M-P3MI di desa Setanggor dan Tanak Rarang telah bersinergi dan terintegrasi dengan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP), Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) dari perusahaan BUMN (PT SHS) serta perusahaan swasta lainnya dalam industri perbenihan padi, jagung dan kedelai. Antara MP3MI dengan program pembangunan tersebut saling berintegrasi dan bekerjasama untuk memperkuat kegiatan industri perbenihan tanaman pangan sehingga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi perdesaan yang bergerak meluas dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian wilayah Nusa Tenggara Barat. Diharapkan peran pemerintah daerah memperkuat, menyebarluaskan dan melestarikan model ini dengan bersinergi dengan program pembangunan ekonomi  lainnya dalam mendukung pembangunan ekonomi perdesaan.

Pemberdayaan kelembagaan tani di desa Setanggor dan Tanak Rarang kecamatan Praya Barat, kabupaten Lombok Tengah untuk agribisnis perbenihan padi dan kedelai dimulai tahun 2012. Jumlah kelembagaan tani yang terlibat dalam kegiatan agribisnis perbenihan meliputi 2 Gapoktan dan 14 Poktan.

Penguatan kelembagaan tani terutama pada kelompok tani Cipta Karya II yang merupakan  anggota Gapoktan Jati Agung di desa Setanggor telah dilakukan dengan membangun “Laboratorium Teknologi dan Agribisnis perdesaan” sebagai bagian dari proses desiminasi inovasi dalam pelaksanaan MP3MI.

Gapoktan Jati Agung juga bekerjasama dengan PT SHS dalam pengembangan informasi dan teknologi melalui “SHS Shop” di Sekretariat Gapoktan Jati Agung. Selain itu, pada panen MK I ini Gapoktan Jati Agung memproduksi benih varietas Inpari 10 berlabel Ungu sebanyak 10 ton untuk melayani kebutuhan benih bagi anggota kelompok. Kegiatan kerjasama perbenihan padi yang telah berjalan selama dua musim tanam ini dirasakan petani manfaatnya yang cukup besar terhadap peningkatan nilai tambah.

Gapoktan Mertak Jati bekerjasama dengan beberapa pengusaha benih dan penangkar, Dinas Pertanian Lombok Tengah melalui program PUAP, serta Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Tengah melalui program LDPM. Gapoktan Mertak Jati bergerak dalam agribisnis perbenihan padi dan kedelai, agribisnis sarana produksi (benih, pupuk dan obat-obatan), distribusi pangan masyarakat, tunda jual gabah dan pengolahan gabah menjadi beras. PPL desa Setanggor dan Tanak Rarang selaku pendamping inovasi dan kelembagaan tani menjelaskan bahwa dukungan BPTP NTB melalui kegiatan M-P3MI menyebabkan perubahan besar dalam pengelolaan komoditas tanaman pangan dalam penerapan teknologi dan kegiatan agribisnis perbenihan padi.

 

Aspek Kerjasama Agribisnis Perbenihan Padi dan Integrasi Program

Hasil pelaksanaan koordinasi ditindaklanjuti Kantor Ketahanan Pangan kabupaten Lombok Tengah dengan merealisasikan bantuan sosial (BANSOS) untuk pemberdayaan kelembagaan tani  (Gapoktan Mertak Jati) di desa Setanggor melalui program Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) sebesar Rp. 150.000.000. Rincian penggunaan anggaran yaitu: Rp 30.000.000,- digunakan untuk membangun gudang penyimpanan gabah dan Rp 120.000.000,- digunakan untuk distribusi pangan masyarakat melalui jual beli gabah serta pengolahan gabah menjadi beras. Pada tahap awal Gapoktan Mertak Jati telah memproduksi beras super sebanyak 1 ton yang dijual kepada pedagang besar. Pemanfaatan gudang untuk penyimpanan gabah sebagai strategi untuk “tunda jual” dan penyediaan pangan bagi masyarakat. Sistem ini dapat diintegrasikan dengan kegiatan sistem Resi Gudang yang ditawarkan oleh PT iPASAR dan PT Pertani.

PT SHS bekerjasama dengan 4 Poktan yang merupakan anggota Gapoktan Jati Agung di desa Setanggor dengan memberikan bantuan paket teknologi berupa benih padi, pupuk Urea, NPK, SP-36, ZA, Obat-obatan (Amistartop, Stuntman, V3) dan biaya garap dengan total nilai pinjaman Rp 3.600.000,-/ha.  Total investasi PT SHS di desa Setanggor melalui program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) pada 185 orang petani dengan luas tanam 180,5 ha mencapai Rp 207.000.000,-. Sitem pengembalian pinjaman bersifat yarnen dengan besarnya bunga pinjaman berdasarkan kesepakatan antara petani dengan pihak perusahaan. Beberapa pengusaha benih dan penangkar benih juga melakukan kerjasama dengan kelompok tani dalam produksi calon benih padi. Produksi calon benih padi yang dilakukan oleh Gapoktan dan kelompok tani di desa Setanggor dan Tanak Rarang meingkatkan nilai tambah dibanding jika menjual gabah untuk konsumsi.

 

Tabel 1. Jumlah petani yang bekerjasama dengan perusahaan swasta dan penangkar benih dalam produksi benih padi di desa Setanggor dan Tanak Rarang kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah pada MK I 2012.

No

Perusahaan/pengusaha benih/penangkar

Jumlah petani (org)

Luas tanam (Ha)

Bentuk kerjasama

1.

PT SHS (program GP3K)

185

180,5

Produksi calon benih dan konsumsi

2.

UD, Humpik Tani

13

11

Produksi calon benih sebar

3.

UD Mekar Tani

10

8,05

Produksi calon benih sebar

4.

H. Faizal (penangkar benih)

1

1,5

Produksi calon benih sebar

5.

Gapoktan Jati Agung

15

10

Produksi benih sebar

6.

UPBS BPTP NTB

1

3

Produksi benih sumber

Sumber: Analisis data primer

Sebuah harapan ke depan bahwa melalui koordinasi, jaringan komunikasi dan kerjasama dengan semua stakeholder dalam kegiatan MP3MI melalui kegiatan agribisnis perbenihan tanaman pangan (padi, kedelai dan jagung) akan menjadikan kawasan desa Setanggor dan Tanak Rarang menjadi “sentra industri perbenihan tanaman pangan” karena didukung oleh sumber daya yang sangat berpotensi.

Aspek Penggunaan Teknologi

Tingkat adopsi teknologi melalui kegiatan SLPTT masih tergolong rendah. Namun, terdapat kecenderungan peningkatan penggunaan varietas unggul baru (VUB) padi. Penerapan beberapa komponen teknologi seperti penggunaan pupuk yang sesuai, pengurangan penggunaan pupuk urea, penggunaan pupuk organik, cara pemupukan, sistem tanam dan jarak tanam sudah mendekati anjuran dibandingkan sebelumnya. Meskipun demikian perbaikan penggunaan VUB padi oleh petani seperti penggunaan varietas Inpari 7, 10, dan 13 memperlihatkan kecenderungan peningkatan produktivitas

Proses pemberdayaan kelembagaan tani dalam agribisnis perbenihan dilakukan mslalui sosialisasi dan koordinasi kegiatan melalui workshop perencanaan dan pelaksanaan M-P3MI yang diikuti oleh stakeholder (Dinas pertanian dan Peternakan kabupaten Lombok Tengah, BP4K, Kantor Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, PT Pertani, PT Ipasar, Pengusaha benih kabupaten Lombok Tengah, Penangkar benih) dan seluruh kelompok tani dan Gapktan dari desa Setanggor, Tanak Rarang dan Pandan Indah.

Tabel 2. Rata-rata luas tanam padi, penggunaan VUB padi dan produktivitas padi di desa Setanggor kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

Uraian

Sebelum program MP3MI

Setelah Program MP3MI

MH 2010/2011

MH 2011/2012

MH 2010/2011

MH 2011/2012

Luas Tanam (ha)

0,73

0,78

0,76

0,8

Penggunaan benih VUB padi (kg/ha)

46,33

43,26

42,37

41,0

Produktivitas (t/ha)

4,30

4,78

5,31

5,81

Sumber: Analisis data primer, 2012

Demplot Perbenihan Padi

Demplot perbenihan padi seluas 4 ha yang dilakukan di desa Setanggor dan Tanak Rarang kecamatan Praya Barat. Varietas yang digunakan meliputi: Situbagendit, Inpari 7, Inpari 10 dan Inpari 3 serta varietas Hibrida 128. Demplot perbenihan padi merupakan kegiatan desiminasi dalam memperkenalkan teknologi berbasis agribisnis. Melalui demplot, hamper sebagian besar petani telah penggunaan benih unggul padi berlabel ungu dan biru.

Sistem tanam yang digunakan untuk demplot perbenihan padi adalah sistem tanam legowo 4 : 1. Dosis pemupukan yang digunakan adalah sebagai berikut:

Tabel 3. Dosis pengguanaan pupuk pada demplot perbenihan padi

No.

Jenis Pupuk

Dosis (kg/ha)

Keterangan

1.

Ponska

200

 

2.

Urea

100

 

3.

Boster urea

5 botol

250 ml/botol

4.

POC

5 ltr

Pupuk organik cair

5.

POG

350

Pupuk organik granula

Tabel 4. Produksi Hasil Ubinan Demplot Perbenihan padi di desa Setanggor dan Tanak Rarang Kecamatan Praya Barat, kabupaten Lombok Tengah.

No.

Nama Petani

Kelompok tani

Luas (Ha)

Varietas

Produktivitas (t/ha)

Keterangan

1.

Kamarudin

Tunas Ice desa Tanak Rarang

1,0

 

Situbagendit

6,70

 

 

 

Tunas Ice desa Tanak Rarang

0,80

Inpari 7

5,10

Menjelang stadia pembungaan terjadi serangan kresek

2.

Kamarudin, SH

Sinar Harapan, desa Setanggor

1,0

Inpari 10

 

6,20

Menjelang stadia pembungaan terjadi serangan kresek

3.

H. Fadli

C. Karya II

0,55

Inpari 3

7,05

 

 

H. Fadli

C. Karya II

0,25

Hibrida 128

9,10

 

Kesimpulan

  1. Sinergisme kgiatan M-P3MI dengan program pembangunan lainnya melalui sosialisasi dan koordinasi program mempercepat proses desiminasi teknologi dan usaha agribisnis.
  2. Pelaksanaan kegiatan M-P3MI terjadi peningkatan penerapan teknologi padi terutama penggunaan varietas unggul baru (VUB).
  3. Penguatan kelembaga tani melalui pengembangan jaringan komunikasi dan kerjasama agribisnis meningkatkan jumlah petani yang terlibat dalam produksi calon benih padi.
  4. Penguatan kelembagaan tani di desa Setanggor dan Tanak Rarang dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan BUMN, perusahaan swasta, pengusaha benih dan penangkar benih dalam produksi dan pemasaran benih padi.
Web Analytics