Peningkatan Produksi Kedelai Melalui Pengembangan Tumpangsari Pada Berbagai Agroekosistem Di NTB

Pin It

Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi kedelai nasional dengan sasaran mencapai swasembada pada tahun 2020. Untuk mencapai swasembada luas panen kedelai yang kini baru mencapai 697 ribu ha dengan produktivitas 1,57 t/ha, harus diperluas hingga mencapai 2,0 juta ha dengan produktivitas 1,70 t/ha. Di Indonesia, untuk perluasan areal panen kedelai tersedia lahan sawah tadah hujan 3,7 juta ha, dimana sekitar 40.000 ha lahan sawah tadah hujan sangat potensial untuk tanaman kedelai di NTB.
Penurunan produksi kedelai untuk beberapa tahun terakhir ini merupakan indikator bahwa komoditas kedelai sudah mulai kurang diminati oleh petani. Disamping itu, kompetitif komoditas kedelai dengan komoditas lain seperti jagung dan padi cukup rendah sehingga luas tanam kedelai dari tahun ke tahun pada 4 tahun terakhir semakin berkurang. Kalau hal ini dibiarkan oleh pemerintah tanpa disertai dengan inovasi dan kebijakan yang mampu mendongkrak nilai kompetisi kedelai maka bukan tidak mungkin lahan yang sebelumnya merupakan sentra produksi kedelai akan ditanami komoditas lain. Kondisi ini telah terjadi di Kabupaten Lombok Tengah dan beberapa wilayah lain di NTB. Disamping itu, target pemerintah untuk mencapai swasembada kedelai tahun 2020 akan sulit tercapai. Untuk mengatasi kondisi tersebut dan agar target swasembada kedelai tahun 2020 tercapai, maka perlu dilakukan terobosan dan inovasi baru untuk komoditas kedelai.

+ Selengkapnya...

Web Analytics