Porang Mengangkat Kesejahteraan Masyarakat Pademare

Pin It

Dusun Pademare berada di Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, lahan sekitarnya berbukit, tergolong lahan kering berada di kaki gunung Rinjani berbatasan dengan Kabupaten Lombok Timur.  Tidak banyak lahan yang dapat ditanami tanaman pangan seperti padi, jagung dan kacang-kacangan, bukan semata-mata karena tidak subur tetapi gangguan hewan liar seperti kera yang sering menyerang lahan tanaman pangan.  Di lahan-lahan berbukit terdapat tanaman tahunan atau tanaman perkebunan seperti jambu mente, kopi dan kakao, mulai ditanam sejak dilaksanakannya proyek-proyek pertanian. Saat ini Pademare telah memiliki satu sumber pendapatan masyarakatnya yaitu melalui budidaya tanaman Porang.

Berawal dari seorang pemuda lokal bernama Putra Anom yang lahir di Bayan 24 Oktober 1981 yang memulai kehidupannya setelah mengalami pengalaman yang tidak berjalan sesuai harapan.  Pada tahun 1997 setamat sekolah dasar berharap dapat melanjutkan ke bangku pendidikan berikutnya yaitu sekolah lanjutan tingkat pertama, namun perekonomian keluarga yang tidak mendukung sehingga harapannya pupus.   Sempat bekerja sebagai tenaga mekanik di sebuah bengkel sepeda motor, menjadi tukang ojek dengan sepeda motor milik orang lain.  Saat itu tinggal bersama Nenek dan adiknya sejak di bangku kelas 3 sekolah dasar.  Tahun 2000 merantau ke pulau Dewata Bali dan mendapat pekerjaan di sebuah toko bangunan dan bekerja sebagai tenaga gypsum selama 6 tahun. Tahun 2007 kembali ke Lombok dan menikah serta tinggal di Bayan.  Enam bulan kemudian setelah menikah memutuskan untuk tinggal di Sambik Elen.  Selanjutnya bersama istri belajar untuk bercocok tanam.  Tidak hanya dia yang mengalami kegagalan untuk budidaya tanaman pangan, tetapi juga warga sekitar yang mengalami hal yang sama.  Kebun-kebun umumnya ditumbuhi tanaman liar yang disebut Lombos oleh warga setempat.  Tanaman liar Lombos itu adalah PORANG yang saat ini menjadi tanaman impor yang sedang ngetren. Pada tahun 2012 berjumpa dengan pembeli Porang dan bersedia membeli seharga 1.300/kg.

 

+ Selengkapnya...

Web Analytics