Produktivitas Kacang Tanah Pada Berbagai Paket Teknologi Setelah Padi Di Lahan Sawah

Parent Category: Artikel
Created: Monday, 10 February 2020 13:18
Published: Monday, 10 February 2020 13:18
Written by Fitria Zulhaedar dan Ahmad Suriadi
Hits: 622

Kacang tanah merupakan salah satu komoditas unggulan Nasional yang sangat berpotensi dikembangkan di NTB karena kondisi agroekosistem, iklim dan tanah yang sesuai dengan syarat tumbuhnya. Namun hingga saat ini produktivitas kacang tanah masih rendah baik secara Nasional maupun ditingkat Daerah. Produktivitas rata-rata kacang tanah Nasional selama 22 tahun terakhir adalah 1,15 t/ha (BPS, 2019). Berbagai upaya peningkatan produksi kacang tanah telah diupayakan, salah satunya dengan perakitan teknologi spesifikasi lokasi.
Beberapa komponen teknologi penting pada budidaya kacang tanah adalah penggunaan pupuk baik organik maupun anorganik, serta penggunaan fungisida karena kacang tanah merupakan salah satu tanaman yang rentan terhadap serangan jamur dan penyakit lainnya. Penggunaan fungisida sistemik berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan jamur dan produksi kacang tanah (Pakpahan, 2005). Telah dilakukan ujicoba beberapa paket teknologi (PT) di Desa Beber Kecamatan Pringgirata Kabupaten Lombok Tengah pada MK II, dengan tujuan untuk memperoleh paket teknologi terbaik dalam meningkatkan produktivitas kacang tanah. Paket teknologi yang diujicobakan tersebut adalah Ingrofol+Urea 50 kg+SP 36 100 kg+KCl 50 kg (PT1); Score+Urea 50kg+SP36 100 kg+KCl 50 kg (PT2); Ingrofol+Score (PT3); SP36 100 kg+KCl 50 kg (PT4); dan pupuk kandang 3 ton/ha (PT5) dan cara petani yaitu tanpa pupuk, jarak tanam 30x10 dan tabnpa perlakuan benih (PT6). Score digunakan untuk mewakili fungisida sistemik dan Ingrofol untuk fungisida kontak.

 

+ Selengkapnya...

Web Analytics