PENANAMAN VUB PADI DI VISITOR PLOT BPTP NTB

Parent Category: Berita
Created: Tuesday, 26 January 2021 07:50
Last Updated: Tuesday, 26 January 2021 07:50
Published: Tuesday, 26 January 2021 07:50
Written by Slamet Nugroho
Hits: 104

Display teknologi pertanian pada visitor plot Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB untuk Musim Hujan (MH) terdapat 14 varietas yaitu Inpari Nutri Zinc, Pamelen, Baroma, Jeliteng, Tarabas, Cakrabuana, Mantap, Paketih, Inpari 7, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 36, Inpari 42, Inpari 45. Setiap Varietas Unggul Baru (VUB) memiliki keunggulan tersendiri, misalnya Inpari Nutri Zinc memiliki kandungan zinc tinggi bagus untuk mencegah stunting, tektur pulen dan potensi hasil tinggi 7-9 t/ha. Pamelen, padi merah pulen yang memiliki tekstur nasi pulen, toleran tehadap penyakit blast dan tungro. Paketih, merupakan padi ketan putih yang toleran terhadap penyakit blast, tanaman tidak mudah rebah dan memiliki potensi hasil 7-9,4 t/ha.  Baroma , padi sawah aromatik tipe Basmati yang memiliki ketahanan terhadap  hawar daun bakteri, toleran terhadap penyakit blast dan nasi yang beraroma wangi. Jeliteng,  merupakan varietas unggul beras hitam dengan tekstur nasi yang pulen, memiliki kandungan antioksidan Vitamin E, Vitamin B, magnesium, zat besi, zinc  yang tinggi pada beras hitam punya banyak manfaat bagi tubuh, mulai dari meningkatkan imunitas tubuh, mencegah kerusakan sel, hingga menjaga kesehatan mata dan kulit.

Benih padi mulai disemaikan pada tanggal 7 januari 2021. Saat persemaian dilakukan aplikasi insektiida perlakuan benih menggunakan insektisida berbahan aktif Tiametoksam 350 g/l. Kegiatan pengolahan tanah menggunakan traktor dilaksanakan pada tanggal 19 januari 2021. Kemudian dilakukan aplikasi molustisida berabahan aktif niclosamine untuk mengatasi hama keongmas. Kamis 21 januari 2021 kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 14 VUB padi. Sistem tanam menggunakan sistem JARWO 2:1 (jajar legowo). Dalam aplikasi sitem Jajar Legowo (JARWO) 2:1 jarak tanam antar barisan 25 cm, dalam barisan 12,5 cm, dan antar legowo 50 cm. Terdapat beberapa keuntungan tanam padi jajar legowo 2:1, yaitu populasi tanaman bertambah hingga 25%, seluruh barisan padi berada di pinggir, sehingga penyinaran matahari optimal, Sirkulasi udara berjalan optimal, mudah dalam pemeliharaan terutama pemupukan dan penyiangan, pengendalian OPT dan meningkatkan produktivitas 7-15%.  

Dalam proses tanam melibatkan siswa PKL dari SMK PP Mataram. Hal tersebut sebagai salah satu pengenalan teknologi sitem JARWO kepada para siswa PKL. Visitor plot diharapkan mampu menjadi sarana penerapan dan pengenalan teknologi pertanian khususnya dari Badan Litbang Pertanian kepada masyarakat luas. (Slamet Nugroho)

 

     

 

Web Analytics