DUKUNGAN BPTP DALAM MENINGKATKAN KETERSEDIAAN BENIH PADI MELALUI KEGIATAN SL DESA MANDIRI BENIH

Pin It

Yuliana Susanti & Hiryana Windiyani

              Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah penyumbang  beras nasional. Untuk dapat terus mempertahankan swasembada dan capaian surplus beras tentunya diperlukan kerja keras yang berkelanjutan bagi semua pihak terlebih petani sebagai pelaku utama. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan produksi padi yaitu dengan pengembangan Varietas Unggul Baru yang berdaya hasil tinggi dan adaptif pada kondisi lingkungan tertentu dan sesuai dengan preferensi petani.

              Untuk menunjang penggunaan Varietas Unggul Baru secara luas, diperlukan penyediaan benih yang cukup dan bermutu tinggi karena benih berperan sebagai input utama dalam produksi pertanian. Penggunaan benih Varietas Unggul Baru yang bermutu, dan berdaya hasil tinggi dapat menghasilkan tanaman yang produktif dan lebih efisien, dimana 60% tingkat keberhasilan usahatani ditentukan oleh penggunaan benih yang bermutu (Nirhono, 2009).

              Program desa mandiri benih merupakan salah satu program yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan benih dalam desa/kawasan yang diharapkan mampu mendukung capaian sasaran produksi dan merupakan salah satu upaya dalam pemecahan permasalahan yang terkait pada aspek perbenihan. Program desa mandiri benih diharapkan dapat menumbuhkan penangkar/produsen benih baru dan atau meningkatkan kapasitas produsen benih yang ada agar dapat menyediakan benih untuk memenuhi kebutuhan desa/wilayah masing-masing sehingga kebutuhan benih dapat terpenuhi baik dari aspek ketepatan varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi maupun harga. Penangkaran benih belum banyak diminati oleh petani karena memiliki syarat teknologi mutu hasil dan tahapan-tahapan yang dianggap petani masih cukup sulit. Nurmala et al (2012) menyatakan bahwa sektor pertanian berperan sebagai sumber mata pencaharian pokok sebagian besar penduduk desa. Salah satunya, penangkaran benih sangat layak diusahakan karena menguntungkan, Auliaturridha et al (2012).

              Sekolah Lapang (SL) desa mandiri benih pada tahun 2017 dilaksanakan pada MK I April – Agustus di Desa Selat Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Produsen benih yang di bina merupakan produsen benih yang mendapat bantuan program desa mandiri benih dari dinas pertanian setempat. Lahan yang digunakan merupakan lahan milik kelompok tani yang dijadikan laboratorium lapang dengan luasan 2 ha. Varietas yang diperkenalkan atau didiseminasikan yakni Inpari 10, Inpari 22 dan Inpari 32.

              Program SL desa mandiri benih selain bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produsen benih, juga merupakan tempat belajar bagi petani dan produsen benih dalam memproduksi benih. Selain itu sebagai tempat diseminasi teknologi dan Varietas Unggul Baru. Dari tiga VUB yang diuji, varietas yang memberikan produktivitas tertinggi secara berturut-turut adalah Inpari 32 (7,32 t/ha), dan Inpari 10 (6,6 t/ha). Kedua varietas tersebut  cukup adaptif untuk dikembangkan di Desa Selat Kecamatan Narmada. Berdasarkan deskripsi varietas (Balai Besar Tanaman Padi, 2016) potensi hasil untuk varietas Inpari 10 sebesar 7,10 t/ha  dan Inpari 32 sebesar  8,42 t/ha. Dari data ini  menunjukan bahwa kedua varietas yang ditanam mampu beradaptasi dengan baik pada lingkungan tumbuh, yang ditunjukkan dengan produktivitas yang dihasilkan masing-masing varietas mendekati potensi hasil yang dimiliki masing-masing. Oleh sebab itu kedua varietas  Inpari 32 dan 10, dapat dikembangkan lebih lanjut untuk ekosistem di Desa Selat.

              Berdasarkan preferensi petani terhadap varietas yang ditanam, petani cenderung memilih varietas Inpari 32 dengan rata-rata > 90% diikuti Inpari 10 dengan rata-rata 80% responden. Karakter tanaman yang menjadi prioritas penilaian oleh petani berturut-turut adalah produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit, jumlah anakan produktif, tinggi tanaman dan bentuk gabah. Preferensi petani rendah terhadap varietas Inpari 22 karena produktivitasnya rendah dan juga rentan terhadap serangan hama penggerek batang.

Tabel 1. Produksi benih dari beberapa varietas yang dihasilkan oleh produsen benih

Varietas

Calon Benih (kg)

Hasil Benih (kg)

Kelas Benih

Inpari 10

2.838

1.200

BP

Inpari 22

1.075

800

BP

Inpari 32

1.720

1.300

BP

Total

5.633

3.300

 

       

              Berdasarkan Tabel 1 diatas, kegiatan SL mandiri benih menghasilkan total benih bermutu sebanyak 3.300 kg benih dari 5.633 kg calon benih. Persentase benih dari calon benih mencapai 58,58%. Pada saat panen curah hujan cukup tinggi sehingga pengeringan calon benih tidak maksimal karena pengeringan hanya mengandalkan sinar matahari. Berdasarkan data dari luas tanam padi di Desa Selat seluas 140 ha untuk 3 kali musim tanam, kebutuhan benih sebar diperkirakan sekitar 3.500 kg sedangkan hasil benih yang mampu diproduksi 3.300 kg. Ini artinya kegiatan desa mandiri benih yang telah dilaksanakan mampu mensuplai kebutuhan benih dalam desa mencapai 94%. Distribusi dilakukan dengan cara dibeli langsung oleh petani, maupun dipasarkan melalui kios-kios saprodi yang ada di kecamatan Narmada dan sekitarnya.

              Kegiatan SL Desa Mandiri Benih berdampak sangat posistif terhadap perubahan prilaku petani terutama terhadap perbaikan teknologi yang diterapkan, disamping itu juga dengan metode action research sangat membantu petani dalam memilih dan menentukan sendiri varietas yang adaptif yang bisa dikembangkan sesuai spesifik lokasi sehingga penyebaran Varietas Unggul Baru ditingkat petani akan menjadi lebih cepat dan petani dapat dengan mudah memperoleh benih bersertifikat.  

Daftar Pustaka

Auliaturrida, W.S., Budiwati, N. Anjarini, L. 2012. Analisis Finansial Usaha Penangkaran Benih Padi Unggul di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar. J. Agribisnis Pedesaan, 02(1):11-23.

Balai Besar Tanaman Padi.2016. Deskripsi Varietas Unggul Baru. www.bbpadi.litbang.pertanian.go.id. Hal 12-35.

Nirhono. 2009. Percepatan Penyebaran Varietas Unggul melalui Sistem Produsen Benih. Perbenihan Kedelai di Indonesia.

Nurmala, T. Suyono, A.D. Rodjak, A. Suganda. Tarkus. Natasasmita. Sadeli. Simartama. Tualar. Salim. Hidayat, E. Sendjaja, T.P. Wiyono, S.N. Hasani, S. 2012. Pengantar Ilmu Pertanian. Graha Ilmu. Yogyakarta (ID).

 

 

Web Analytics