IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI SUMBER DAYA GENETIK (SDG) TANAMAN LOKAL NTB

Parent Category: Berita
Created: Friday, 12 March 2021 11:15
Last Updated: Tuesday, 23 March 2021 11:16
Published: Friday, 19 March 2021 11:15
Written by Admin
Hits: 76
 
Indonesia merupakan negara mega-biodiversity dengan kekayan sumberdaya alam hayati terbesar ke dua setelah Brazil. Salah satu jenis sumberdaya alam hayati tersebut berupa sumberdaya genetik (SDG). SDG memiliki nilai potensial untuk dikembangkan terutama untuk memenuhi kebutuhan manusia seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan ancaman perubahan iklim. Kekayaan SDG Indonesia yang berlimpah belum dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik sehingga SDG diprediksi akan terus berkurang akibat minimnya upaya konservasi genetik. Peran penting SDG yang masih kurang disadari oleh masyarakat menyebabkan marak terjadi pencurian SDG tanaman oleh pihak asing. Salah satu bentuk perlindungan SDG yang dapat dilakukan adalah pendaftaran varietas tanaman sesuai dengan UU Nomor: 29 tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman.
Upaya pendaftaran varietas tanaman terutama varietas lokal dilakukan oleh tim kegiatan Pengelolaan SDG Tanaman Lokal BPTP NTB sejak tahun 2017 sampai saat ini. Pada pekan ini beberapa tahapan kegiatan dalam rangka pendaftaran varietas lokal telah dilakukan oleh tim SDG di 2 kabupaten. Tim SDG telah melakukan koordinasi ke Dinas Pertanian Kabupaten Bima, UPTD Kecamatan Wawo, dan BPP Wawo (15/03/2021). Hasil koordinasi diperoleh informasi keberadaan padi lokal (fare kala), kemiri (kaleli), jewawut hitam (witi meE), jewawut putih (witi bura), hanjeli (lere) dan tanaman biofarmaka musi. Kegiatan koordinasi kemudian dilanjutkan dengan identifikasi langsung ke lokasi dan menemukan tanaman-tanaman tersebut di lapangan masih dalam fase vegetatif (jewawut) dan fase generatif (padi lokal, kemiri, hanjeli, musi). Pada waktu dekat tim akan segera menindaklanjuti kegiatan identifikasi dengan karakterisasi.
 
 
 
 
Tim SDG juga melakukan identifikasi dan karakterisasi tanaman kopi robusta lokal Setiling (16/03/2021). Kegiatan dilakukan di lokasi perkebunan kopi milik pak Khaeruddin Nasri di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Tipe pertumbuhan tanaman kopi Setiling yang ditemukan di lokasi ada dua yaitu berupa pohon dan perdu. Tanaman kopi Setiling berupa pohon merupakan bentuk asli tanaman kopi Setiling yang telah berumur > 40 tahun, sedangkan perdu merupakan bentuk tanaman kopi Setiling yang telah diremajakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Tanaman kopi Setiling yang ditemukan sedang dalam fase generatif (berbunga dan berbuah). Kopi Setiling merupakan salah satu produk andalan NTB khususnya Kabupaten Lombok Tengah, akan tetapi luas lahan dan populasinya semakin berkurang. Kedepannya diharapkan pendaftaran varietas lokal SDG dapat memberi perlindungan hukum terhadap varietas-varietas tanaman lokal tersebut dan mendukung upaya pelestariannya untuk masa depan yang lebih baik.
 
 
 
 
 
Web Analytics