Managemen Kualitas Mangga dan Rambutan untuk Pasar Ekspor

Pin It

The Crawford Fund Training Award

“Managemen Kualitas Mangga dan Rambutan untuk Pasar Ekspor”

(Sebuah Catatan Pengalaman)

 

Visi Badan Litbang Pertanian berbunyi “Pada tahun 2014 menjadi lembaga penelitian dan pengembangan pertanian berkelas dunia yang menghasilkan dan mengembangkan inovasi teknologi pertanian untuk mewujudkan pertanian industrial unggul berkelanjutan berbasis sumber daya lokal”. Visi besar tersebut dijabarkan menjadi tiga misi utama yaitu: 1) menghasilkan, mengembangkan dan mendiseminasikan inovasi teknologi serta rekomendasi kebijakan di bidang pertanian yang berwawasan lingkungan dan berbasis sumber daya lokal guna mendukung terwujudnya pertanian industrial unggul berkelanjutan; 2) meningkatkan kualitas sumberdaya penelitian pertanian serta efisiensi dan efektivitas pemanfaatannya; dan 3) mengembangkan jejaring kerjasama nasional dan internasional (networking) dalam rangka penguasaan Iptek (scientific recognition) dan peningkatan peran Badan Litbang Pertanian dalam pembangunan pertanian (impact recognition). Bila kita cermati visi dan misi tersebut, maka peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan pertanian di Indonesia menjadi suatu hal yang mutlak harus didahulukan. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia, selain harus didukung oleh kebijakan Badan Litbang Pertanian, juga harus diupayakan oleh kesadaran masing-masing individu untuk mencari dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada baik di tingkat nasional maupun internasional guna mempercepat terwujudnya visi dan misi Badan Litbang Pertanian tersebut. Oleh karena itu, setiap peluang yang ada untuk meningkatkan kapasitas individu peneliti/perekayasa/ penyuluh Badan Litbang Pertanian harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Adalah kesempatan yang sangat berharga dan pengalaman yang tak terlupakan menjadi penerima beasiswa The Crawford Fund Training Award tentang Manajemen Peningkatan Kualitas Mangga dan Rambutan untuk Mendukung Efektifitas Rantai Pasok yang telah dilaksanakan di Berrimah Farm, Plant Industries Division, Department of Resources, Northern Territory – Australia dari tanggal 24 November 2010 sampai 23 Februari 2011. Tujuan kegiatan pelatihan individu ini adalah: 1) mengkaji penyebab penurunan kualitas beberapa varietas mangga dan rambutan; 2) melaksanakan percobaan lapangan dan laboratorium untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyebabkan penurunan kualitas buah mangga dan rambutan; 3) mengoleksi, memproses, dan mengidentifikasi serangga hama dan patogen yang menyebabkan penurunan kualitas buah mangga dan rambutan; 4) menggunakan teknik molekuler (DNA) untuk melakukan diagnosis; serta 5) mengunjungi pasar untuk melihat rantai pasok buah mangga dan rambutan. Tulisan ini merupakan catatan pengalaman dari pelatihan tersebut, yang akan memaparkan secara singkat info tentang The Crawford Fund, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama pelatihan tersebut, serta diakhiri dengan kesimpulan dan saran bagi rekan-rekan yang terkait dengan bidang penelitian dan pengembangan pertanian di Indonesia.

Sekilas Info tentang the Crawford Fund

The Crawford Fund didirikan atas inisiatif dari The Australian Academy of Technological Sciences and Engineering. Misi dari The Crawford Fund adalah untuk meningkatkan keterlibatan Australia dalam kegiatan penelitian, pengembangan dan pendidikan pertanian di tingkat internasional yang diharapkan akan memberikan dampak yang baik bagi pembangunan pertanian di negara-negara berkembang dan Australia sendiri. Untuk informasi lebih lengkap tentang The Crawford Fund dapat dilihat pada alamat website: https://www.crawfordfund.org. Sedangkan alamat suratnya adalah: 1 Geils Court, Deakin ACT 2600, Australia. Nomer telepon yang bisa dihubungi adalah (612) 6285 8308 dan alamat emailnya adalah: crawford@crawfordfund.org

Salah satu program yang ditawarkan oleh The Crawford Fund adalah Crawford Fund Training Award (CFTA) yang diberikan kepada individu-individu yang bekerja pada sektor pertanian. Untuk melamar program CFTA ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendiskusikannya dengan Australian research scientist yang kita ketahui/kenal, kemudian meminta mereka untuk mengusulkan anda untuk mendapatkan CFTA tersebut. Setelah mereka menyetujuinya, maka anda dapat memberikan formulir pendaftaran yang telah diisi beserta daftar riwayat hidup anda, dan mereka akan mengirimkan lamaran tersebut ke kantor pusat the Crawford Fund di Canberra. Setelah itu, anda tinggal menunggu informasi tentang hasil seleksi dalam beberapa pekan setelah batas waktu pengiriman lamaran. Untuk informasi lebih lengkap tentang syarat dan ketentuan yang berlaku, anda dapat melihat pada alamat website mereka atau kontak langsung mereka melalui telepon/email.

Kegiatan yang dilaksanakan

Selama pelatihan di Berrimah Farm, diperoleh kesempatan untuk mempelajari beberapa hal antara lain pengkajian kualitas beberapa varietas mangga dan rambutan; melaksanakan percobaan untuk mengendalikan hama dan penyakit pada mangga dan rambutan di lapangan dan di laboratorium; mengoleksi dan mengidentifikasi hama dan patogen yang menyebabkan kerusakan pada buah mangga dan rambutan; menggunakan teknik molekuler untuk melakukan diagnosis terhadap hama dan patogen; dan mengunjungi pasar tradisional maupun modern untuk melihat rantai pasok mangga dan rambutan.

Kegiatan pertama adalah mengkaji penurunan kualitas buah mangga dan rambutan yang diakibatkan oleh serangan hama dan penyakit. Beberapa varietas mangga yang diteliti antara lain Kensington Pride (KP), R2E2, Honey Gold, dan Calypso. Pengamatan dilakukan berdasarkan buku pedoman “Mango Quality Assessment Manual: A guide to assessing the post-harvest quality of Australian mangoes” yang disusun oleh Department of Primary Industries - Queensland Government. Pengamatan dilakukan pada kerusakan yang diakibatkan oleh serangga hama, patogen, maupun kerusakan akibat fisik atau mekanik. Khusus pada mangga varietas Kensington Pride (KP) dilakukan juga percobaan pengendalian penyakit pasca panen dengan perlakuan perendaman, pencucian dengan menyikat, fungisida, dan perlakuan kombinasi untuk melihat daya tahan mangga KP setelah matang. Sedangkan percobaan untuk rambutan adalah dengan mengamati kerusakan pada buah rambutan varietas Sittee dengan pengklasifikasian menjadi beberapa kelas berdasarkan poster Rambutan Quality Guide.

Kegiatan kedua adalah melakukan pengkajian pengendalian hama, khususnya Cytripestis sp., yang menyebabkan kerusakan pada buah mangga dengan mengaplikasikan Sex Pheromone sebagai perangkap untuk menangkap serangga dewasa yang beterbangan di sekitar pertanaman. Pengalaman yang didapat dari kegiatan ini adalah metode dan desain penelitian serangga hama di lapangan dan cara serta waktu pengamatannya.

Kegiatan ketiga adalah mengoleksi, memproses, dan mengidentifikasi serangga hama dan patogen yang menyebabkan kerusakan pada buah mangga dan rambutan. Kegiatan yang lebih khusus dilakukan adalah mengoleksi patogen yang diisolasi dari buah mangga yang terkena penyakit, seperti jamur C. gloeosporioides, penyebab penyakit anthracnose dan busuk pangkal batang pada mangga, dan jamur L. theobromae, penyebab penyakit busuk pangkal batang pada mangga. Proses identifikasi dilakukan dengan isolasi dan kultur pada media Potato Dextrosa Agar (PDA), serta mengkulturkan spora-spora tunggal pada media Water Agar (WA) dan mengkulturkan lagi pada media kaya nutrient seperti PDA. Semua kegiatan ini dilakukan di laboratorium fitopatologi. Selain itu, di laboratorium serangga, dilakukan pembuatan makanan buatan untuk serangga hama yang dipergunakan dalam proses pengembangbiakan serangga hama untuk keperluan penelitian dan identifikasi.

Kegiatan keempat adalah mempelajari dan melakukan praktek penggunaan tehnik molekuler untuk melakukan diagnosa terhadap serangga hama dan patogen. Kegiatan ini meliputi ekstraksi DNA serangga hama dan patogen menggunakan paket alat dan bahan yang sesuai untuk ekstraksi DNA serangga hama dan DNA patogen tumbuhan. Ekstraksi DNA dilakukan berdasarkan protokol yang ada pada perangkat yang digunakan. Setelah didapatkan DNA dari masing-masing organisme tersebut, selanjutnya dilakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendapatkan DNA masing-masing organisme tersebut yang terikat dalam rantai DNA yang kuat. Selanjutnya dilakukan Gel Electrophoresis untuk mendapatkan gambar tentang besaran (bands) dari DNA tersebut.

Kegiatan kelima adalah mengunjungi pasar tradisional dan modern untuk melihat rantai pasok buah mangga dan rambutan. Kesempatan yang sangat berharga dilakukan untuk mengunjungi pasar tradisional lokal di sekitar kota Darwin untuk melihat mangga dan rambutan yang dijual di pasar pagi di wilayah Parap pada setiap hari sabtu dan pasar pagi di wilayah Rapid Creek pada setiap hari minggu. Di kedua pasar tersebut, banyak petani yang langsung menjual sendiri hasil kebunnya. Selama akhir pekan juga biasanya digunakan untuk mengunjungi supermarket seperti Coles dan Woolworths di wilayah Casuarina atau Palmerston untuk melihat rantai pasok mangga dan rambutan di pasar modern. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melihat dan membandingkan perbedaan rantai pasok mangga dan rambutan pada dua jenis pasar yang berbeda, juga untuk membandingkan cara pengepakan dan harga produk tersebut. Sebagai contoh bahwa harga mangga di pasar modern (supermarket) rata-rata enam dolar per kilo dibandingkan dengan pasar tradisional yang harganya hanya tiga dolar. Sedangkan satu kilogram rambutan di pasar modern harganya mencapai 20 dolar, sementara di pasar tradisional harganya hanya 10 dolar.

Kesempatan yang sangat berharga juga diperoleh dengan mengunjungi petani di sentra-sentra pengembangan mangga di Northern Queensland seperti daerah Mareeba dan Ayr yang merupakan tempat terbaik di dunia untuk budidaya mangga. Keseriusan pemerintah Australia dalam pengembangan mangga juga terlihat dengan adanya dukungan pendanaan terhadap program pemuliaan (breeding) mangga di Southedge Research Station dan Ayr Research Station yang masing-masing memiliki koleksi lebih dari 350 varietas mangga dari seluruh dunia untuk dilakukan program pemuliaan dalam rangka menghasilkan varietas-varietas unggul baru mangga yang sesuai dengan permintaan konsumen. Setelah mengunjungi sentra-sentra pengembangan mangga di Northern Queensland, selanjutnya kesempatan yang tak terlupakan juga diperoleh dengan mengunjungi pasar di Kota Townsville, Paddy’s Market di Sydney, Farmers’ Market di Brisbane dan Adelaide. Kunjungan ke pasar-pasar tersebut dilakukan untuk melihat kondisi buah setelah sampai di pasar setelah melalui rantai pasok yang cukup panjang dari sentra-sentra produksinya.

Kesimpulan

Kegiatan pelatihan di Berrimah Farm ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam pengembangan karir di bidang penelitian dan pengembangan pertanian. Ilmu dan keterampilan baru yang terkait dengan penelitian mangga dan rambutan telah memperkaya pengetahuan dan keterampilan yang telah ada dan diharapkan akan bermanfaat bagi penelitian dan pengembangan mangga dan rambutan di Indonesia. Jejaring kerja yang telah dirintis semoga bisa menjadi langkah awal kerjasama-kerjasama penelitian ke depan sehingga akan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Indonesia maupun Australia. Akhirnya disarankan kepada rekan-rekan di Badan Litbang Pertanian baik peneliti, perekayasa maupun penyuluh untuk memanfaatkan peluang-peluang semacam CFTA ini untuk pengembangan diri dan institusinya, sehingga visi Badan Litbang Pertanian untuk menjadi Institusi Penelitian yang berkelas dunia pada tahun 2014 akan bisa terwujud.

Baiq Nurul Hidayah

Berrimah Farm, 23 Februari 2011

Web Analytics