Usaha Tani Ayam KUB Skala Rumah Tangga Sebagai Alternatif Menunjang Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)

Parent Category: Artikel
Created: Friday, 09 September 2016 07:58
Published: Friday, 09 September 2016 07:58
Written by Achmad Muzani
Hits: 1060

Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) merupakan konsep dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan, mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga secara partisipatif dan berkelanjutan (Kementan, 2011). Pekarangan adalah lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal (Kristanti, 2011). Dengan demikian untuk membangun RPL diperlukan pengelolaan sumberdaya yang tersedia secara bijaksana, yang menjamin kesinambungan produksi/ketersediaan bahan pangan (food availability) dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas, nilai dan keanekaragaman (diversity). Penataan pekarangan ditujukan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya melalui pengelolaan lahan pekarangan secara intensif dengan tata letak sesuai dengan pemilihan komoditas dan estetika, sehingga menimbulkan suasana lingkungan yang indah, segar dan nyaman. Pemanfaatan lahan pekarangan dengan konsep Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) untuk aneka pangan (tanaman, ternak, ikan), dimaknai sebagai upaya membangun kemandirian pangan rumah tangga, pengembangan diversifikasi pangan, konservasi tanaman lokal, pengembangan kearifan lokal, manajemen kebun bibit desa, dan teknik penanganan anomali iklim.

Memilih komoditas untuk diusahakan dalam pekarangan tergantung dari:  agroekosistem suatu wilayah dimana pekarangan tersebut berada, tergantung dari kebutuhan keluarga dan masyarakat setempat (untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga) , dan yang tidak kalah pentingnya  karena harus mengarah ke agribisnis skala luas (dalam suatu kesatuan wilayah atau kawasan,  misal kawasan Rukun Tetatangga/Dusun/Lingkungann/Desa atau kelurahan) maka komoditas yang dipilih harus berorientasi pasar (untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat).  Secara spesifik komoditas dimaksud dapat digolongkan ke dalam kelompok sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, tanaman obat-obatan,  ikan dan kelompok ternak. Luas lahan pekarangan juga menjadi pertimbangan lainnya, makin luas lahan pekarangan yang dimiliki, maka makin banyak peluang diversifikasi komoditas dan luasan atau skala yang diusahakan, demikian sebaliknya.

Dalam konsep MKRPL luasan pekarangan dikelompokkan menjadi kelompok pekarangan perkotaan yang terdiri dari : perumahan Tipe 21, dengan total luas lahan 36 m2; perumahan Tipe 36, luas lahan sekitar 72 m2; perumahan Tipe 45, luas lahan sekitar 90 m2; dan perumahan Tipe 54 atau 60, luas lahan sekitar 120 m2. Sedangkan kelompok pekarangan pedesaan terdiri atas  pekarangan sangat sempit (tanpa halaman),  pekarangan sempit (<120 m2), pekarangan sedang (120-400 m2), dan pekarangan luas (>400 m2).  Jika melihat pengelompokan di atas, maka untuk kegiatan peternakan ayam buras  lebih diarahkan pada rumah tipe 54 atau tipe 60  (untuk perkotaan)  dan untuk perdesaan dengan katagori lahan pekarangan sedang (≥ 120 m2).

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini sedang mengembangkan ayam kampung melalui  pembentukan “kampung ternak unggas”  dan telah dicanangkan pada tanggal 15 Desember 2014 di Desa Teruai kabupaten Lombok Tengah . Pembentukan kampung unggas ini diharapkan akan dapat meningkatkan produksi, mengatasi kesenjangan kebutuhan daging bagi masyarakat dan sekaligus untuk menekan laju inflasi yang diakibatkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat terhadap telur dan daging unggas di NTB (Disnakkeswan NTB, 2014). Pembentukan kampung ternak unggas merupakan salah satu terobosan dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di wilayah perdesaan  dan dalam upaya menuju swasembada daging ayam di masa mendatang. Hal ini akan dapat dicapai apabila usaha ayam kampung yang dilakukan oleh peternak pada ‘kampung ternak unggas” menggunakan ayam kampung unggul dengan system produksi yang berkelanjutan. Salah satu jenis ayam kampung unggul yang dikenal saat ini adalah “ayam KUB” (Kampung Unggul Badan Litbangtan).

+ Selengkapnya.....

Web Analytics