MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DENGAN MENERAPKAN POLA TANAM TUMPANGSARI JAGUNG DAN KACANG HIJAU DI LAHAN KERING IKLIM KERING

Parent Category: Artikel
Created: Thursday, 15 April 2021 09:47
Last Updated: Thursday, 15 April 2021 10:03
Published: Thursday, 15 April 2021 09:47
Written by Yuliana Susanti
Hits: 51

Oleh : Yuliana Susanti

Jagung menjadi tanaman primadona yang banyak diusahakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tetapi  produktivitasnya jauh lebih rendah yakni 6,5 t/ha dibandingkan  ditigkat  penelitian yang telah mencapai 10, 4 t/ha (Erawati et al. 2013). Masih rendahnya produktivitas jagung ditingkat petani salah satunya disebabkan karena masih minimnya penerapan teknologi budidaya ditingkat petani.

Peluang untuk meningkatkan produktivitas jagung komposit di lahan kering masih dapat dilakukan melalui peningkatan populasi tanaman. Selain itu, penerapan pola tanam tumpangsari jagung dengan tanaman legume (kacang-kacangan) dapat membantu meningkatkan hasil tanaman jagung, seperti yang dilaporkan Wangiyana et al. (2018) peningkatan jumlah baris tanaman kacang tanah yang ditanam sisip di antara barisan jagung mampu meningkatkan bobot tongkol per ha menjadi 13,71 ton dibandingkan dengan tanpa penyisipan tanaman kacang tanah yang memperoleh hasil 10,96 ton. Farida et al. (2018) juga melaporkan tumpangsari jagung dengan kacang hijau mampu meningkatkan berat biji kering per rumpun yakni 146,32 g/rumpun maupun berat biji kering jagung per hektar 6.636,16 kg/ha dibandingkan dengan penanaman jagung secara monokultur yakni sebesar 99,42 g/rumpun berat biji kering per rumpun dan 4.547,36 kg/ha untuk berat biji kering jagung per hektar.

Keterlibatan kolonisasi FMA pada sistem tanam tumpangsari dapat membantu meningkatkan proses transfer N akibat adanya hyphal bridge yang mengkolonisasi akar kedua jenis tanaman yang ditumpangsarikan (Smith dan Read, 2008). Kajian lain juga melaporkan dengan sistem aerobik tumpangsari padi dan kedelai yang inokulasi FMA menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang tidak diinokulasi FMA (Wangiyana et al. 2018).

 

x

x

 

x

x

 

x

x

 

x

x

o

x

x

o

x

x

 

x

x

o   o

x

x

o   o

x

x

x

x

 

x

x

 

x

x

 

x

x

o

x

x

o

x

x

 

x

x

o   o

x

x

o   o

x

x

x

x

 

x

x

 

x

x

 

x

x

o

x

x

o

x

x

 

x

x

o   o

x

x

o   o

x

x

x

x

 

x

x

 

x

x

 

x

x

o

x

x

o

x

x

 

x

x

o  o

x

x

o   o

x

x

x

x

 

x

x

 

x

x

 

x

x

o

x

x

o

x

x

 

x

x

o   o

x

x

o   o

x

x

x

x

 

x

x

 

x

x

 

x

x

o

x

x

o

x

x

 

x

x

o   o

x

x

o   o

x

x

x

x

 

x

x

 

x

x

 

x

x

o

x

x

o

x

x

 

x

x

o   o

x

x

o   o

x

x

x

x

 

x

x

 

x

x

 

x

x

o

x

x

o

x

x

 

x

x

o   o

x

x

o   o

x

x

                 A                                        B                                        C

Gambar 1. Lay out penerapan pola tanam tumpangsari jagung dan kacang hijau di Desa Labuhan Lombok Kecamatan Peringgabaya Kabupaten Lombok Timur (A= tanaman jagung tanpa penyisipan kacang hijau), (B= tanaman jagung  (o) penyisipan 1 baris kacang hijau), (C= tanaman jagung (o) dengan penyisipan 2 baris kacang hijau).

 

Penyisipan 2 baris kacang hijau diantara tanaman jagung melalui pengaturan sistem tanam double row yang diinokulasi mikoriza selain dapat meningkatkan berat kering tanaman dan berat kering biji, juga membantu meningkatkan infeksi mikoriza serta serapan hara tanaman yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penyisipan 1 baris kacang hijau. Produktivitas jagung dengan penyisipan 2 baris kacang bijau meningkat sebesar 5% atau 7,20 t/ha dibandingkan dengan penyisipan 1 baris kacang hijau yakni yang memperoleh 6,86 t/ha, tetapi masih lebih rendah 6% dibandingkan dengan produktivitas tanaman jagung tanpa penyisipan kacang hijau yang mencapai 7,69 t/ha. Lebih tingginya produktivitas tanaman jagung dengan penyisipan dua baris kacang hijau dibandingkan dengan penyisipan satu baris kacang hijau diduga karena adanya kontribusi N dari tanaman kacang hijau ke tanaman jagung, dimana penyisipan dua baris kacang hijau pada jarak tanam jagung yang sama, posisi rizosfir barisan kacang hijau menjadi lebih dekat ke rizosfir tanaman jagung dibandingkan dengan penyisipan satu baris kacang hijau. Wangiyana et al. (2018) melaporkan penyisipan 3 baris kacang tanah signifikan meningkatkan bobot tongkol per ha dibandingkan dengan penyisipan satu baris kacang tanah. Selain itu, dengan penerapan sistem tanam double row memberikan kondisi optimal bagi tanaman, dimana sistem tanam double row merupakan rekayasa sistem tanam melalui pengaturan jarak tanam antar tanaman maupun antar barisan dimana pemadatan tanaman jagung terjadi di dalam barisan dan memperlebar jarak antar barisan sehingga intensitas radiasi matahari pantulan yang diterima oleh tanaman dapat meningkatkan proses fotosintesis dan hasil fotosintat dapat maksimal serta memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman (Sesanti, et al. 2014; Nurbaiti et al. 2017).

 

 

Daftar Pustaka

Erawati, B.T.R., Herawati, N. Widiastuti, E. 2013. Peran PTT Jagung dalam Peningkatan Produksi dan Finansial: Kasus di Desa Donggobolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima NTB. Seminar Nasional Serealia. 252-263.

Farida, N., Wiresyamsi, A. Budianto, V.F.A. Dahlan, M. Dulur, N.W.D. Wangiyana, W. 2014. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ketan pada Berbagai Jarak Tanam, Pola Barisan, dan Tumpangsari dengan Tanaman Legum di Lahan Sawah Entisol. Agroteksos. 24(1): 1-8.

Nurbaiti, F., Haryono, G. Suprapto, A. 2017. Pengaruh Pemberian Mulsa dan Jarak Tanam pada Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Varietas Grobogan. Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika. 2(2): 41-47.

Sesanti, R.N., Wentasari, R. Ismad, W. Yanti, W.F. 2014. Perbandingan Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) pada Sistem Tanam Satu Baris dan Dua Baris. Agrovigor. 7(2): 76-84.

Smith SE, Read DJ. 2008. Mycorrhizal Symbiosis. Third edition. Academic Press, New York, USA.

Wangiyana, W., Gunartha, I.G.K., Farida, N. 2018. Respon Beberapa Varietas Jagung pada Jarak Tanam Berbeda terhadap Penyisipan Beberapa Baris Kacang Tanah. Crop Agro. II(2): 104-112. 

Wangiyana, W., Aryana, I.G.P.M. Gunartha, I.G.E. Dulur, N.W.D. 2018. Tumpangsari dengan Kedelai dan Inokulasi dengan Mikoriza Arbuskular untuk Meningkatkan Produksi Malai pada Berbagai Galur Harapan Padi Gogo dan Ampibi Beras Merah pada Sistem Aerobik. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah. 3(2): 388-393.

 

 

 

 

 

 

 

 

Web Analytics