Prospek NTB Sebagai Pemasok Jagung Nasional

Parent Category: Artikel
Created: Friday, 16 December 2011 13:44
Published: Friday, 16 December 2011 13:44
Written by Yuliana Susanti
Hits: 4626

Tanaman jagung merupakan komoditi pangan andalan bagi sebagian besar masyarakat di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain sebagai sumber pendapatan dan lapangan kerja, jagung juga termasuk komoditi yang bisa mendatangkan devisa bagi Negara. Subsektor tanaman pangan NTB telah lama dikenal sebagai penyangga pangan (beras) dan penghasil kedelai nasional. Selain itu, kini NTB juga mulai diperhitungkan sebagai penghasil jagung.

Dalam beberapa tahun terakhir ini terlihat indikasi yang jelas bahwa, permintaan jagung akan terus meningkat seiring dengan penambahan jumlah penduduk. Selain itu, jagung  juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan baku industri pangan dan kini juga dimanfaatkan sebagai bahan baku bioenergi (bioetanol) sebagai pengganti bahan bakar fosil yang ketersediaannya mulai terbatas.

Pemerintah Propinsi NTB menetapkan jagung sebagai program unggulan pembangunan daerah, hal ini merupakan langkah tepat karena selain memiliki potensi daerah (potensi lahan), tanaman jagung merupakan tanaman yang cukup mudah untuk dibudidayakan, disamping tidak terlalu membutuhkan banyak air, aman dari serangan hama  dan penyakit. Hal yang tidak kalah penting adalah, jagung memiliki peran yang cukup besar dalam perekonomian nasional dengan berkembangnya industri pangan yang ditunjang oleh teknologi budidaya dan varietas unggul.

Salah satu bukti keberhasilan petani yang terus menerus berupaya melakukan inovasi-inovasi baru dalam budidaya jagung, terwujud dengan adanya panen raya jagung di Dusun Jeruju Desa Mumbul Sari, Bayan Lombok Utara oleh Gubernur NTB, T.G.H. M. Zainul Majdi, M.A., beberapa waktu lalu. Hal ini tentu saja semakin menguatkan citra NTB sebagai daerah penghasil jagung.

Berdasarkan data statistik, produksi jagung di NTB selama 5 tahun terakhir meningkat rata-rata 35% pertahun. Pada tahun 2009 produksi jagung meningkat 57,37% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu dari 196.237 ton pipilan kering pada tahun 2008 naik menjadi 308.863 ton pipilan kering pada tahun 2009.

Hal yang cukup menggembirakan bagi petani saat ini adalah, kini telah banyak pelaku pasar yang ikut meramaikan pasar jagung NTB. Salah satunya adalah PT. Gerbang NTB Emas (GNE) sudah menandatangani MOU dengan PT i-pasar yang akan measarkan jagung NTB. Niat baik dari para pelaku pasar tersebut diharapkan dapat membuat harga jagung NTB menjadi lebih tinggi dan stabil, sehingga terus memberikan pengaruh yang lebih baik pada perkembangan komoditi jagung NTB.

Untuk menyukseskan program Pemerintah Propinsi NTB, diperlukan peran serta seluruh jajaran terkait agar komoditi jagung  yang telah ditetapkan sebagai komoditi unggulan di daerah ini dapat terus di dukung perkembangannya dan mampu memberikan manfaat yang jauh lebih baik bagi kesejahteraan petani.

(Sumber : di sari dari berbagai sumber dari internet. Dinas PertanianTanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB)

Web Analytics