Uji Coba Perangkap Feromon-exi Di Desa Lido Kecamatan Belo Kabupaten Bima

Parent Category: Artikel
Created: Wednesday, 01 June 2011 11:14
Published: Wednesday, 01 June 2011 11:14
Written by Nani Herawati
Hits: 4939

Uji Coba Perangkap Feromon-exi baru-baru ini dilaksanakan di Desa Lido Kecamatan Belo Kabupaten Bima, Kegiatan ini dihadiri oleh PPL, SL-PHT, Petani Bawang merah di Desa Lido, kegiatan ini bertujuan untuk melindungi pertanaman Bawang merah dari gangguan ulat Bawang yaitu Spodoptera , sp, yang banyak merugikan petani bawang merah. Pelaksanaan Kegiatan uji coba Pengendalian Ulat Bawang (Spodoptera sp ) dilaksanakan khusus pada hamparan pertanaman bawang merah. Luasan Lahan yang dilakukan uji coba ini yaitu seluas 1 Ha dalam satu hamparan. Pada luasan hamparan 1 Ha ini dipasang alat perangkap berjumlah 20 buah (Feromon-exi) dan ditempatkan dibeberapa titik dengan jarak 20-30 M antar titik. Uji coba pengendalian ulat bawang ini di respon dengan baik oleh masyarakat khususnya petani bawang merah.

Kegiatan ini diawali dengan Pengarahan oleh PPL Setempat dalam hal ini di sampaikan oleh Ma’ruf SP . Sesi berikutnya disi dengan pengarahan dan cara pemasangan Feromon-exi oleh BPTP NTB sekaligus melakukan diskusi tentang persoalan pertanaman bawang merah. Dalam diskusi petani menayakan beberapa hal menyangkut aspek budidaya Tanaman Bawang Merah dan alat perangkap feromon-exi termasuk diantaranya petani menanyakan bagaimana memperoleh alat perangkap Feromon-exi ini dengan cepat dan mudah.

Uji coba perangkap ulat bawang Spodoptera, sp merupakan salah satu kegiatan uji coba FSA FEATI. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanaman bawang merah yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani kita melalui upaya pencegahan pertanaman bawang merah dai gangguan Ulat Bawang (Spodotera, sp ) yang dapat merugikan petani bawang merah.

Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pertemuan dengan petani selanjutnya demonstrasi dan praktik langsung dengan para petani tentang pemasangan alat perangkap ini.

Setelah petani melakukan praktik cara pemasangan perangkap ulat bawang ini, selanjutnya petani diajak langsung melakukan pemasangan dilahan dengan jarak 20-30 meter dalam luasan hamparan penanaman bawang merah.

Diharapkan dengan kegiatan ini mampu memberikan dampak yang sangat baik kepada Petani Bawang Merah di desa Lido kecamatan Bolo Kabupaten Bima dalam rangka meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Para petani.

Sebagai tambahan Pengetahuan dan Informasi Bagi Para Petani khususnya Petani Bawang merah bersama ini disusun prosedur dan cara pemasangan Feromon exi dan Perangkap exi

  1. Siapkan Feromon-exi, perangkap-exi, gunting, peniti,air sabun ( 1 gram sabun/liter air )
  2. Buka Kemasan Feremon-exi,gunting bungkus plastik pada bagian atas klipnya (segel).
  3. Buka klip ,cantolkan peniti pada feromon –exi (jejari jangan kontak langsung dengan karet feromon-exi dan gantungkan pada tempat yang telah di sediakan pada tutup alat perangkap –exi.
  4. Perangkap exi ( stoples ) disi dengan air sabun setinggi 3 cm, dari dasar toples
  5. Pasang tutup stoples yang telah digantungi karet feromon exi ,karet feromon exi jangan kontak langsung dengan air sabun
  6. Pasang Perangkap-exi pada pertanaman bawang sekitar 15-20 cm diatas permukaan daun bawang dengan ajir bambu.
  7. Pasang perangkap exi disekeliling dan tengah pertanaman dengan jarak 20-30 M. Pada setiap ujung lahan harus dipasang satu perangkap.
  8. Untuk 1 Ha diperlukan 10-25 perangkap tergantung pada luas area yang diperlukan dan perangkap dipasang mulai 1 hari setelah tanam.
  9. Perangkap diamati dan apabila air sabun telah padat dengan kupu-kupu bawang (300-500 ekor) maka air sabun dan kupu-kupu di buang dan diganti dengan air sabun yang baru. Hati-hati ,karet feromon exi jangan kena air sabun.
  10. Feromon exi dapat bekerja hingga 60 hari ( tergantung cuaca dan kecepatan Angin)
Web Analytics