SOSIALISASI HASIL RAKER KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2021 DI BPTP NTB

Parent Category: Berita
Created: Wednesday, 20 January 2021 17:20
Last Updated: Wednesday, 20 January 2021 17:20
Published: Wednesday, 20 January 2021 17:20
Written by Admin
Hits: 220

 

Sosialisasi  hasil mengikuti Rakernas Kementerian Pertanian, yang dilanjutkan dengan Raker Badan Litbang Pertanian dan lingkup BBP2TP (Senin, 18/1/2021). Rakernas Pembangunan Pertanian 2021 yang dilaksanakan di Jakarta bertemakan “Peran Sektor Pertanian dalam Menopang Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2021”. Dalam sosialisasi disampaikan beberapa arahan Presiden Joko Widodo saat pembukaan rakernas pembangunan pertanian 2021 yaitu mengingatkan tentang peringatan FAO (Food Agriculture Organization) tentang kemungkinan terjadinya krisis pangan, sehingga Presiden mengingatkan bahwa perlu penanganan pada komoditas-komoditas strategis dengan langkah out of the box, melalui pengembangan skala ekonomi dan pengembangan kawasan food estate harus dapat dijadikan contoh untuk daerah lainnya. Selanjutnya subsidi pupuk perlu dievaluasi, sehingga return-nya untuk negara harus dapat dievaluasi. Presiden meminta untuk dilihat/diukur apa output dari subsidi pupuk yang sudah sangat tinggi. Terakhir Presiden memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian yang PDBnya bernilai positif di tengah pandemic Covid – 19.

Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan yang maju, mandiri dan modern. Mekanisasi dan korporasi dilaksanakan dari hulu sampai hilir sesuai arahan Presiden. Menteri Pertanian sudah menggariskan tujuan pembangunan pertanian yaitu ketahanan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk indonesia, peningkatan produksi dan produktivitas melalui 1) peningkatan kapasitas produksi, untuk padi ditargetkan rata-rata 6 ton/ha, 2) Diversifikasi pangan: melalui pekarangan pangan lestari, pangan lokal, 3) Lumbung pangan: mulai dari tingkat desa sampai dengan tingkat provinsi, 4) Pertanian modern, ada traktor autonomous, drone untuk aplikasi pestisida, 5) Peningkatan ekspor. Kementerian Pertanian juga punya program super prioritas yaitu food estate, perluasan areal tanam baru, IP-400, 1000 kampung buah, swasembada gula, tanaman perkebunan ditanami di pekarangan, misal kelapa bido yang bisa dipanen sambil duduk, 10.000 desa sapi (yang tadinya 1000 menjadi 10.000 desa), dan program sekolah pertanian di 34 provinsi.

Disampaikan juga pada acara Raker Narasumber Komisi IV DPR RI menekankan bahwa di BUMN ada klaister pangan, agar aset BUMN yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat dimanksimalkan pemanfatannya, kerjasama pusat dan daerah untuk mengatur pola tanam antar daerah. Sektor pembiayaan, KUR masih tetap berjalan dari BRI dan PT Pupuk Indonesia Persero masih memproduksi pupuk bersubsidi sebanyak 9,24 juta ton dari kebutuhan pupuk subsidi 23 juta ton.

Permasalahan di lapangan, lahan yang baru dibuka juga menggunakan pupuk bersubsidi sehingga kebutuhan untuk luas baku yang sudah ada menjadi berkurang. Kita dukung penggunaan pupuk organik, 2 ton/ha, sedangkan petroganik sejumlah 500 kg/ha (Hijriyah dan Nurul Hidayah).

 

Web Analytics