Deskripsi Morfologi Melalui Analisis Spatial di Beberapa Tipologi Lahan

Parent Category: Artikel
Created: Monday, 10 February 2020 11:28
Published: Monday, 10 February 2020 11:28
Written by Fitria Zulhaedar dan Moh. Nazam
Hits: 224

Pewilayahan komoditas pertanian berdasarkan zona agroekologi (ZAE) merupakan suatu penyederhanaan dan pengelompokan agroekosistem yang beragam dalam bentuk klasifikasi yang lebih aplikatif (Las et al., 1990). Keragaman tanah dan iklim dapat dimanfaatkan sebagai dasar pewilayahan berbagai komoditas agar dicapai tingkat produksi yang optimal dan berkelanjutan. Pewilayahan komoditas pertanian berdasarkan zonasinya dapat digunakan sebagai salah satu upaya meningkatkan keberpihakan pada petani dengan meminimalkan resiko usaha dari pengaruh alam (kekeringan, banjir, hama, penyakit) maupun fluktuasi harga (Irianto dan Mulyani, 2002). Dari hasil evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan rekomendasi penggunaan lahan yang tepat, sesuai dengan kemampuan lahan yang bersangkutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan data dan informasi kelas kesesuaian lahan untuk beberapa komoditas unggulan dan zona penggunaan lahan berdasarkan kemampuan lahan.
Telah dilaksanakan kegiatan pengkajian di Kecamatan Utan dan Rhee Kabupaten Sumbawa NTB untuk memperoleh deskripi morfologi sebagai salah satu dasar dalam penentuan zonasi komoditas, dengan menggunakan metode kombinasi desk study dan survey. Proses yang dilakukan adalah analisis landform melalui overlay RBI dan landuse menggunakan aplikasi GIS, pengamatan dan pengambilan sampel tanah secara langsung di lapangan, dilanjutkan dengan analisis laboratorium. Pengamatan profil tanah mengacu pada Guidelines for Soil Profile Description (FAO, 1978) dan Soil Survey Manual (Soil Survey Staff, 1998). Pengambilan contoh tanah dan minipit pewakil diambil minimal pada dua lapisan, masing-masing lapisan atas untuk tanaman semusim dan lapisan bawah untuk tanaman tahunan. Parameter yang diamati untuk tujuan evaluasi lahan terdiri atas: kondisi terrain (relief/lereng, torehan, keadaan batuan di permukaan, dan kemungkinan bahaya bajir), media perakaran (kedalaman efektif, tekstur, drainase, struktur tanah, densitas dan kematangan tanah), serta sifat kimia tanah yang meliputi reaksi tanah, bahan sulfidik, karbonat dan kandungan bahan organik.

 

+ Selengkapnya...

Web Analytics