Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih (SL-Desa Mandiri Benih)

Pin It

Pada periode 2015-2019, komoditas padi dan jagung ditargetkan tercapai swasembada berkelanjutan, sedangkan swasembada kedelai ditargetkan tercapai pada tahun 2018. Peningkatan produksi ditentukan luas areal tanam/panen, peningkatan produktivitas serta pengamanan produksi pasca panen. Perluasan arealtanam/panen dipengaruhi oleh perubahan iklim, sedangkan peningkatan produktivitas ditentukan oleh keunggulan genetik varietas (G), lingkungan tumbuh (L), dan manajemen budidaya tanaman (M). Keunggulan genetik teraktualisai melalui ketersediaan benih bermutu yang memiliki kemurnian genetik, vigor dan daya tumbuh. System perbenihan di Indonesia meliputi Farm Saved Seed (oleh petani sendiri) dalam Community Based Seed Supply dan Commercial Seed (Penangkar Benih dan Industri Benih) dalam Commercially Oriented Seed Supply, disamping adanya pengelolaan plasma nuftah (Genebank) untuk para peneliti (pemulia) dalam upaya pemanfaatan sumberdaya genetik untuk perbaikan varietas.
Masalah dalam sistem perbenihan komersial adalah produsen/penangkar benih cenderung memperbanyak benih varietas yang telah memiliki pasar (popular), sehingga benih varietas unggul baru tidak tersedia, akibatnya varitas lama mendominasi penanaman padi. Disamping itu, penggunaan benih padi, jagung dan kedelai varitas unggul bersertifikat tahun 2015 dari program pemerintah dan pasar bebas untuk padi 50,9% dari total kebutuhan benih 349.540 ton, jagung 50,4% dari kebutuhan benih 72.635 ton dan kedelai 38,6% dari kebutuhan 34.457 ton. Penggunaan benih tidak bersertifikat (benih asalan) produksi sendiri dengan mutu rendah perlu dikurangi agar potensi genetik varietas dapat diaktualisasikan dengan baik, tercermin dari adanya peningkatan produktivitas. Sehubungan dengan itu tujanpenyusunan model desa mandiri benih adalah dalam upaya menumbuhkan kemampuan penangkaran benih bermutu secara mandiri, untuk meningkatkan penyediaan benih bermutu varietas unggul baru yang sesuai prefrensi yang belum diproduksi oleh perbenihan komersial untuk mempercepat adopsi.

+ Selengkapnya...