Pembibitan Sayuran Sistem Semi Float Bed (Potrays)

Pin It

Persemaian merupakan suatu tempat yang digunakan untuk menumbuhkan dan merawat bibit  tertentu sampai siap ditanam. Aktivitas persemaian  membutuhkan penanganan yang akan menentukan hasil budidaya tanamannya. Tempat persemaian dapat menggunakan berbagai alternatif tergantung pada jenis yang akan dibibitkan. Berbagai metode persemain telah banyak dikenal oleh masyarakat terutama petani seperti persemaian bedengan,  polibag, dan tray. Dari berbagai jenis persemaian telah berkembang pula metode persemaian dengan menggunakan sistem Semi Float Bed (Persemaian dengan Potrays), dimana dalam satu wadah persemaian dapat disemai lebih dari 50 benih tanaman. Metode persemaian dengan Potrays telah dikenal oleh petani, persemaian ini juga dapat digunakan untuk perkecambahan tanaman sayuran.

Sistem Semi Float Bed (Persemaian Dengan Potrays)

Keunggulan dari sistem Semi Float Bed (persemaian dengan Potrays) adalah :
  1. Bibit lebih seragam
  2. Pemeliharaan tanaman lebih mudah dan kontrol penyakit lebih mudah.
  3. Perhitungan populasi bibit lebih mudah
  4. Areal Pembibitan lebih sedikit dan dapat memanfaatkan lahan yang tidak terpakai.
  5. Mudah dalam pengangkutan.
  6. Mengurangi tingkat kematian saat tanam
  7. Dapat menyiasati waktu tanam (umur tanaman lebih pendek)

Alat dan Bahan

Alat

Alat yang digunakan untuk menciptakan persemain dengan sistem Semi Float Bed adalah  selang, batu bata, pasir, cangkul, sisa bungkusan semen, plastik, pasak, tali, patok, potrays, pengukur, semprotan, ember, pengaduk  dan pelengkung.

Bahan

Adapun Bahan-bahan yang digunakan adalah media tanam, air, fungisida, insektisida

Prosedur Pelaksanaan

Persyaratan Lokasi Persemaian

  • Lokasi relatif datar
  • Sinar matahari penuh/tidak ternaungi
  • Mudah/dekat dengan air
  • Terhindar dari gangguan hewan ternak

Persiapan Benih

Benih yang akan ditanan direndam menggunakan air hangat-hangat kuku untuk memecah kulit benih selama 15-30 menit.

Media Tanam

Media yang digunakan dalam persemaian adalah campuran yang terdiri atas tanah, kompos, seresah tanaman berupa akar-akar tanaman yang telah halus, batu apung.Media tanam  Bisa Juga terdiri atas  limbah kerajinan (serbuk gergaji) dan bekatul serta penambahan bahan dolomite atau urea. Media tanam disesuaikan juga dengan bahan yang banyak ditemukan di  daerah atau lokasi media tanam.

Persiapan Media Tanam

Media tanah yang akan digunakan untuk media pada potrays,  dihancurkan terlebih dahulu, kemudiaan  dilakukan pengayakan dengan diameter 2 mm. Cara menyiapkan media tanam. 1).  Bahan yang ada dimasukkan kedalam potrays, potrays ditempatkan  setinggi 5 cm dari permukaan tanah. Media tanam dimasukkan kedalam potrays dan dihempaskan. Penghempasan ini bertujuan untuk memadatkan bahan  dan berkisar setengah dari tinggi potrays 2). Tambahkan lagi bahan media tanam kedalam potrays dan  diratakan kembali  dengan alat perata.

Persiapan Persemaian

  1. Terlebih dahulu lokasi persemaian diratakan
  2. Buatkan dinding kolam menggunakan batu bata/bambu
  3. Tambahkan pasir  secukupnya untuk meratakan tanah
  4. Plastik kolam dihamparkan pada dasar kolam, dipasangkan penjepit pada bagian luar kolam, isikan kolam dengan air setinggi 1 – 2 cm dari dasar kolam.
  5. Pasang pelengkung terbuat dari bambu diatas kolam dan ditancapkan patok pada samping pelengkung. Pelengkung adalah kerangka penutup potray yang bisa dibuka dan ditutup sesuai dengan keperluan kemudian   di pasang  patok pada samping pelengkung yang biasanya terbuat dari bambu.
  6. Tambahkan larutan fungisida dengan dosis 1 gr/lt kedalam air kolam
  7. Letakan potrays yang telah ditambahkan media tanam dan berisi benih kedalam kolam.
  8. Semprotkan insektisida pada potrays  dengan dosis 1 gr/lt  yang terlebih dahulu dicampurkan kedalam ember.
  9. Semprotkan Fungisida pada potrays  dengan dosis 1 gr/lt  yang terlebih dahulu dicampurkan kedalam ember.
  10. Semprotkan Insektisida pada bagian   luar kolam/dinding kolam dengan dosis 1 gr/lt yang terlebih dahulu dicampurkan ke dalam ember.
  11. Pasang tutup plastik pada bagian atas  kolam.

Pemeliharaan

  1. Biarkan tutup plastik selama 10 hari tanpa dibuka
  2. Buka tutup plastik setelah umur 11 Hari setelah tanam,  selama 3-4 jam (pukul 07.30 – 11.30)
  3. Buka tutup plastik setelah umur 21 Hari setelah tanam selama 8 jam (pukul 07.30 – 15.00)
  4. Pada umur 15 Hari setelah tanam air kolam diganti dan hanya ditambahkan larutan fungisida dengan dosis 1 gr/ltr

Kriteria Bibit Siap Tanam

  1. Pertumbuhan akar tanaman banyak
  2. Tidak terserang hama penyakit
  3. Diameter batang besar
  4. Pangkal batang sehat  (tidak luka)

Pencabutan Bibit

Pencabutan bibit yang telah siap dan sesuai dengan kriteria bibit yang baik dilakukan dengan memegang bagian pangkal batang, agar akar tidak putus dan bila dilakukan pencabutan dibagian ujung dikhawatirkan bibit akan patah, pencabutan dapat dilakukan dengan menggunakan alat pencangkul agar bibit mudah di keluarkan.

Sistem Semi Float Bed (Persemaian Dengan Potrays)

Web Analytics