Karakteristik Varietas Unggul Baru Kedelai Balitbangtan Pada Agroekosistem Lahan Yang Berbeda

Pin It

Kedelai (Glycine max L. Merril) merupakan pangan utama setelah padi dan jagung, serta menjadi sumber protein nabati yang tinggi di antaran kacang-kacangan lainya. Selain memiliki kandungan protein pada produk olahannya, kedelai juga memiliki isoflavon dengan kandungan antioksidan untuk mencegah penyakit degenaratif (Astuti 2008; Krisnawati 2017). Kebutuhan kedelai dari waktu ke waktu semakin meningkat, sementara produksi kedelai belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga kebutuhan kedelai dipenuhi melalui impor. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan produksi melalui perluasan areal tanam, penggunaan varietas yang berpotensi hasil tinggi, serta sesuai dengan preferensi petani.
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah penghasil kedelai ke tiga setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah (Krisdiana 2014) dengan total luas panen pada tahun 2019 yaitu luas tanam 62.162 ha, luas panen 60.242 ha, dan produktivitas 1,5 ton/ha.(Balitkabi,2017) Varietas unggul baru (VUB) kedelai di beberapa lokasi display dan demplot pada kegiatan BPTP NTB seperti produksi benih sumber kedelai dan SL mandiri benih kedelai, diperoleh rata-rata hasil 1,7-2,0 ton/ha. Hal ini dapat menjadi peluang dan potensi yang besar bagi usaha pengembangan dan perluasan tanam kedelai bagi para petani dan penangkar yang akan melakukan kegiatan penanaman dan produksi benih kedelai.

+ Selengkapnya...