Workshop Persiapan ARF Mendukung FMA di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu

Parent Category: Artikel
Created: Tuesday, 05 April 2011 12:37
Published: Tuesday, 05 April 2011 12:37
Written by Achmad Muzani
Hits: 3931

Provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB ) merupakan salah satu dari 18 Provinsi lokasi Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian ( P3TIP ) atau FEATI. Berdasarkan Permentan No. 29 tahun 2007 terdapat lima komponen dalam program FEATI  dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Dari ke lima komponen tersebut, Badan Litbang Pertanian memiliki tanggung jawab terhadap Komponen C yaitu pelaksanaan kegiatan pengkajian dan diseminasi teknologi kebutuhan petani. Komponen C ini secara umum bertujuan untuk mengenalkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani dan pasar serta meningkatkan kapasitas Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) supaya berfungsi lebih efektif.

Untuk mencapai tujuan dimaksud,  salah satu kegiatan komponen C adalah pelaksanaan Workshop Persiapan Action Research Facilities (ARF) Mendukung Farmer Managed Extension Activities ( FMA ). Tujuan dari kegiatan ini adalah 1) meningkatkan kemampuan Tim Penyuluh Lapangan ( TPL ) dalam merakit teknologi spesifik lokasi yang nantinya bermanfaat dalam pelaksanaan Kaji Tindak di masing-masing BPP., 2) meningkatkan kemampuan TPL dalam memfasilitasi Unit Pembelajaran FMA, Penyuluh swadaya dan Kelompok Pembelajar untuk merakit teknologi spesifik lokasi.

Kegiatan ini dilaksankan di lima kabupaten, dimulai dari Kabupaten Lombok Tengah pada tgl. 23 dan 24 Maret, Kabupaten Bima  tgl.28 dan 29 Maret, Kabupaten Dompu tgl. 30 dan 31 Maret, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa dijadwalkan masing-masing pada tgl.11 dan 12 April;  14 dan 15 April 2011, yang difasilitasi oleh P3TIP/FEATI komponen C ( BPTP-NTB ) dengan narasumber atau fasilitator Peneliti dan Penyuluh dari BPTP NTB.

Materi yang dibahas dalam kegiatan workshop ARF antara lain : metode kaji tindak teknologi spesifik lokasi, Value Chain Analysis (VCA), Analisis Ekonomi  Parsial Komoditi yang akan dikaji. Selain dibekali teori peserta langsung melakukan praktek mengidentifikasi komoditi yang akan dikaji tindak, merumuskan issu atau masalah dari komoditi yang sudah ditentukan berdasarkan hasil identifikasi, mengidentifikasi teknologi yang ada beserta kinerjanya (teknologi petani, teknologi penyuluh, teknologi dari BPTP, teknologi dari perusahaan dan lain-lain) dan selanjutnya disintesa menjadi suatu teknologi yang disepakati untuk dilakukan kaji tindak di masing-masing BPP.

Salah satu indikator keberhasilan atau  keunggulan dari suatu perbaikan  teknologi adalah tambahan hasil atau tambahan pendapatan yang diperoleh dari suatu teknologi. Untuk itu, kepada seluruh peserta juga diberikan keterampilan menghitung dengan analisis ekonomi parsial. Dari hasil penghitungan ini dapat diketahui teknologi mana yang memberikan keuntungan atau nilai tambah yang lebih tinggi sehingga dapat diambil kesimpulan teknologi mana yang layak dikembangkan di wilayah BPP yang bersangkutan.

Pelaksanaan workshop ARF di Kabupaten Bima diikuti oleh 70 orang TPL berasal  dari 14 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Hasil workshop ARF di Kabupaten Bima disajikan pada tabel 1 berikut ini.

Tabel 1: Hasil Workshop Persiapan  ARF di Kabupaten Bima

No BPP Hasil Identifikasi Agrib. Komo. Unggulan Issu yg akan dikaji tindak Identifikasi Tek. yang ada Tek yang disepakati utk dikaji tindak
1 Sanggar Jagung Peningkatan Produktivitas Tekn. Penyuluh, Tekn. Petani Gabungan dari Tekn. Petani dan Tekn. Penyuluh
2 Wawo Jagung Peningkatan Mutu Produksi
Tekn. Petani,
Tekn. BPTP,
Tekn. Penyuluh
Gabungan Tekn. BPTP dan Tekn. Penyuluh
3 Lambu Bawang Merah Peningkatan Kualitas Hasil Bw. Merah
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh,
Tekn. BPTP,
Tekn. Perusahaan
Gabungan Tekn. Petani dan Tekn. Penyuluh
4 Woha Bawang Merah Peningkatan  Produktivitas
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. BPTP
Gabungan dari semua sumber teknologi
5 Monta Padi Penyediaan benih padi bersertifikat
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. BPTP
Gabungan Tekn.yang ada
6 Tambora Kacang Tanah Peningkatan Produktivitas
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. BPTP
Gabungan Tekn.yang ada
7 Ambalawi Bawang Merah Peningkatan Mutu Produksi
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. BPTP
Gabungan Tekn.yang ada
8 Langgudu Kacang Tanah Peningkatan Mutu dan Produktivitas
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Gabungan kedua Tekn.
9 Wera Kacang Tanah Perbaikan Produktivitas
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. BPTP
Gabungan Tekn. Penyuluh dan BPTP
10 Donggo Padi Gogo Peningkatan Produktivitas
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. BPTP
Gabungan Tekn. Penyuluh dan BPTP
11 Madapangga Kedelai Peningkatan Produktivitas
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. BPTP
Gabungan Tekn. Petani,  Penyuluh dan BPTP
12 Belo Bawang Merah Perbaikan Mutu
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Gabungan keduanya
13 Bolo Kedelai Peningkatan Produktivitas
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. BPTP
Gabungan ketiga teknologi
14 Sape Bawang Merah Peningkatan Mutu Hasil
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. BPTP
Gabungan Tekn. Peyuluh dan BPTP

Pelaksanaan Workshop di Kabupaten Dompu diikuti oleh 52 orang TPL yang berasal dari 8 BPP dengan hasil  disajikan pada tabel 2 berikut ini.

Tebl 2 : Hasil Workshop Persiapan  ARF di Kabupaten Dompu

 

No BPP Hasil Identifikasi Agrib. Komo. Unggulan Issu yg akan dikaji tindak Identifikasi Tek. yang ada Tek yang disepakati utk dikaji tindak
1 Hu'u Padi Penyediaan benih padi bersertifikat Tekn. Petani, Tekn. BPTP, Tekn. Penyuluh, Tekn. Perusahaan Gabungan dari Tekn. yang ada
2 Woja Jagung Peningkatan Mutu Produksi
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Gabungan ke duanya
3 Pajo Cabe Peningkatan Produktivitas
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh,
Tekn. Perusahaan
Gabungan Tekn. Penyuluh dan Perusahaan
4 Dompu Jagung Peningkatan Produktivitas
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. lainnya
Gabungan  teknologi yang ada
5 Manggelewa Cabe kecil Peningkatan Produktivitas
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. Perusahaan
Menggunakan Tekn. Perusahaan
6 Kilo Kambing Peningkatan Populasi kambing
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. Penyuluh
7 Kempo Padi Penangkaran
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh
Tekn. SLPTT
Gabungan Tekn. dan SLPTT
8 Pekat Sapi Bali Peningkatan penambahan berat badan harian
Tekn. Petani,
Tekn. Penyuluh, Tekn. BPTP
Gabungan ke tiganya

Dari hasil evaluasi dan pengamatan selama berlangsungnya Workshop persiapan ARF mendukung FMA di Kabupaten Bima dan kabupaten Dompu, dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Kegiatan Workshop sudah memenuhi sasaran yaitu menyangkut semua TPL yang ada di 14 Kecamatan (BPP) se Kabupaten Bima dan 8 Kecamatan (BPP)  se kabupaten Dompu yang akan melakukan kegiatan Kaji Tindak .
  2. Partisipasi peserta tergolong  tinggi, hal ini ditunjukkan oleh a)  dalam setiap sessi materi terjadi diskusi yang cukup intensif., b) partisipasi setiap peserta dalam praktek identifikasi komoditas, identifikasi issu yang diangkat dari komoditas yang disepakati, identifikasi teknologi yang ada, merakit teknologi yang disepakati untuk dikaji tindak tergolong cukup tinggi.
  3. Tingkat pemahaman dan keterampilan peserta tentang proses persiapan dan pelaksanaan Kaji Tindak di BPP sudah memadai.

Keterangan Gambar :

  1. Partisipasi anggota dalam diskusi cukup tinggi  dan menuangkan hasil diskusi  dalam kertas koran untuk dipresentasikan
  2. Peserta dilatih entry data analisa usaha tani dengan program Excel
  3. Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian mempresentasikan hasil diskusi kelompok
  4. Kegiatan ini difasilitasi oleh FEATI Komponen C (BPTP) dengan narasumber (Fasilitator) para peneliti dan penyuluh dari BPTP NTB.
Web Analytics