Kajian Pengembangan Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Gogo di Pulau Sumbawa - Nusa Tenggara Barat

Parent Category: Artikel
Created: Wednesday, 14 April 2010 12:09
Published: Wednesday, 14 April 2010 12:09
Written by Tim Inovasi BPTP NTB
Hits: 5711

Potensi areal penanaman padi gogo di Nusa Tenggara Barat sangat luas, dimana sebagian besar lahan kering tersebut terletak di Pulau Sumbawa. Program peningkatan produksi padi gogo ditujukan untuk peningkatan ketahanan pangan. Namun, masalah utama dalam usahatani padi gogo adalah informasi tentang Varietas Unggul Baru (VUB) padi gogo belum sampai ke petani dan tidak tersedianya benih varietas unggul di lapangan.

Di Kabupaten Bima, padi gogo merupakan komoditas yang biasa ditanam petani di lahan kering pada musim hujan.  Benih yang digunakan adalah benih varietas padi sawah, sehingga hasil yang diperoleh relatif rendah, karena padi sawah relatif tidak tahan pada lahan kering. Melalui introduksi Varietas Unggul Baru (VUB) padi gogo diharapkan produksi padi gogo di Pulau Sumbawa meningkat dan usaha pertanian padi gogo dapat terlanjutkan. Kegiatan Pengkajian Model Pengembangan (PMP) padi gogo di Kecamatan Donggo - Kabupaten Bima bertujuan untuk merancang sistem pengkajian VUB padi gogo oleh petani dan mengidentifikasi potensi VUB padi gogo untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan kering.

Pengkajian ini telah dilaksanakan di lahan kering di Desa Mbawa dan Desa Mpili - Kecamatan Donggo - Kabupaten Bima pada MH 2008/2009, dengan melibatkan beberapa stakeholders, seperti kelompok tani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Donggo, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian Donggo, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Bima, Bappeda Kabupaten Bima, serta Badan Pelaksana Penyuluh (BKP4) Kabupaten Bima, dengan menggunakan pendekatan/metode mother and baby trials. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain sosialisasi kegiatan PMP di tingkat BPTP maupun di lapangan; survey untuk Analisis Existing Farming System, sosial, dan kelembagaan (identifikasi kebutuhan teknologi); lokakarya metode pengkajian; analisis sistem produksi padi gogo; identifikasi petani inovator/kooperator; pelatihan budidaya padi gogo;  penyediaan benih Varietas Unggul Baru (VUB) dan saprodi lainnya; implementasi Varietas Unggul Baru (VUB) di lapangan; pelatihan pengelolaan hama terpadu (PHT) dan pelatihan pengamatan agronomis bagi petani dan penyuluh; pengamatan dan pengumpulan data agronomis oleh petani dan penyuluh, monitoring dan evaluasi on going bersama semua stakeholders; panen raya (field day); evaluasi partisipatif; dan workshop model pengembangan padi gogo.

Kegiatan pengkajian ini dinilai sangat bermanfaat bagi petani karena telah mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan. Untuk keberlanjutan program ini, maka model pengembangan ke depan dilakukan melalui penyediaan benih secara in-situ di lokasi pengembangan padi gogo yang akan dilakukan. Keberlanjutan program ini juga akan dikombinasikan dengan kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi gogo di wilayah Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu program utama Kementerian Pertanian - Republik Indonesia. (Tim Inovasi BPTP NTB)


Web Analytics