PERCEPAT PEMBANGUNAN PERTANIAN WAMENTAN LAKUKAN KUNKER DI NTB

Parent Category: Berita
Created: Sunday, 14 March 2021 09:37
Last Updated: Monday, 15 March 2021 12:45
Published: Sunday, 14 March 2021 09:37
Written by Admin
Hits: 103
 
Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi didampingi Direktur Pembiayaan Kementerian Pertanian Ir. Indah Megawati, MP melaksanakan kunjungan kerja ke NTB. Kunjungan diawali dengan peninjauan pabrik pengolahan pakan ternak, prosesing benih, dan industri sepeda motor listrik di Science Technology & Industrial Park Banyumulek, dilanjutkan hari berikutnya ke Kabupaten Lombok Timur (12/3/21). Ikut dalam rombongan Asisten II Setda NTB/Plt. Kadis Pertanbun NTB, Plt. Kadis PKH Prov NTB, Kepala BPTP NTB dan Kepala Karantina Pertanian. Rombongan diterima Sekda Lombok Timur di Desa Ekas, Kec. Jerowaru, Lombok Timur. Setelah jamuan makan siang di Karamba Jaring Apung, Teluk Ekas dan bertemu tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, Wamentan dan rombongan meninjau kelompok peternak sapi yang mendapatkan pembiayaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu Kelompok "Tercapai, Pemuda Pengarat Milenial, dan Menanti Kasih" desa Pringgajurang, Kec. Montong Gading, Lombok Timur. Dari 35 anggota kelompok, 21 orang diantaranya sudah mendapatkan KUR. Wamentan dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Kementerian Pertanian dalam TA. 2021 meluncurkan program UPPO (unit pengolahan pupuk organik) yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok peternak untuk meningkatkan kesuburuan tanah dan meningkatkan nilai tambah limbah ternak. Wamentan juga berharap setiap peternak dapat memelihara minimal 3 ekor sapi sehingga bisa mendapatkan penghasilan 2,5 juta/bulan. Wamentan pada kesempatan tersebut berjanji akan datang ke Pringgajurang untuk melihat perkembangan ternak sapi di wilayah tersebut. Asisten II Setda NTB Ridwan Syah meminta Kadis PKH Prov NTB dan Lombok Timur membantu mendetailkan alat dan mesin pertanian yang diperlukan dan kalau bisa dibuat disini akan kita usulkan ke dinas perindustrian provinsi NTB. Untuk pengadaan sapi yang dibiayai KUR menurut Direktur BNI dana KUR baru bisa di cairkan setelah sapinya ada di kelompok. Selanjutnya Direktur Pembiayaan menyampaikan bahwa jumlah dana KUR yang dialokasikan tahun ini sebanyak Rp.70 triliun, naik dibandingkan alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp.50 triliun (MN).
 
 
 
Web Analytics