Aplikasi Pupuk Hayati Penambat Nitrogen dan Pelarut Fosfat Pada Tanaman Padi

Parent Category: Artikel
Created: Monday, 10 February 2020 11:26
Published: Monday, 10 February 2020 11:26
Written by Fitria Zulhaedar, Titin Sugianti dan Ahmad Suriadi
Hits: 347

Penggunaan pupuk hayati dilaporkan mampu meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani baik di lahan basah maupun lahan kering (Supriyo dkk, 2014; Purba, 2015; Siwanto dkk, 2015; Munawwarah dan Ahmadi, 2016). Penggunaan pupuk anorganik yang semakin meningkat dan berlebih memberikan dampak buruk terhadap lingkungan dan pada akhirnya secara ekonomi menurunkan pendapatan petani. Penambahan pupuk anorganik tidak serta merta meningkatkan ketersediaan hara di dalam tanah bagi tanaman, bahkan pada lahan sawah yang diolah secara intensif mengakibatkan kadar bahan organik tanah berkurang, serta menurunkan tingkat kesuburan biologi dan fisik tanah. Dengan demikian mengakibatkan produktifitas tanaman yang diusahakan khususnya padi menjadi menurun, sehingga berdampak pada rendahnya keuntungan yang diperoleh dalam usahatani tersebut. Pemberian bahan organik baik berupa pupuk organik maupun pupuk hayati perlu dilakukan untuk mengatasi hal-hal tersebut.
Aplikasi bahan organik merupakan komplemen, digunakan secara terpadu dengan pupuk anorganik untuk meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman secara berkelanjutan. Disamping sebagai sumber unsur hara makro, mikro, dan asam-asam organik, bahan organik di dalam tanah juga berperan sebagai amelioran atau bahan pembenah tanah untuk memperbaiki kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah dalam jangka panjang.

 

+ Selengkapnya...

Web Analytics