IP2TP SANDUBAYA TANAM JAGUNG HIBRIDA UNGGUL KARYA ANAK BANGSA

Parent Category: Berita
Created: Wednesday, 03 February 2021 10:17
Last Updated: Wednesday, 03 February 2021 10:17
Published: Wednesday, 03 February 2021 10:17
Written by Fata Hasan
Hits: 80

Jagung merupakan komoditas pangan utama setelah padi dan gandum. Untuk meningkatkan produksi jagung diperlukan varietas yang berdaya hasil tinggi. Balitbangtan telah mengkaji jagung hibrida tongkol ganda dengan produksi dua kali lipat dari jagung biasa, yaitu NASA (Nakula Sadewa) 29 yang dinamai oleh Presiden Jokowi pada hari pangan sedunia tahun 2016 yang lalu.

 Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Sandubaya  melaksanakan tanam benih jantan jagung hibrida Nasa 29 di lokasi kebun Sandubaya dengan luasan 2 (dua) ha. Penanaman tahap pertama dengan luasan 1 (satu) ha untuk jagung jantan, Jagung betina akan ditanam 2 hari berikutnya. Pola tanam jagung pejantan dan betina menggunakan perbandingan 1 baris jagung pejantan dan 4 baris jagung betina. Guna mempermudah proses penanaman menggunakan tugal dengan jarak tanam 20 cm. Satu biji perlubang tanam jarak 70 x 20 cm.

NASA 29 memiliki umur panen 100 hst dengan warna biji kuning-oranye. Potensi hasil yang tinggi mencapai 13,5 t/ha. Selain potensi hasil yang tinggi, jagung ini memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai, karat, dan hawar. Keunggulan jagung hibrida tongkol ganda NASA 29 ini adalah stay green, yaitu warna batang dan daun di atas tongkol masih hijau saat biji sudah masak/waktu untuk panen sehingga dapat dimanfaatkan untuk pakan. Peningkatan hasil > 35% dari jagung hibrida tongkol dua dan rendemennya tinggi serta janggel yang keras. (Fata Hasan)

 

  

 

Web Analytics