Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Kopi di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat

Pin It

Indonesia adalah Negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam dengan jumlah produksi 748 ribu ton pada tahun 2012 (Hartono, 2013). Kopi merupakan salah satu komoditi unggulan Indonesia. Tercatat peningkatan produksi dari tahun 2011-2012 sebesar 2,90 % (dari 638.647 menjadi 657.138 ton) dengan luas areal 1.233.982 hektar (Dirjenbun, 2013), dan 12.754 hektar dintaranya berada di Provinsi NTB (BKPM, 2013). Sumbawa merupakan kabupaten dengan luas areal kopi terluas di Provinsi NTB yaitu 4.561,34 ha atau sebesar 35,76 % dari total luas areal kopi di NTB, dengan produksi 2.514,31 ton atau 49,05 % (BPS, 2012). Luasnya area pertanaman kopi kadang tidak dibarengi dengan kuantitas dan kualitas produksi kopi sehingga diperlukan perencanaan penggunaan lahan dan penataan kembali penggunaan lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan efisien, salah satunya melalui evaluasi kesesuaian lahan.
Evaluasi lahan merupakan proses penilaian sumber daya lahan untuk tujuan tertentu dengan menggunakan suatu pendekatan atau cara yang sudah teruji. Kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan sebidang lahan untuk penggunaan tertentu baik dari kondisi saat ini (kesesuaian lahan aktual) atau setelah diadakan perbaikan (kesesuaian lahan potensial) (Ritung, et al., 2007). Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa evaluasi kesesuaian lahan bermanfaat untuk menentukan lokasi yang memiliki sifat-sifat positif dalam hubungannya dengan keberhasilan produksi atau penggunaannya, pengelompoan lahan dengan sistematis kedalam satuan-satuan tertentu menurut sifat-sifat yang merupakan potensi dan penghambat dalam penggunaan secara berkelanjutan.
Evaluasi lahan memerlukan sifat-sifat fisik lingkungan suatu wilayah yang dirinci ke dalam kualitas lahan (land quality), dan setiap kualitas lahan biasanya terdiri atas satu atau lebih karakteristik lahan (land characteristics). Beberapa karakteristik lahan umumnya mempunyai hubungan satu sama lainnya didalam pengertian kualitas lahan dan akan berpengaruh terhadap jenis penggunaan dan/atau pertumbuhan tanaman dan komoditas lainnya yang berbasis lahan (Djaenudin, et al., 2011). Penentuan jenis tanaman yang sesuai ditanam pada lahan tertentu berdasarkan nilai-nilai karakteristik lahan sangat diperlukan sebagai pendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan pengendalian bagi para peneliti, praktisi, dan perencana penggunaan lahan, sehingga kerugian (financial) yang cukup besar tidak terjadi (Anggriani, 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan aktual dan potensial tanaman kopi di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat.

 

+ Selengkapnya...

Web Analytics