Pengembangan Usaha Ternak Sapi Terintegrasi Jagung Di Wanasaba

Pin It

Harapan pemerintah pada swasembada daging belum berhenti dengan selesainya suatu program, sehingga selalu ada program lanjutan yang mengarah pada ketidaktergantungan pada impor.  Daging sapi adalah bahan pangan sumber protein yang dibutuhkan manusia, dikonsumsi dalam bentuk olahan atau masakan. Daging sapi termasuk bahan yang mudah rusak penyimpanan dalam bentuk segar (fresh) memerlukan alat pendingin yang membutuhkan biaya tinggi.  Umumnya penyimpanan dalam  bentuk olahan seperti dendeng, abon, bakso yang dapat memperpanjang waktu simpan.  Permintaan daging terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Peningkatan jumlah penduduk NTB tahun 2012 – 2016 rata-rata 7,8 persen per tahun. Peningkatan permintaan daging sapi disebabkan meningkatnnya pengetahuan masyarakat, kesadaran akan pentingnya gizi pangan dan faktor ekonomi masyarakat yang meningkat, sehingga konsumsi daging sapi per kapita juga meningkat.

Oleh karena itu untuk mencukupi pemenuhan kebutuhan diperlukan kesimbangan populasi sapi yang ada.  Jika tidak,  maka ada potensi harga daging sapi yang relative tinggi disebabkan pasokan yang tidak seimbang dengan kebutuhan.  Kondisi kelangkaan kerap terjadi yang kemudian menyebabkan kenaikan harga sehingga beberapa kali harus impor.  Impor dimaksudkan untuk menstabilkan harga daging di tingkat konsumen namun di satu sisi  dapat menyebabkan dampak negatif pada usaha ternak sapi akibat turunnya harga sapi.

+ Selengkapnya...

Web Analytics