PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PTT

Parent Category: Artikel
Created: Monday, 26 April 2021 08:00
Last Updated: Monday, 26 April 2021 08:00
Published: Monday, 26 April 2021 08:00
Written by Admin
Hits: 69

Yuliana Susanti & Yul Alfian Hadi

               Peningkatan produksi padi melalui perluasan areal tanam tidak dapat terus menerus dilakukan karena luas lahan pertanian yang terus berkurang akibat tingginya alih fungsi lahan, sehingga upaya yang lebih memungkinkan untuk dilakukan adalah mendorong peningkatan produktivitas. Konsekuensi dari peningkatan produksi dengan penekanan pada peningkatan produktivitas adalah : 1). tersedianya teknologi spesifik lokasi yang efektif, efisien dan tidak merusak lingkungan; 2). penerapan teknologi rekomendasi oleh petani secara mandiri, bersifat masal dan berkelanjutan. Dari aspek penyediaan teknologi rekomendasi saat ini telah diciptakan teknologi produksi padi dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang telah teruji mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 15%.  Persoalannya teknologi dengan pendekatan yang relative baru tidak mudah untuk diadopsi petani secara meluas dan berkelanjutan dalam kurun waktu yang singkat. Dalam hubungan inilah kegiatan pendampingan pengawalan terhadap petani pada penerapan teknologi menjadi sangat penting untuk dilakukan.

              Kegiatan pendampingan penerapan teknologi merupakan upaya penyebar luasan (diseminasi) teknologi yang dilaksanakan secara terencana, sistematis dan terkoordinasi agar petani memperoleh bimbingan langsung baik dari peneliti maupun penyuluh sebagai sumber teknologi guna memudahkan, mempercepat dan memperluas adopsi. Melalui kegiatan pendampingan, petani akan mendapatkan bimbingan dalam menentukan komponen teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan di daerah setempat (spesifik lokasi), cara menerapkan teknologi yang benar, memudahkan petani untuk berkonsultasi terkait permasalahan dan cara mengatasi masalah yang dihadapi. Dengan demikian petani benar-benar menerapkan teknologi spesifik lokasi yang dilakukan dengan tepat sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani secara nyata dan pada gilirannya akan dapat memotivasi petani untuk mengadopsi teknologi secara berkelanjutan.

              Kegiatan pendampingan telah dilaksanakan pada MK I mulai bulan April hingga Juli 2018 di kelompok tani Karang Bucu Desa Kuripan Utara Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat seluas 5 Ha. Komponen teknologi yang diterapkan antara lain : penggunaan Varietas Unggul Baru yakni benih padi Inpari 32 dan Inpari 33, umur bibit < 21 hari, penanaman menggunakan jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam 50 – 25 x 12,5 cm, jumlah bibit/rumpun 1-2 batang. Pemupukan berdasarkan rekomendasi desa setempat yakni NPK Phonska 300 kg/ha yang diberikan saat tanaman berumur 9 HST dan pemupukan kedua menggunakan Urea dengan dosis 250 kg/ha yang diberikan pada saat tanaman berumur 30 HST.

Gambar 1. Produktivitas padi varietas Inpari 32 dan 33 dengan penerapan teknologi PTT dan  cara petani

 

              Hasil pendampingan yang dilaksanakan di kelompok tani Karang Bucu Desa Kuripan Utara menunjukkan bahwa dengan penerapan teknologi PTT mampu meningkatkan produktivitas sebesar 20% untuk Inpari 32 dan 25% untuk Inpari 33 dibandingkan dengan produktivitas padi inpari 32 dengan budidaya padi yang biasa diterapkan petani (Gambar 1). Hasil penelitian Sirappa (2011), melaporkan  penerapan inovasi teknologi PTT melalui penggunaan varietas unggul baru dengan sistem tanam legowo memberikan hasil gabah yang cukup tinggi dibandingkan dengan teknologi yang diterapkan petani. Varietas padi Memberamo, Mekongga, Cigeulis yang ditanam dengan sistem legowo rata-rata memberikan hasil gabah lebih tinggi sebesar (5,5 - 8,3 t/ha) dibandingkan dengan teknologi petani (non PTT) yang hanya sekitar 4 t/ha. Penelitian Rusmawan et al. (2011), menunjukkan bahwa produktivitas padi sawah di Bangka Belitung dengan penerapan PTT padi sawah dapat mencapai 8, t/ha varietas Mekongga dan 5,1 t/ha varietas Ciherang. Komponen teknologi harus saling melengkapi, bila perlu dilihat kemungkinan adanya efek sinergisme antara komponen. Arsyad (2011), menyatakan bahwa inovasi teknologi yang berpeluang tinggi akan diadopsi petani adalah Varietas Unggul Baru. Hal ini disebabkan penggunaan VUB secara teknis mudah dilakukan, daya hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit tertentu.

              Peningkatan produktivitas yang diperoleh petani kooperator pada lokasi pendampingan terjadi karena teknologi budidaya yang diterapkan oleh petani kooperator terutama pada komponen jarak tanam yang menggunakan jajar legowo 2:1. Selain itu, penerapan pemupukan berimbang dan waktu pemupukan yang tepat  berperan cukup penting terhadap peningkatan produktivitas. Penerapan pemupukan berimbang ditujukan untuk menyesuaikan kebutuhan tanaman dengan ketersediaan hara di dalam tanah. Dosis pupuk yang diberikan oleh petani kooperator sesuai dengan rekomendasi desa setempat dan waktu pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga penyerapan unsur hara oleh tanaman dapat maksimal untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sedangkan pada petani non kooperator pemupukan dilakukan tidak di dasarkan pada jumlah/dosis yang dibutuhkan serta waktu pemupukan yang tidak disesuaikan kebutuhan tanaman sehingga pemanfaatan pupuk oleh tanaman menjadi tidak efisien, sesuai dengan hasil kajian Fachrista dan Sarwendah (2014) bahwa komponen utama PTT yang langsung dapat di adopsi oleh petani adalah penggunaan VUB, benih bermutu dan berlabel serta penggunaan bahan organik, sedangkan untuk komponen pendukung lainnya yang terdiri atas tanam bibit muda, tanam 1-3 bibit/lubang dan panen tepat waktu.

Daftar Pustaka

Arsyad, D.M., Jamal, E. 2011. Kajian Karakter Inovasi Teknologi Padi Sawah Guna Percepatan Adopsi. Prosiding Seminar Nasional Pengkajian dan Diseminasi Inovasi Pertanian mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian. 1473-1481.

Fachrista, I.A. Sarwendah, M. 2014. Persepsi dan Tingkat Adopsi Petani terhadap Inovasi Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah. Agriekonomika. 3(1): 1-9.

Rusmawan, D., Ahmadi. Muzammil. Asmarhansyah. 2011. Kajian Teknologi Usahatani Padi di Lahan Sawah Bukaan Baru Bangka Selatan Kepulauan Bangka Belitung. Seminar Nasional Pekan Pertanian Spesifik Lokasi: percepatan Transfer Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi untuk Pemberdayaan Petani Mendukung Ketahanan Pangan. Bangka Belitung.

Sirappa, M.P. 2011. Kajian Perbaikan Teknologi Budidaya Padi melalui Penggunaan Varietas Unggul dan Sistem Tanam jajar Legowo dalam Meningkatkan Produktivitas Padi Mendukung Swasembada Pangan. Jurnal Budidaya Pertanian. 7(2): 79-86.

 

Web Analytics