Potensi Pengembangan Ubi Kayu di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat

Pin It

Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan komoditas pangan penting dan strategis. Aspek nutrisi dan nilai ekonomi ubi kayu tidak kalah dengan komoditas pangan lainnya (Dixon,1982). Vitamin, mineral, dan kandungan energi yang terkandung didalamnya menjadikan ubi kayu potensial sebagai pengganti beras dalam program diversifikasi pangan (Zuraida dan Supriati, 2001), maupun sebagai bahan baku aneka produk industri makanan yang disukai masyarakat (Supriadi, 2007; Zakaria, 2000). Sebagian besar produksi ubi kayu dalam negeri dimanfaatkan untuk pangan (75%), sisanya untuk pakan (2%), industri nonpangan (14%), dan hilang karena tercecer (9%) (Balitkabi 2014). Produksi ubi kayu dalam negeri belum mampu mengimbangi kebutuhan yang terus meningkat, sehingga sebagian masih harus dipenuhi dari impor. Menurut database Kementan (2014), impor ubi kayu Indonesia Januari – Desember 2013 mencapai 220,189 ribu ton dengan nilai US$ 107,275 juta.
Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan wilayah penghasil ubikayu terbesar di Nusa Tenggara Barat. Data BPS NTB (2015) memperlihatkan 25,39% produksi ubi kayu NTB berasal dari KLU. Ubi kayu di wilayah tersebut telah diusahakan petani secara turun temurun. Permintaan ubi kayu yang terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya industri pangan berbasis ubi kayu dalam upaya diversifikasi pangan, telah meningkatkan nilai ekonomi dan mendorong terjadinya peningkatan areal tanam. Hal ini merupakan peluang bagi pengembangan agroindustri ubi kayu dan sekaligus menjadi tantangan dengan menyusutnya lahan pertanian akibat terkonversi ke nonpertanian. Di sisi lain, sumberdaya lahan yang masih tersedia belum didukung oleh ketersediaan informasi karakteristik lahan dan tingkat kesesuaiannya untuk tanaman ubi kayu.
Menurut Mutuku et al. (2013), faktor yang berpengaruh terhadap ekonomi dan produksi ubi kayu diantaranya adalah kondisi pasar atau permintaan; sedangkan menurut Sasongko (2009) adalah ketersediaan benih unggul dan saprodi lainnya. Upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkan produksi ubi kayu adalah melalui perluasan areal tanam (Saleh et al. 2013), dan intensifikasi dengan menerapkan teknologi budidaya yang tersedia (Mulyani dan Las, 2008; Abdurachman et al. 2008), pengelolaan lahan yang sesuai (Apala et al. 2015).

 

+ Selengkapnya...

Web Analytics