Penampilan Varietas Unggul Baru Kedelai Menunjang Pembangunan Pertanian Era Milenial

Parent Category: Artikel
Created: Wednesday, 05 February 2020 10:22
Published: Wednesday, 05 February 2020 10:22
Written by Nani Herawati, Ai Rosah Aisah, Irma Mardian, B. Tri Ratna Erawati
Hits: 160

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu wilayah sentra penghasil kedelai di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB (2018), kebutuhan benih bersertifikat untuk pertanaman kedelai tahun 2019 yaitu sebanyak 1.142,43 ton dengan rincian kebutuhan Pulau Lombok 342,06 ton dan Pulau Sumbawa 799,46 ton. Di era pembangunan pertanian 4.0 para petani dan penangkar penggiat usaha perbenihan kedelai diharapkan terus berupaya dan memacu langkah dalam melakukan kegiatan produksi benih unggul bersertifikat. Penggunaan varietas unggul baru (VUB) merupakan salah satu inovasi teknologi sebagai upaya kongkrit untuk mengungkit peningkatan produktivitas kedelai di Indonesia.

Kabupaten Bima khususnya Desa Nggembe, Kecamatan Bolo merupakan salah satu daerah sentra produksi benih kedelai untuk memenuhi kebutuhan kedelai di wilayah sekitar maupun di daerah atau kabupaten lainnya. Hal ini didukung oleh kondisi agroekosistem lahan yang sesuai untuk kegiatan produksi benih. Luas tanam kedelai MT 2018/2019 untuk Kabupaten Bima yaitu 24.520 ha, luas panen 23.783 ha, produksi 35.675 ton dengan rata-rata produksi 1,5 ton/ha. Apabila dilakukan perhitungan berdasarkan luas tanam, maka dapat dikethui bahwa kekurangan benih unggul bersertifikat untuk wilayah Kabupaten Bima adalah 479,51 ton. Kecamatan Bolo yang merupakan daerah sentra kedelai di Kabupaten Bima memiliki luas tanam 3.700 ha dan kebutuahn benihnya baru terpenuhi sekitar 62,5% (88,80 ton) (Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, 2018).

+ Selengkapnya...

Web Analytics