Budidaya Melon …….Alternatif Usahatani Hortikultura Yang Sangat Menguntungkan

Parent Category: Artikel
Created: Thursday, 20 January 2011 06:38
Published: Thursday, 20 January 2011 06:38
Written by Sudarto
Hits: 8729

Tanaman melon, telah lama dikenal oleh Unit Pelaksana Farmer Manage Extension Activities (UP-FMA) desa Aik Darek kecamatan Batukliang, kabupaten Lombok Tengah.  Budidaya melon diakuinya tidak rumit dan tidak jauh berbeda dengan budidaya hortikultura, karena petani sudah biasa mengusahakan seperti tanaman cabe, tomat, mentimun dan lain sebagainya. Keinginan UP-FMA tersebut diutarakan dalam rangka praktek lapang workshop pengembangan FSA dan VCA Program FEATI yang dilaksanakan oleh BPTP NTB pada tahun 2010. Dalam identifikasi peluang pasar ternyata harga melon cukup menjanjikan, permintaan cukup tinggi  dan relatif stabil,  serta sudah masuk ke minimarket-minimarket.

Melihat minat yang tinggi UP-FMA desa Aik Darek, maka pelaksanaan ujicoba budidaya melon dilakukan. Petani kooperator dipilih secara seksama, artinya petani tersebut ada kemauan untuk mengembangkan dan menyebarluaskan hasil budidayanya. Berdasarkan kesepakatan dipilih sebanyak 4 petani kooperator dengan luas ujicoba 0,25 ha (jumlah populasi 3.750 tanaman). Pembelajaran diikuti oleh 30 orang (25 laki-laki dan 5 perempuan). Target pemenuhan pengembangan seluas 25 ha. Untuk mengantisipasi lonjakan produksi, pengaturan jadwal tanam sangat menentukan. Petani sepakat penanaman melon diatur sedemikian rupa sehingga permintaan pasar per minggu dapat terpenuhi, caranya dengan  mengatur interval penanaman selang satu minggu dengan luas yang ditentukan sesuai permintaan pasar.

Teknik penanaman melon yang dikembangkan saat ini masih secara konvensional (ditanam di lahan) dengan beberapa introduksi teknologi, antara lain penggunaan varietas unggul (MAI 116), pembuatan bedengan dengan mulsa plastik, benih disemaikan terlebih dahulu, bibit ditanam setelah berumur 10-12 HSS (2-3 helai daun), menggunakan ajir, penggunaan pupuk organik (5-10 ton/ha),  pupuk kimia N, P dan K dan pemeliharaan secara intensif (penyiraman, mengikat, memangkas, seleksi bunga dan buah serta pengendalian hama dan penyakit). Agar tidak rebah dan merambat, tanaman melon yang sudah mencapai tinggi 40 - 50 cm diikatkan pada ajir yang telah disediakan menggunakan tali rafia. Begitu seterusnya, pengikatan dilakukan setiap jarak 40 - 50 cm hingga tanaman melon mencapai ketinggian 2,0 m. Calon buah melon yang dipelihara adalah bunga yang terdapat pada cabang lateral ruas ke 9 - 12. Buah yang jadi dilakukan sortir setelah buah sebesar telur itik dan hanya dipelihara/ dipilih yang sehat (1 buah/tanaman). Buah melon dapat dipanen pada tingkat kematangan yang cukup yaitu pada umur 65-70 hari setelah  tanam. Buah matang dicirikan oleh: warna mulai berubah, retak pada tangkai buah, jaring pada permukaan kulit buah tampak lebih tegas, aroma buah mulai menusuk hidung, dan daun sudah mulai mengering.  Cara panen dengan memotong tangkai buah dengan berbentuk huruf “T”, maksudnya agar tangkai buah terlihat utuh dan memudahkan untuk membawanya. (Sumber : Sudarto)

Analisa usaha (luas 0,25 ha = 3750 tanaman) :

Web Analytics