Waktu Tanam Yang Tepat Untuk Padi Gogo Rancah Di Lahan Tadah Hujan NTB

Pin It

Luas panen padi di lahan tadah hujan berfluktuasi mengikuti pola hujan, namun secara umum luas panen mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Saat ini luas panen lahan tadah hujan di NTB bertambah sekitar 19.673 ha sejak tahun 2007. Saat ini, produksi padi dari lahan tadah hujan menyumbang 10.02% dari total produksi padi di NTB (BPS, 2016). Menurut Pandey et al. (2002), luas lahan dengan teknik budidaya serupa mencapai 28% dari total luas areal penananan padi global, dan menyumbang sekitar 18% produksi beras dunia. Gogo rancah adalah salah satu sistem budidaya padi yang masih dominan dilakukan oleh petani lahan tadah hujan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama di Kabupaten Lombok Tengah bagian selatan. Sistem gogo rancah mulai diperkenalkan di NTB sekitar tahun 1980 – 1981 (Fagi dan Kartaatmadja, 2002) dan sudah membudaya dalam masyarakat.
Gambar 1. Kegiatan penanaman padi dalam sistem gogo rancah di lahan tadah hujan Desa Segala Anyar, Kabupaten Lombok Tengah - NTB
Walaupun terjadi penambahan luas panen, produktivitas padi di lahan tadah hujan masih rendah. Berdasarkan data BPS (2016) produktivitas padi ladang berkisar antara 2.8-3.9 t/ha, sedangkan padi sawah berada pada kisaran 4.6 - 5.9 t/ha. Data tersebut mengidikasikan adanya perbaikan produktivitas padi ladang yang cukup baik jika dibandingkan dengan produktivitas padi ladang sepuluh tahun yang lalu (2.4 - 2.7 t/ha).
Senjang hasil antara padi lahan sawah dan lahan tadah hujan sekitar 1.7 t/ha (Aggarwal et al, 2008).

+ Selengkapnya...

Web Analytics