Dr. Drh. Nurul Hilmiati, MVS

Pin It

 


 

Nama : Dr. Drh. Nurul Hilmiati, MVS
Unit Kerja : BPTP Nusa Tenggara Barat
Pendidikan : S3
Jabatan : Peneliti Ahli Muda
Bidang Penelitian : Kesehatan Hewan;    Komunikasi untuk pembangunan pertanian;  Pendekatan partisipatif dalam kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian
E mail : hilmiati@yahoo.com

  Dr. Drh. Nurul Hilmiati, MVS mendapatkan gelar dokter hewan dari Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta pada tahun 2000. Sejak menamatkan pendidikan dokter hewan, yang bersangkutan bekerja di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok dengan sebagai Kepala Laboratorium Kesehatan Hewan type C dan Pos Kesehatan Hewan. Pada tahun 2002, yang bersangkutan mendapatkan beasiswa Australia Development Scholarship (ADS) untuk melanjutkan pendidikan master di the University of Queensland, Australia bidang Beef Cattle Management and Tropical Veterinary Medicine. Selepas menyelesaikan program master tahun 2004, yang bersangkutan memutuskan untuk pindah bekerja di Balai Pengkajian Teknologi Petanian (BPTP) NTB sebagai peneliti, hingga saat ini.
Sejak bekerja di BPTP-NTB, yang bersangkutan terlibat dalam berbagai kegiatan pengkajian teknologi termasuk dengan kegiatan pengkajian kerjasama dengan luar negeri seperti ACIAR (Australia Centre for International Agricultural Research). Yang bersangkutan pernah menjadi project leader kegiatan pengkajian dampak sosial ekonomi flu burung, kegiatan kerjasama BPTP-NTB dan ACIAR pada tahun 2006. Menjadi penanggung jawab kegiatan pengkajian obat alternative untuk scabies pada tahun 2005-2006, dan menjadi anggota tim pengkajian “Integrating crop-livestock production system in Lombok”, kerjasama BPTP-NTB dan ACIAR.
Tahun 2007 merupakan titik balik bagi yang bersangkutan, sebagai seorang dokter hewan dengan latar belakang keilmuan sains. Saat itu yang bersangkutan terpilih mewakili BPTP-NTB sebagai peserta dua pelatihan berseri dengan materi dimensi sosial dari proyek-proyek ACIAR. Dalam pelatihan ini, yang bersangkutan diperkenalkan pada konsep partisipasi petani dalam kegiatan-kegiatan pengkajian, pada aspek sosial komunikasi dari proyek pengkajian berlatar belakang sains, dan pada proses belajar yang ada dalam kegiatan pengkajian. Hasil dari pelatihan itu membuat yang bersangkutan tertarik untuk merefleksikan betapa para peneliti sains seringkali sangat jauh dalam memahami dan mengintegrasikan aspek sosial dalam kegiatan pengkajian. Terlalu sering para peneliti turun ke lapangan, ke sawah-sawah, ke perkampungan-perkampungan petani mengumpulkan data untuk kepentingan peneliti membuat proposal proyek, seminar dan publikasi ilmiah lainnya. Sejak itu, yang bersangkutan mulai bertanya pada dirinya sendiri, bagaimana agar kegiatan pengkajian teknologi pertanian di BPTP-NTB bisa lebih efektif sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani.
Yang bersangkutan menjadi sangat tertarik dengan penerapan ilmu-ilmu sosial dalam kegiatan pengkajian teknologi pertanian di BPTP sehingga selalu berupaya mencari pelatihan-pelatihan terkait. Pada bulan Maret 2008, yang bersangkutan mendapatkan grant dari Pemerintah Belanda melaui Netherland Fellowship Program untuk mengikuti pelatihan ‘participatory planning, monitoring and evaluation: managing for change’, yang diselenggarakan oleh the Wageningen University, Belanda. Pelatihan selama tiga minggu ini telah membawa yang bersangkutan pada level yang lebih tinggi dalam mengapreseasi pentingnya aplikasi ilmu-ilmu sosial dalam kegiatan pengkajian teknologi. Pada saat yang bersamaan, yang bersangkutan menyaksikan sendiri tantangan yang dihadapi dalam kegiatan pengkajian untuk menghasilkan dampak pengkajian pada perbaikan kesejahteraan petani. Pada titik itu lah yang bersangkutan memutuskan untuk juga mendalami ilmu sosial. Pada tahun 2008, yang bersangkutan mendapat beasiswa ACIAR untuk melanjutkan jenjang pendidikan doctor (S3). Yang bersangkutan memutuskan mendalami topik thesis pada ‘komunikasi untuk perubahan perilaku: membuat pengkajian teknologi bermanfaat untuk petani’. Hal ini telah menjadi perjalanan belajar yang bersangkutan, untuk memastikan bahwa penelitian dan pengkajian teknologi pertanian yang ada lebih bermanfaat bagi petani.

 

Publikasi :