Semangat Bertanam Di Pandemi Covid 19

Pin It

Tanaman pangan menjadi komoditi yang paling urgen dalam menjaga keamanan dan ketahanan pangan.  Kita harus berupaya secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan pangan.  selama diberlakukannya pembatasan ruang gerak masyarakat demi untuk menghadapi penyebaran virus Covid 19. Pembatasan ruang gerak ini berdampak pada pendapatan masyarakat secara umum.  Melalui keberdayaan masyarakat petani yang sampai saat ini masih tetap eksis melakukan panen dan sebagian sudah kembali menanam,  tentu dengan harapan ketersediaan pangan tercukupi.  Dukungan Kementerian Pertanian RI dengan upaya-upayanya untuk melakukan pengawasan, pendampingan serta memberikan semangat untuk tetap berproduksi. 

Ditengah pandemi Covid 19 ini semangat petani tidak turun.  Panen tetap dilakukan dengan lancar, tidak ada informasi adanya gagal panen artinya bahan pangan tersedia dan tidak perlu impor.  Beras yang berasal dari produksi para petani akan memberikan keuntungan bagi Negara.  Perekonomian  dunia saat ini dalam kondisi tidak berjalan dengan baik, termasuk di Negara kita, tentu swasembada pangan harus dipertahankan. 

Komoditi pangan seperti padi, jagung dan kedele (Pajale), merupakan  sumber pangan utama yang senantiasa mendapatkan pengawasan dari Kementan.  Ini penting untuk dapat mengukur ketahanan pangan nasional.  Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu provinsi yang memiliki sentra-sentra produksi Pajale saat ini masih relative aman.  Berdasarkan surat edaran (SE) Kementerian Pertanian No 3199/RC.2020/C/05/2020 tertanggal 11 Mei 2020  kepada Gubernur  se Indonesia agar melakukan Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam (GPOT) Padi  dalam rangka menghadapi Musim Kemarau (MK) 2020 dan antisipasi dampak Covid-19.  Pecepatan tanam April-September 2020 dengan target 5,6 juta hektar.  Melakukan pengawalan ketersediaan saprodi : benih, pupuk pestisida; koordinasi oleh Kostratani/BPP Kecamatan.  Dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) disinergikan dengan APBN, APBD, investasi dan swadaya.

Berdasarkan laporan  petugas Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB bahwa realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) Pajale bulan Mei 2020 dilaporkan  realisasi sampai dengan 13 Mei 2020 untuk padi 28,36%;  jagung 4,39%  dan kedelai 10,41%.  Dengan demikian harapan kita agar petani tetap bersemangat untuk menjalankan tugas ini demi keamanan dan ketahanan pangan bangsa untuk menghadapi kondisi yang sulit sat ini (Pandemi Covid-19). Sebagai bagian dari jajaran Kementerian Pertanian kita ikut berpartisipasi dengan menjalankan tugas dan kewajiban sebagai ASN dengan tulus, ikhlas dan sungguh-sungguh. (Oleh : Farida Sukmawati – BPTP NTB)

Web Analytics