Berita

DUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN, PETANI DAN PENYULUH DI KABUPATEN SUMBAWA IKUTI BIMBINGAN TEKNIS

 

Pertanian di era covid merupakan sektor penting dalam perekonomian di Indonesia karena memiliki peranan strategis, seperti penyedia bahan pangan bagi masyarakat. Sebagai negara berkembang, Indonesia terus berupaya melakukan pembangunan pertanian disamping pembangunan fisik, peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian juga penting untuk menunjang keberhasilan pembangunan pertanian.

Petani dan penyuluh sebagai ujung tombak keberhasilan pembangunan pertanian perlu meningkatkan kemampuan untuk lebih berperan dalam proses pembangunan. Guna mendukung hal tersebut, BPTP NTB ikut berperan serta sebagai fasilitator dalam acara bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas petani dan penyuluh (24/2/2021) di Hotel Grand Sumbawa. Bimbingan teknis diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, dihadiri oleh perwakilan penyuluh dari BPP Unter Iwes, BPP Batu Lanteh, dan perwakilan petani milenial Kabupaten Sumbawa. Kegiatan dibuka secara resmi oleh anggota Komisi IV DPR RI, Haji Johan Rosihan, didampingi oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa dan perwakilan dari BPTP NTB. Dalam sambutannya anggota Komisi IV DPR RI menyampaikan terkait pentingnya kinerja serta peran petani dan penyuluh dalam menyediakan pangan untuk kebutuhan masyarakat. Selain itu, Haji Johan Rosihan berharap agar para penyuluh bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kapasitasnya supaya lebih kompeten dan mampu membantu petani.

BPTP NTB selaku fasilitator bimtek, mendatangkan dua orang narasumber untuk menyampaikan materi terkait teknologi produksi padi oleh Sabar Untung, SP dan pengendalian hama dan penyakit tanaman padi di NTB disampaikan oleh Darwis, SP.   

Dalam penjelasannya Darwis, SP menyampaikan Teknologi Budidaya Padi berbasis Jarwo yang ditekankan pada efisiensi penggunaan pupuk anorganik dan Pengelolaan hama dan penyakit pada tanaman padi. Untuk meningkatkan populasi tanam (30% melalui sisipan) disarankan untuk menggunakan teknologi Jajar Legowo dengan sistem 2:1 jarak tanam 25:12 dan 4:1 jarak tanam 5:50. VUB hasil tinggi seperti Inpari 30, inpari 42, Inpari 36, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 37 dan Inpari 32.

Bimtek dilaksanakan selama satu hari dan rencananya akan dilakukan untuk lima angkatan bimbingan.

 

  

Web Analytics