PERBENIHAN JAGUNG NASA 29 DI IP2TP SANDUBAYA

Parent Category: Berita
Created: Monday, 01 February 2021 12:55
Last Updated: Monday, 01 February 2021 12:57
Published: Monday, 01 February 2021 12:55
Written by Admin
Hits: 71

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia yang dimanfaatkan baik sebagai bahan pangan maupun pakan. Untuk meningkatkan produksi jagung, Badan Litbang Pertanian telah merakit dan melepas varietas Nasa 29 yang merupakan jagung hibrida tongkol ganda dan memiliki produksi dua kali lipat dari jagung biasa. Jagung Nasa 29 memiliki umur panen 100 hari setelah tanam (hst) dan memiliki warna biji kuning-oranye. Selain memiliki potensi hasil tinggi (13.5 ton/ha), keunggulan lain dari varietas ini adalah tahan terhadap penyakit bulai, karat, dan hawar; dan stay green, yaitu warna batang dan daun di atas tongkol masih hijau pada saat biji masak atau waktu untuk panen.

BPTP NTB dalam rangka menjalankan tupoksinya, melakukan kegiatan perbenihan jagung Nasa 29 di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Sandubaya, Kabupaten Lombok Timur dengan luas lahan 2 Ha. Penanaman jagung dilakukan dengan jarak tanam 70 x 20 cm, pola tanam 1 baris benih jantan dan 4 baris benih betina, dan setiap lubang tanam diisi 1 biji benih. Pemupukan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu: 1) 200 kg NPK Phonska + 50 kg Urea, dan 2) 200 kg Urea. Pada tanggal 22 dan 23 Januari 2021 tanaman jagung dipanen dan selanjutnya akan diproses untuk dijadikan benih. Hasil yang diperoleh dari panen pertama yaitu sebanyak 850 kg/ha dan saat ini hasil panen masih disimpan dan dikeringanginkan mengingat kondisi cuaca hujan. Adanya serangan hama dan penyakit serta kondisi kekurangan air menyebabkan produksi menjadi lebih rendah dari potensi hasilnya. Sejauh ini, BPTP NTB dalam memproduksi benih jagung telah melakukan kerjasama dengan PT. Trubus.

 

   

 

Web Analytics