Peluang Pengembangan Varietas Dena (Kedelai Tahan Naungan) Dan Keragaan Agronomis Varietas Dena Pada Tiga Agroekosistem Yang Berbeda

Pin It

Kedelai merupakan pangan penting masyarakat indonesia. Konsumsi kedelai dari tahun ke tahun semakin meningkat hingga 2.8 juta ton/tahun, sementara penyediaan hanya mampu memenuhi pada 1.8 ton/tahun (BPS 2017). Salah satu penyebab rendahnya produksi kedelai adalah berkurangnya areal yang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan Tanaman kedelai. Oleh karena itu pemerintah berupaya mengembangkan penanaman kedelai serta memperluas penanaman kedelai pada lahan areal tanam baru (PATB). Hal ini disebabkan areal potensial penanaman kedelai beralih fungsi menjadi areal perumahan dan Perindustrian.
Mulyani et al 2009 menyebutkan Potensi lahan sawah dan tegalan di Nusa Tenggara Barat adalah 384.117 ha, Potensi lahan perkebunan 10.178 ha, dan alang alang adalah 4.249 ha. Seluruh potensi memberikan peluang bagi NTB untuk pertanaman kedelai. Disebutkan pula bahwa 155.150 ha lahan memiliki potensi tinggi untuk penanaman kedelai, 127.480 ha memiliki potensi sedang serta 115.914 ha memiliki potensi rendah. Sementara luas areal tanam baru (PATB) 40.000 ha (Dinas Pertanian dan Perkebunan, 2017), areal tanam baru ini tersebar di seluruh kabupaten.
Lombok Tengah merupakan salah satu kabupaten yang memiliki areal tanam baru kedelai seluas 5000 ha dan peluang penanaman kedelai di musim hujan dan dilahan tegakkan menjadi peluang bagi pengembangan penanaman kedelai di musim ini dan pemilihan varietas yang sesuai diharapkan mampu untuk meningkatkan penyebaran dan memperluas penanaman kedelai di wilayah ini. Strategi pengembangan kedelai di wilayah ini dilakukan di lahan sawah irigasi, lahan sawah tadah hujan dan di lahan kering atau tegalan.

+ Selengkapnya...