Olah Tanah Minimum Untuk Produksi Padi Lahan Sawah Irigasi Yang Lestari

Pin It

Olah tanah sempurnah (OTS) merupakan komponen teknologi anjuran dalam program intensifikasi produksi padi sawah. OTS lebih memudahkan petani dalam melakukan tanam pindah karena tanah lembek berlumpur, mudah meratakan lahan, mudah mengendalikan gulma,  mengurangi biaya menyiangi, resiko gagal tanam rendah, tanaman padi tumbuh optimal, dan produksi tinggi. Dibalik berbagai kemudahan tersebut, pelumpuran dalam OTS secara terus-menerus dapat merusak struktur tanah, pori tanah terputus/tertutup, dan laju infiltrasi melambat. Lapisan tanah teratas yang subur mudah mengalami erosi dan hanyut terbawa air irigasi maupun hujan. Lebih lanjut, OTS yang diikuti dengan praktik membakar sisa tanaman dan tanpa tambahan pupuk organik, menyebabkan menurunnya kesuburan tanah. Dampak jangka pajang berupa terjadinya penurunan produktivitas padi sawah, walaupun takaran pupuk anorganik semakin tinggi (Kirchhof et al., 2000).

Untuk menjaga kelestarian lahan, alternatif dari OTS adalah olah tanah minimum (OTM) atau tanpa olah tanah (TOT). Kedua metode tersebut biasanya dipraktekkan di lahan tadah hujan di NTB dalam sistem budidaya padi gogo rancah. Berdasarkan berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan, penerapan OTM dan TOT yang benar dilaporkan dapat mempertahankan hasil seperti OTS, mengurangi biaya produksi, mengurunkan tingkat erosi dan berbagai bentuk degradasi lahan lainnya, yang kesemuanya menguntungkan bagi sumber daya alam yang lestari (Hobbs, 1997).

+ Selengkapnya...

Web Analytics