MENATA KEMBALI KOLEKSI RUMPUT UNGGUL DI VISITOR PLOT

Parent Category: Berita
Created: Friday, 29 January 2021 15:31
Last Updated: Monday, 01 February 2021 06:59
Published: Friday, 29 January 2021 15:31
Written by Hijriyah
Hits: 88

Visitor Plot Balitbangtan BPTP NTB memiliki beberapa koleksi rumput unggul untuk pakan ternak terutama ruminansia.  Namun kurangnya tenaga yang mengelola sehingga beberapa jenis sudah mulai berkurang jumlahnya dan tidak terawat.  Keberadaan koleksi rumput unggul berguna untuk mempelajari pertumbuhan sampai produksi masing-masing jenis sebagai bahan tulisan KTI.  Disamping itu koleksi rumput menjadi salah satu obyek tempat belajar mahasiswa atau siswa SMK program studi, atau fakultas atau jurusan peternakan. Mahasiswa maupun Siswa sekolah menengah maupun sekolah dasar yang datang untuk studi banding atau melakukan PKL dapat mempelajari hijauan pakan ternak dari  jenis rumput unggul.

Memelihara ternak ruminansia seperti sapi atau kambing, pakan merupakan hal penting yang harus diperhatikan karena pakan.  Kebutuhan ternak akan  pakan tidak hanya diperhatikan pada kuantitasnya tetapi juga kualitasnya.  Rumput unggul umumnya memiliki produksi yang baik dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan ternak.  Rumput unggul memiliki tingkat pertumbuhan yang baik tentu dengan perawatan yang baik seperti pemenuhan kebutuhan air dan unsur hara.

Bersama mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Mataram sebanyak 5 orang, dengan bimbingan Dr. Tanda Panjaitan Peneliti BPTP NTB ahli dibidang pakan ternak melakukan penanaman beberapa rumput unggul dua diantaranya termasuk koleksi baru di Visitor Plot (29/01/2021).  Jenis rumput unggul yang belakangan ini juga dikembangkan di wilayah NTB seperti rumput pakchong, rumput umami dan rumput gajah biasa.  Dijelaskan oleh Dr. Tanda Panjaitan bahwa 2 jenis rumput yang ditanam masing masing memiliki kelebihan yaitu: 1) Rumput pakchong dikembangkan di Thailand dengan keunggulan tidak berbulu dan mempunyai kandungan protein yang tinggi,  2) Rumput Gajah Umami, rumput gajah ini dikembangkan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dinamakan rumput umami karena rumput ini dikembangkan oleh ahlinya yang bernama Nafi'atul Umami.  Rumput  umami memiliki kelebihan pada produksi yang tinggi dan kandungan protein yang tinggi juga. Karena ketiga jenis rumput ini memiliki bentuk yang sama maka penanaman dilakukan untuk mencoba membandingkan kedua rumput tersebut (pakchon dan Umami)  dengan rumput gajah biasa.

Kegiatan ini bertepatan dengan adanya mahasiswa Fakultas Peternakan UNRAM yang sedang Magang untuk menanam sekaligus menata rumput unggul agar dapat menjadi tempat belajar dan menambah ilmu pengetahuan bagi pengunjung Visitor Plot yang datang ke kantor BPTP NTB.  Pada kesempatan ini juga ditawar kepada mahasiswa bagi yang berminat untuk memperdalam ilmu hijauan pakan ternak, bisa melanjutkan Praktik Kerja Lapang (PKL) bahkan mungkin ada yang berminat untuk penelitian skripsinya. Rumput bisa mulai dipanen setelah 60 hari (HST) untuk melihat produksinya dan panen berikutnya bisa dilakukan pada setiap 40 – 45 hari (Hijriyah)

 

      

Web Analytics